16, 2026
Nasional

Prabowo Mau Tambah 70 Ribu Polisi Hutan, Target 21 Ribu Direkrut Tahun Ini

Prabowo Subianto berencana menambah 70 ribu polisi hutan atau polhut. Kepala BPGMN Setyawan Pudyatmoko mengatakan sebanyak 21 ribu polhut direkrut tahun ini.]]>

Sandi Setiawan
Sandi Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Prabowo Mau Tambah 70 Ribu Polisi Hutan, Target 21 Ribu Direkrut Tahun Ini

Prabowo Mau Tambah 70 Ribu Polisi Hutan, Target 21 Ribu Direkrut Tahun Ini

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pemerintah untuk merekrut 70.000 polisi hutan dalam lima tahun ke depan. Target ambisius tersebut akan dimulai dengan perekrutan 21.000 polisi hutan pada tahun ini. Rencana ini disampaikan Prabowo dalam rapat koordinasi dengan sejumlah pejabat terkait di Jakarta, Senin (15/1/2024).

Prabowo menekankan pentingnya peningkatan keamanan dan pengawasan di hutan dan lahan Indonesia. Menurutnya, kondisi hutan yang semakin luas namun terbatasnya sumber daya manusia di sektor ini menjadi tantangan besar dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan pencegahan kebakaran hutan.

"Kita membutuhkan kekuatan yang memadai untuk mengawasi wilayah hutan yang begitu luas di Indonesia. Dengan 70.000 polisi hutan, kita bisa lebih efektif dalam menjaga kelestarian hutan dan mencegah tindakan illegal logging dan perambahan hutan," ujar Prabowo.

Target Perekrutan dan Persyaratan

Dari total target 70.000 polisi hutan, pemerintah berencana merekrut 21.000 orang pada tahun 2024. Proses perekrutan ini akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kualifikasi dan kompetensi calon polisi hutan. Para calon diharuskan memiliki latar belakang pendidikan minimal SMA sederajat, memiliki kesehatan jasmani dan rohani yang memadai, serta melalui seleksi yang ketat.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyatakan bahwa perekrutan polisi hutan tidak hanya fokus pada keahuan penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan pemahaman mendalam tentang ekosistem hutan dan teknik pemadaman kebakaran. "Kami akan melatih para calon polisi hutan dengan kurikulum yang komprehensif, mulai dari penegakan hukum hingga penanganan bencana alam," jelas Suharyanto.

Untuk memastikan kualitas, pemerintah akan bekerja sama dengan sejumlah institusi pendidikan dan pelatihan, termasuk Sekolah Tinggi Kehutanan (STKIP), Polri, dan TNI. Program pelatihan akan mencakup aspek hukum kehutanan, pengendalian kebakaran hutan, teknik patroli, serta penanganan konflik dengan masyarakat adat yang tinggal di kawasan hutan.

Tantangan dan Strategi Implementasi

Meski targetnya ambisius, implementasi program ini menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu hambatan utama adalah anggaran yang diperlukan untuk merekrut dan melatih ribuan polisi hutan. Selain itu, distribusi personel di wilayah terpencil dan sulit dijangkau juga menjadi permasalahan tersendiri.

Untuk mengatasi kendala ini, pemerintah berencana mengalokasikan anggaran khusus dari APBN 2024. Selain itu, akan dikembangkan sistem rotasi personel yang merata serta penyediaan fasilitas pendukung seperti transportasi, komunikasi, dan perumahan yang memadai di lokasi penugasan.

Deputi Kementerian Koordinator Polhukam bidang Keamanan Irjen Pol. Syafruddin mengungkapkan bahwa pemerintah juga akan memanfaatkan teknologi dalam mendukung operasional polisi hutan. "Kami akan menggunakan teknologi seperti satelit penginderaan jauh, drone, dan sistem pemantauan digital untuk memantau keadaan hutan secara real-time. Ini akan membantu polisi hutan dalam melakukan patroli dan deteksi dini kebakaran hutan," jelas Syafruddin.

Respons dari Berbagai Pihak

Rencana pemerintah untuk merekrut 70.000 polisi hutan mendapat respons beragam dari berbagai pihak. Koalisi LSM Lingkungan Hidup menyambut baik rencana ini, namun menekankan perlunya transparansi dalam proses perekrutan dan penempatan personel. "Kami mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat penegakan hukum di hutan, namun harus diawasi agar tidak terjadi penyelewengan atau rekayasa dalam prosesnya," ujar aktivis lingkungan dari WALHI, Rizki Permadi.

Di sisi lain, beberapa pihak khawatir dengan peningkatan jumlah personel keamanan di kawasan hutan yang berpotensi menimbulkan konflik dengan masyarakat adat yang telah lama tinggal dan mengelola hutan secara tradisional. Untuk mengantisipasi hal ini, pemerintah berjanji melibatkan masyarakat adat dalam proses pengawasan hutan melalui program polisi hutan masyarakat.

Target Jangka Panjang

Dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan penurunan signifikan kasus illegal logging, perambahan hutan, dan kebakaran hutan di Indonesia. Dengan kehadiran 70.000 polisi hutan, diharapkan penguatan penegakan hukum di sektor kehutanan dapat mencapai target yang telah ditetapkan dalam Rencana Nasional Penanggulangan Perubahan Iklim (RAN-PI).

Prabowo menambahkan bahwa selain penegakan hukum, polisi hutan juga akan berperan penting dalam program reboisasi dan penanaman pohon di lahan terdegradasi. "Polisi hutan tidak hanya berfungsi sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam upaya melestarikan hutan Indonesia untuk generasi mendatang," tutup Prabowo.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Sandi Setiawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter