Wamensos Harap Poltekesos Jadi Soko Guru Sekolah Rakyat
Menteri Sosial (Wamensos) Tri Rismaharini menegaskan pentingnya peran Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) sebagai soko guru dalam mewujudkan sekolah rakyat yang berkualitas. Menurutnya, lulusan Poltekesos memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan sosial di tingkat desa.
Dalam sebuah acara di Jakarta, Risma seperti yang disapa umum tersebut mengatakan bahwa Poltekesos perlu menjadi pelopor dalam mengembangkan model pelayanan sosial yang inovatif dan berbasis komunitas. "Poltekesos harus menjadi sumber daya manusia unggulan yang mampu memimpin perubahan di tingkat desa," ujarnya.
Transformasi Peran Poltekesos
Wamensos menyoroti transformasi peran Poltekesos dari sekadar lembaga pendidikan menjadi agen perubahan sosial. Ia berharap lulusan Poltekesos tidak hanya berkompeten di bidang teknis, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang dinamika masyarakat lokal.
"Kita butuh tenaga kesejahteraan sosial yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu meresam kondisi sosial di lapangan. Mereka harus menjadi pendamping masyarakat dalam mengatasi berbagai persoalan kesejahteraan," jelas Risma.
Untuk mewujudkan hal ini, pemerintah berencana meningkatkan kurikulum Poltekesos dengan menambahkan komponen praktik lapangan yang lebih intensif. Selain itu, akan ditingkatkan kerjasama antara Poltekesos dengan pemerintah daerah dalam implementasi program-program kesejahteraan sosial.
Program Sekolah Rakyat
Program sekolah rakyat yang dimaksud Wamensos adalah inisiatif untuk meningkatkan akses pelayanan kesejahteraan sosial di tingkat desa. Program ini bertujuan membentuk pusat kesejahteraan sosial yang berfungsi sebagai wahana edukasi, pelatihan keterampilan, serta pusat layanan bantuan sosial.
"Sekolah rakyat ini bukanlah sekolah formal seperti biasanya, melainkan ruang belajar komunitas yang fokus pada peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Di sinilah peran Poltekesos sangat krusial," terang Risma.
Program ini akan menggabungkan berbagai elemen seperti pelatihan kewirausahaan, pendidikan kesehatan reproduksi, bimbingan orang tua, serta layanan konseling psikososial. Semua layanan ini disesuaikan dengan kebutuhan spesifik di setiap desa.
Peran Aktif Lulusan Poltekesos
Wamensos menekankan bahwa lulusan Poltekesos diharapkan dapat menjadi katalis perubahan di masyarakat. Mereka tidak hanya bertugas memberikan pelayanan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mandiri dalam mengatasi masalah kesejahteraan.
"Kita ingin lulusan Poltekesos menjadi agen perubahan yang mampu membangun ekosistem kesejahteraan yang berkelanjutan. Artinya, mereka harus mampu memfasilitasi masyarakat untuk menemukan solusi dari dalam diri mereka sendiri," papar Risma.
Untuk mendukung peran ini, pemerintah akan memberikan pelatihan tambahan kepada lulusan Poltekesos sebelum ditempatkan di desa. Pelatihan ini meliputi keterampilan komunikasi, pemetaan potensi desa, serta perencanaan program partisipatif.
Target dan Implementasi
Program sekolah rakyat ini direncanakan akan dilaksanakan secara bertahap dimulai dari 100 desa di seluruh Indonesia pada tahun pertama. Targetnya adalah mencapai 1.000 desa pada tahun ketiga implementasi program.
Wamensos menyatakan bahwa alokasi anggaran untuk program ini telah disiapkan dalam APBN. Selain itu, pemerintah juga akan menggandeng swasta dan organisasi masyarakat untuk mensinergikan program-program kesejahteraan yang ada.
Komentar (0)