12, 2026
Nasional

Pramono Belum Mau Hapus Ganjil Genap Sebelum MRT Terhubung ke Kota Tua

Gubernur Pramono Anung belum mau menghapus ganjil genap di kawasan Gajah Mada sebelum jalur MRT Jakarta terhubung hingga Kota Tua.]]>

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pramono Belum Mau Hapus Ganjil Genap Sebelum MRT Terhubung ke Kota Tua

Pramono Belau Hapus Ganjil Genap Sebelum MRT Terhubung ke Kota Tua

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Pramono Roni menyatakan kebijakan ganjil genap di Jakarta belum akan dihapus hingga MRT Jakarta terhubung dengan kawasan Kota Tua. Menurutnya, integrasi transportasi massal tersebut sangat penting untuk memberikan alternatif bagi pengendara yang bergantung pada kendaraan pribadi.

Kebijakan ganjil genap telah diterapkan di Jakarta selama bertahun-tahun sebagai salah satu upaya mengurusi kemacetan di ibu kota. Namun, kebijakan ini sering menjadi sumber keluhan dari masyarakat yang merasa terbatas dalam beraktivitas.

Keterbatasan Alternatif Transportasi

Pramono menjelaskan bahwa meskipun ganjil genap dianggap efektif mengurusi volume lalu lintas, kebijakan ini tidak akan berdampak optimal jika tidak diimbangi dengan sistem transportasi massal yang memadai. Menurutnya, saat ini masih banyak warga Jakarta yang tidak memiliki akses transportasi massal yang memadai, sehingga mereka terpaksa menggunakan kendaraan pribadi.

"Kita perlu memastikan ada alternatif yang nyaman dan terjangkau bagi masyarakat sebelum menghapus kebijakan ganjil genap," ujar Pramono dalam konferensi pers yang diadakan beberapa waktu lalu.

Perkembangan MRT Jakarta

MRT Jakarta saat ini sedang dalam tahap pengembangan dengan rencana perluasan jalur yang menghubungkan Stasiun Lebak Bulus dengan kawasan Kota Tua. Rencananya, jalur ini akan memberikan konektivitas yang lebih baik antara kawasan selatan Jakarta dengan pusat kota serta kawasan wisata Kota Tua.

"Integrasi MRT dengan kawasan Kota Tua akan menjadi solusi bagi masalah transportasi di Jakarta. Pengguna MRT tidak lagi perlu khawatir tentang kebijakan ganjil genap karena mereka memiliki akses langsung ke berbagai destinasi penting di Jakarta," tambah Pramono.

Tanggapan Masyarakat

Kebijakan ini mendapat beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian warga menyambut baik rencana penghapusan ganjil genap dengan syarat sistem transportasi massal telah memadai. Sementara itu, ada pula yang khawatir jika kebijakan dihapus tanpa persiapan yang matang, kemacetan di Jakarta akan semakin parah.

"Saya setuju ganjil genap dihapus asalkan ada transportasi massal yang nyaman. Tapi kalau tidak, Jakarta pasti akan macet parah," ujar Ahmad, warga Jakarta Selatan yang sudah menggunakan MRT dalam perjalanan sehari-harinya.

Di sisi lain, Maya, seorang pekerja swasta yang tinggal di Jakarta Barat, mengaku masih skeptis dengan kualitas layanan MRT. "Sudah banyak kali MRT mengalami gangguan teknis. Kalau sistemnya masih seperti ini, saya ragu masyarakat akan beralih ke transportasi massal," ujarnya.

Langkah-Langkah Persiapan

Untuk menyukseskan integrasi transportasi massal, pemerintah berencana melakukan berbagai penyesuaian. Pertama, peningkatan frekuensi operasional MRT untuk memenuhi kebutuhan penumpang. Kedua, penambahan fasilitas pendukung seperti park and ride di sekitar stasiun MRT.

Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan konektivitas antarmoda transportasi massal seperti TransJakarta, KRL Commuter Line, dan bus kota dengan MRT. Tujuannya adalah memberikan kemudahan bagi penumpang untuk beralih antar moda transportasi.

Tantangan di Depan

Walau rencananya telah direncanakan, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam mewujudkan integrasi transportasi massal di Jakarta. Salah satu tantangan utama adalah masalah dana. Pengembangan infrastruktur transportasi massal membutuhkan anggaran yang besar yang tidak sedikit.

Selain itu, masalah lahan juga menjadi tantangan tersendiri. Pembangunan fasilitas pendukung seperti park and ride seringkali menghadapi kendala karena keterbatasan lahan di kawasan yang sudah padat penduduknya.

"Kita harus berhati-hati dalam mengelola setiap tahap pengembangan. Kesalahan dalam perencanaan akan berdampak jangka panjang bagi masyarakat Jakarta," tegas Pramono menutup konferensi persnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter