16, 2026
Teknologi

Pramono Singgung Ego Pemimpin: Begitu Jadi, Penginnya Dilihat

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sempat berbicara mengenai tantangan membangun Jakarta. Dia membahas ego pemimpin.]]>

Kirana Wijaya
Kirana Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pramono Singgung Ego Pemimpin: Begitu Jadi, Penginnya Dilihat

Pramono Singgung Ego Pemimpin: Begitu Jadi, Penginnya Dilihat

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Pramono Anung mengungkapkan pandangannya mengenai sikap beberapa pemimpin yang diklaim terlalu mengutamakan egonya. Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah forum diskusi beberapa waktu lalu, dan kini menjadi sorotan publik.

Dalam pernyataannya yang langsung merebak di berbagai media sosial, Pramono menyebut bahwa ada sebagian pemimpin yang cenderung terlalu fokus pada citra dan popularitas pribadi. Menurutnya, sikap ini bertentangan dengan esensi kepemimpinan yang seharusnya berorientasi pada pelayanan kepada rakyat.

"Begitu jadi pemimpin, penginnya dilihat. Padahal, seharusnya fokus pada apa yang bisa diberikan kepada masyarakat," ujar Pramono seperti dilansir dari berbagai sumber.

Kritikan Terhadap Kepemimpinan Egois

Pramono menyoroti bahwa fenomena pemimpin yang terobsesi dengan citra diri ini bukanlah hal baru di dunia politik. Ia mencontohkan beberapa kasus di mana pemimpin lebih memperhatikan bagaimana penampilan mereka di mata publik daripada substansi kebijakan yang dihasilkan.

Ia menambahkan bahwa kepemimpinan yang sejati haruslah berpusat pada kepentingan bersama, bukan kepuasan pribadi. "Seorang pemimpin harus mampu memisahkan antara kepentingan personal dan tanggung jawab publik," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga menekankan pentingnya integritas dalam kepemimpinan. Menurutnya, integritas adalah fondasi utama yang harus dimiliki setiap pemimpin untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

Respon dari Berbagai Pihak

Pernyataan Pramono ini mendapatkan berbagai respons dari kalangan politisi dan masyarakat. Beberapa pihak mendukung tajamnya kritikan ini, menganggapnya sebagai refleksi yang jujar terhadap kondisi kepemimpinan di Indonesia saat ini.

"Pernyataan Pak Pramono sangat tepat sasaran. Memang ada beberapa pemimpin yang lebih terlihat darip Bergerak," kata seorang aktivis muda dari sebuah lembaga swadaya masyarakat.

Sementara itu, beberapa tokoh politik lainnya memberikan reaksi lebih hati-hati. Mereka mengakui adanya fenomena yang disebutkan Pramono, namu menegaskan bahwa tidak semua pemimpin memiliki karakter seperti itu.

"Tentu saja ada pemimpin yang benar-benar fokus pada pelayanan, tapi tidak bisa dipungkiri juga bahwa ada yang terlalu fokus pada popularitas," ujar seorang anggota DPR dari fraksi oposisi.

Analisis Kepemimpinan Modern

Para ahli kepemimpinan juga turut memberikan analisis terkait pernyataan Pramono. Menurut mereka, fenomena pemimpin yang egois ini seringkali terjadi di tengah budaya popularitas yang semakin kuat di era digital.

"Media sosial memberikan platform bagi pemimpin untuk membangun citra, namun juga berisiko menumbuhkan ego yang berlebihan," kata seorang profesor ilmu komunikasi dari universitas ternama.

Ia menambahkan bahwa masyarakat sebagai pihak yang dinilai perlu memiliki kewaspadaan dan kemampuan untuk menilai kinerja pemimpin secara objektif, bukan hanya berdasarkan citra yang dibangun di media.

Dampak terhadap Kinerja Pemerintahan

Fenomena kepemimpinan yang berorientasi pada ego ini diyakini memiliki dampak signifikan terhadap kinerja pemerintahan. Ketika seorang pemimpin terlalu fokus pada citra diri, kebijakan yang dihasilkan cenderung lebih memperhatikan aspek publikasi daripada substansi.

"Akibatnya, program-program yang seharusnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat menjadi kurang maksimal," ujar seorang mantan pejabat tinggi pemerintahan.

Menanggapi hal ini, Pramono menegaskan bahwa perbaikan kualitas kepemimpinan harus menjadi prioritas bersama. Ia mengajak semua pemimpin untuk introspeksi diri dan kembali pada esensi sejati dari kepemimpinan.

"Kita perlu membangun budaya kepemimpinan yang sehat, di mana yang terpenting adalah bagaimana kita memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Wijaya

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter