22, 2026
Nasional

Prabowo: Perbedaan dan Kritik Perlu, Tapi Persatuan Harus Dijaga

Galih Pratama
Galih Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perbedaan pendapat dan kritik merupakan bagian yang sah dan bahkan diperlukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, di atas seluruh perbedaan itu, ia mengingatkan bahwa persatuan dan kesatuan bangsa harus tetap menjadi prioritas utama. Pernyataan tersebut menempatkan kritik bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai mekanisme koreksi yang sehat dalam sebuah sistem demokrasi.

Menurut Prabowo, sebuah negara yang besar tidak akan pernah luput dari perbedaan pandangan. Perbedaan merupakan konsekuensi wajar dari masyarakat yang majemuk, dengan latar belakang suku, agama, budaya, dan kepentingan ekonomi yang beragam. Yang menjadi persoalan bukan ada atau tidaknya perbedaan, melainkan bagaimana perbedaan itu dikelola sehingga tidak berubah menjadi perpecahan yang merugikan kepentingan bersama.

Dalam pandangannya, kritik yang disampaikan secara terbuka justru menunjukkan bahwa ruang publik masih hidup. Kritik memungkinkan pemerintah mengetahui persoalan yang dirasakan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang jauh dari pusat kekuasaan. Tanpa kritik, kebijakan berisiko kehilangan koreksi dan pemerintahan dapat berjalan tanpa umpan balik yang memadai.

Kritik sebagai Mekanisme Koreksi

Prabowo menempatkan kritik sebagai bagian dari proses pendewasaan demokrasi. Ia menilai penyampaian pendapat, termasuk yang berseberangan dengan kebijakan pemerintah, harus dilindungi oleh hukum dan dihormati oleh semua pihak. Kebebasan berpendapat, menurutnya, bukan konsesi yang diberikan penguasa, melainkan hak yang dijamin konstitusi.

Namun, ia juga menekankan pentingnya etika dalam menyampaikan kritik. Kritik yang dibangun di atas data dan argumen akan lebih bermanfaat dibandingkan kritik yang bertumpu pada prasangka atau sebaran informasi yang belum terverifikasi. Dengan cara itu, kritik tidak berhenti sebagai kegaduhan, tetapi menghasilkan gagasan yang dapat memperbaiki kebijakan publik.

Pandangan tersebut relevan di tengah lanskap informasi digital yang bergerak cepat. Ruang percakapan publik kini tidak hanya diisi oleh media arus utama, tetapi juga oleh kanal media sosial yang memungkinkan siapa pun berbicara. Kondisi ini memperluas partisipasi, sekaligus membuka ruang bagi polarisasi apabila perbedaan pandangan diperlakukan sebagai permusuhan.

Persatuan dalam Keberagaman

Dalam berbagai kesempatan, Prabowo menekankan bahwa persatuan bukan berarti penyeragaman. Persatuan yang dimaksud adalah kemampuan seluruh elemen bangsa untuk tetap berada dalam satu kerangka kebangsaan meskipun memiliki pandangan politik yang berbeda. Semangat Bhinneka Tunggal Ika dinilainya sebagai fondasi yang harus dirawat dari generasi ke generasi.

Ia mengingatkan bahwa sejarah bangsa menunjukkan betapa mahalnya harga persatuan. Konflik horizontal yang pernah terjadi di sejumlah daerah menjadi pelajaran bahwa perpecahan selalu menimbulkan biaya sosial dan ekonomi yang besar. Karena itu, kepentingan menjaga keutuhan negara harus berada di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan politik jangka pendek.

Persatuan, menurutnya, juga menuntut keadilan. Masyarakat akan lebih mudah bersatu apabila merasakan manfaat pembangunan secara merata, termasuk di wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal. Ketimpangan yang dibiarkan berlarut-larut berpotensi menjadi sumber ketidakpuasan yang pada akhirnya menggerus kepercayaan publik terhadap negara.

Ruang Dialog dan Tanggung Jawab Bersama

Prabowo menilai dialog menjadi jalan utama untuk menjembatani perbedaan. Pemerintah, lembaga legislatif, organisasi masyarakat sipil, perguruan tinggi, dan tokoh agama dinilainya memiliki peran masing-masing dalam menjaga iklim komunikasi yang sehat. Dialog yang terbuka memungkinkan setiap pihak memahami alasan di balik kebijakan yang diambil.

Ia juga menyoroti peran tokoh masyarakat dan pemuka agama dalam meredam ketegangan. Figur-figur tersebut dinilai memiliki pengaruh besar untuk mengarahkan masyarakat pada sikap saling menghormati. Pesan-pesan yang menyejukkan, menurutnya, jauh lebih dibutuhkan dibandingkan retorika yang memperbesar sekat antar kelompok.

Menjaga Stabilitas di Tengah Tantangan

Pernyataan tentang pentingnya persatuan disampaikan di tengah sejumlah tantangan yang dihadapi bangsa, mulai dari tekanan ekonomi global, kebutuhan memperkuat lapangan kerja, hingga upaya menjaga daya beli masyarakat. Dalam situasi seperti itu, stabilitas politik dan sosial dinilai menjadi prasyarat agar program pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.

Namun, Prabowo menegaskan bahwa stabilitas tidak boleh dibangun dengan cara membungkam kritik. Stabilitas yang sehat, menurutnya, lahir dari kepercayaan publik yang dirawat melalui transparansi, akuntabilitas, dan kesediaan pemerintah mendengarkan aspirasi warganya. Kritik yang dikelola dengan baik justru memperkuat, bukan melemahkan, ketahanan sebuah bangsa.

Dengan menempatkan kritik dan persatuan sebagai dua hal yang saling melengkapi, pesan tersebut menggarisbawahi bahwa demokrasi Indonesia perlu terus didewasakan. Perbedaan dipandang sebagai kekayaan, sedangkan persatuan menjadi ikatan yang memungkinkan seluruh kekayaan itu memberi manfaat bagi kepentingan bersama.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Pratama

Menulis tentang kesehatan lingkungan, polusi, dan gaya hidup hijau.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter