13, 2026
Nasional

Prabowo Tunjuk Satyawan Pudyatmoko Jadi Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove

Putri Anggraini
Putri Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Prabowo Tunjuk Satyawan Pudyatmoko Jadi Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove

Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Prabowo Subianto mengumumkan Satyawan Pudyatmoko sebagai calon kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove (BPGM). Pengumuman ini dilakukan usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Jakarta, pada hari Senin (21/8/2023).

Tugas Berat Menghadapi Krisis Ekologi

Satyawan Pudyatmoko, yang sebelumnya menjabat sebagai Deputi Bidang Restorasi Gambut dan Mangrove di Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, akan mengemban tugas berat dalam mengelola badan yang baru dibentuk tersebut. Badan ini akan menjadi instrumen utama dalam mengelola dan memulihkan ekosistem gambut dan mangrove di Indonesia, yang krusial bagi mitigasi perubahan iklim dan pemeliharaan keanekaragaman hayati.

Dalam sambutannya, Prabowo Subianto menekankan pentingnya peran gambut dan mangrove bagi keberlanjutan lingkungan di Indonesia. Menurutnya, Indonesia memiliki 25 persen luas mangrove dunia dan sekitar 40 persen lahan gambut tropis, yang menjadikan negara ini sebagai pemain krusial dalam upaya global mengatasi perubahan iklim.

Visi dan Misi Satyawan Pudyatmoko

Saat ditemui usai pengumuman, Satyawan Pudyatmoko menyampaikan visinya untuk mengelola BPGM. Ia berkomitmen untuk melakukan restorasi ekosistem gambut dan mangrove secara terintegrasi dengan mempertimbangkan aspek sosial ekonomi masyarakat lokal.

"Kita tidak hanya bisa memulihkan ekosistem, tetapi juga harus memastikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar area gambut dan mangrove," ujar Satyawan.

Ia menambahkan bahwa rencana strategis BPGM akan difokuskan pada tiga pilar utama: restorasi lahan, penguatan kapasitas institusional, dan pengembangan ekonomi berbasis ekosistem. Ketiga pilar ini diharapkan dapat saling mendukung dalam mencapai target nasional dan internasional terkait penurunan emisi gas rumah kaca.

Tantangan yang Hadapi

BPGM akan menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugasnya. Salah satu tantangan utama adalah koordinasi antar kementerian dan lembaga terkait, karena pengelolaan gambut dan mangrove melibatkan sektor kehutanan, pertanian, perikanan, dan infrastruktur.

Selain itu, masalah kebakaran lahan gambut yang sering terjadi di musim kemarau menjadi prioritas utama yang harus diatasi. Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kebakaran gambut terjadi di area yang telah dikelola secara tidak berkelanjutan, baik untuk perkebunan maupun pertanian.

Langkah Strategis untuk Implementasi

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Satyawan Pudyatmoko menyampaikan beberapa langkah strategis yang akan diambil BPGM. Pertama, pembentukan tim khusus yang akan melakukan inventarisasi dan pemetaan detail lahan gambut dan mangrove di seluruh Indonesia.

Kedua, pengembangan teknologi dan inovasi dalam pengelolaan gambut dan mangrove, termasuk pemanfaatan data satelit untuk monitoring secara real-time kondisi ekosistem.

Ketiga, peningkatan kemitraan dengan sektor swasta dan lembaga internasional untuk mendapatkan dukungan finansial dan teknologi dalam program restorasi.

Target Jangka Pendek dan Panjang

BPGM menetapkan target jangka pendek untuk mencapai rehabilitasi 1 juta hektar lahan gambut dan mangrove dalam dua tahun ke depan. Target ini sejalan dengan komitmans Indonesia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 29 persen pada tahun 2030.

Sementara itu, target jangka panjang adalah mencapai kondisi ekosistem gambut dan mangrove yang sehat dan berkelanjutan pada tahun 2045, bertepatan dengan seratus tahun kemerdekaan Indonesia.

Dengan pengangkatan Satyawan Pudyatmoko sebagai kepala BPGM, pemerintah berharap dapat mengoptimalkan potensi besar yang dimiliki Indonesia dalam mengelola ekosistem gambut dan mangrove, yang tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Putri Anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter