11, 2026
Nasional

Pramono Akui Fasilitas Transportasi Jakarta Belum Sepenuhnya Ramah Disabilitas

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pramono Akui Fasilitas Transportasi Jakarta Belum Sepenuhnya Ramah Disabilitas

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pramono Anung mengakui bahwa fasilitas transportasi di Jakarta belum sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas. Pengakuan ini disampaikan dalam sebuah kegiatan yang membahas aksesibilitas bagi penyandang disabilitas di ibu kota, Senin (19/6).

"Kami mengakui bahwa fasilitas transportasi umum di Jakarta, terut TransJakarta dan MRT, masih jauh dari sempurna dalam menyediakan aksesibilitas yang memadai bagi penyandang disabilitas," ujar Pramono Anung.

Menurut Pramono, pemerintah telah berupaya meningkatkan aksesibilitas transportasi publik di Jakarta namun masih banyak kendala yang dihadapi. Ia menyoroti beberapa masalah yang masih melekat pada sistem transportasi umum di ibu kota, mulai dari kurangnya akses masuk, hingga fasilitas di dalam kendaraan yang belum memadai.

Kendala yang Masih Dihadapi

Salah satu kendala utama yang disampaikan Pramono adalah minimnya halte atau stasiun yang dilengkapi dengan akses ramah disabilitas. Meskipun beberapa halte TransJakarta dan stasiun MRT telah dilengkapi dengan lift atau ramp, masih banyak yang belum memenuhi standar aksesibilitas.

"Masih banyak halte yang tidak memiliki akses masuk yang memadai bagi kursi roda. Bahkan di beberapa titik, meskipun ada akses, kondisinya masih belum memadai dan berbahaya bagi penyandang disabilitas," jelas Pramono.

Selain itu, kendaraan umum seperti bus TransJakarta yang sudah dilengkapi dengan lift atau ruang khusus sering kali tidak beroperasi dengan baik. Pramono mengaku mendapatkan banyak keluhan bahwa lift di beberapa bus sering mengalami kerusakan atau bahkan tidak digunakan sama sekali oleh sopir kondektur.

Upaya Peningkatan Aksesibilitas

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melakukan sejumlah upaya peningkatan aksesibilitas. Salah satunya adalah dengan memastikan bahwa seluruh fasilitas transportasi umum di Jakarta memenuhi standar aksesibilitas universal.

Salah satu program yang sedang digulirkan adalah program Retrofit atau penyesuaian fasilitas pada halte dan stasiun yang sudah ada. Program ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas tanpa harus membangun fasilitas baru dari awal.

Selain itu, pemerintah juga berencana melakukan sosialisasi kepada para pengelola transportasi umum dan masyarakat agar lebih sensitif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas. "Kita perlu membudayakan kesadaran kolektif bahwa aksesibilitas adalah tanggung jawab bersama," tambah Pramono.

Tanggapan dari Komunitas Penyandang Disabilitas

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menyatakan bahwa pemerintah provinsi telah berkomitmen untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi umum. Namun, ia mengakui bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Di sisi lain, Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Jakarta, Budi Santoso, menyambut baik komitmen pemerintah namun menyer agar percepatan implementasinya. "Kami mengapresiasi adanya komitensi dari pemerintah, tapi kami butuh bukan janji tapi aksi nyata yang bisa dirasakan oleh penyandang disabilitas," kata Budi.

Budi mencontohkan bahwa meskipun beberapa halte TransJakarta telah dilengkapi dengan akses ramah disabilitas, masih banyak yang tidak berfungsi dengan baik. "Kami sering menemukan akses yang ada ternyata tidak sesuai standar atau bahkan tidak digunakan sama sekali. Ini sangat frustasi bagi kami yang ingin beraktivitas secara mandiri," tambahnya.

Peran Teknologi dalam Meningkatkan Aksesibilitas

Dalam kesempatan yang sama, Pramono Anung juga menyebutkan bahwa teknologi dapat menjadi solusi untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi umum. Salah satunya adalah dengan mengembangkan aplikasi mobile yang dapat memberikan informasi mengenai aksesibilitas di setiap halte atau stasiun.

Selain itu, pemerintah juga berencana mengintegrasikan sistem informasi transportasi umum dengan fitur aksesibilitas agar informasi dapat diakses dengan mudah oleh penyandang disabilitas.

Tantangan di Depan

Meskipun telah ada berbagai upaya yang dilakukan, tantangan dalam meningkatkan aksesibilitas transportasi umum di Jakarta masih sangat besar. Selain masala anggaran dan infrastruktur, ada juga tantangan dalam perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat.

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk memastikan bahwa Jakarta menjadi kota yang benar-benar ramah dan inklusif bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. "Ini adalah proses yang panjang, tapi kami yakin dengan komitmen bersama kita bisa mencapai tujuan itu," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter