11, 2026
Ekonomi

Pramono Pastikan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas Bank Jakarta-PAM Jaya

Gubernur DKI Pramono Anung memastikan Pemprov tetap pemegang mayoritas saham Bank Jakarta dan PAM Jaya meski IPO]]>

Arief Pratama
Arief Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pramono Pastikan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas Bank Jakarta-PAM Jaya

Pramono Pastikan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas Bank Jakarta-PAM Jaya

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan tetap menjadi pemegang saham mayoritas pada Bank Jakarta-PAM Jaya. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat koordinasi terkait pengembangan bank milik daerah tersebut, yang digelar di kantor Gubernur DKI, Selasa (15/11).

"Bank Jakarta-PAM Jaya adalah instrumen strategis untuk mendukung program-program pemerintah daerah. Oleh karena itu, kita pastikan Pemprov DKI tetap memegang kendali mayoritas," ujar Pramono Anung dalam rapat yang dihadiri oleh para pejabat terkait termasuk Kepala DPPKA DKI Jakarta dan perwakilan direksi bank.

Struktur Saham dan Tujuan Pendirian

Menurut rencana, Bank Jakarta-PAM Jaya akan dimiliki oleh Pemprov DKI dengan saham minimal 51 persen. Sisanya akan ditawarkan kepada investor strategis yang memiliki komitmen untuk mendukung pengembangan bank dan program pemerintah daerah. "Kita mencari partner yang tepat, bukan sekadar modal. Investor harus memahami visi misi DKI Jakarta dan siap berkontribusi dalam pengembangan ekonomi daerah," jelas Pramono.

Bank ini direncanakan akan fokus pada layanan perbankan mikro dan UMKM, serta mendukung program-program pemerintah seperti Jakarta Sehat, Jakarta Pintar, dan Jakarta Sejahtera. Selain itu, bank ini juga akan menjadi penunjang dalam pengelolaan dana daerah (APBD) DKI Jakarta.

Tantangan dan Rencana Pengembangan

Dalam rapat tersebut, Pramono juga membahas tantangan yang dihadapi dalam pengembangan bank milik daerah ini. Salah satunya adalah persaingan yang semakin ketat di sektor perbankan. "Kita harus siap bersaing. Tapi dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan mitra strategis, saya yakin Bank Jakarta-PAM Jaya akan sukses," ujarnya.

Untuk menghadapi persaingan tersebut, direksi bank direncanakan akan mengembangkan produk-produk inovatif yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Jakarta. Selain itu, akan ditingkatkan pula layanan digital guna meningkatkan aksesibilitas bagi nasabah.

Timeline dan Target

Bank Jakarta-PAM Jaya direncanakan akan mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun depan. Sebelum resmi beroperasi, bank ini akan melalui serangkaian persiapan, termasuk pengajuan izin usaha bank kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan rekrutmen tenaga profesional.

"Target kami adalah dalam waktu tiga tahun ke depan, Bank Jakarta-PAM Jaya menjadi bank terdepan dalam mendukung UMKM dan program pemerintah daerah. Kita juga menargetkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah) DKI Jakarta," kata Pramono.

Komitmen Pemerintah Daerah

Pemerintah Provinsi DKI menunjukkan komitmen serius dengan menyediakan dukungan modal awal sebesar Rp 500 miliar untuk persiapan pendirian bank. Selain itu, Pemprov juga akan menunjuk tim ahli untuk membantu pengembangan strategi bisnis bank.

"Kita tidak ingin bank ini hanya menjadi simbol semata. Bank ini harus mampu beroperasi secara mandiri dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Jakarta. Oleh karena itu, proses seleksi mitra strategis akan dilakukan dengan sangat hati-hati," tambah Pramono.

Respon Positif dari Stakeholder

Rencana ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Asosisi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyambut baik rencana ini karena dianggap dapat memberikan akses pembiayaan yang lebih mudah bagi UMKM di Jakarta. "Ini langkah tepat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi mikro di ibu kota," kata Ketua Apindo Jakarta, Budiarto.

Sementara itu, para akademikus dari Universitas Indonesia juga memberikan dukungan terhadap rencana ini. Mereka menilai bahwa bank milik daerah dapat menjadi instrumen efektif untuk mengakselerasi program pembangunan ekonomi daerah.

Tinjauan Peraturan dan Legalitas

Untuk memastikan keberlanjutan bank ini, Pemprov DKI berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan OJK dalam menyusun aturan dan peraturan yang diperlukan. "Kita akan memastikan semua proses berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku. Kepercayaan publik adalah prioritas utama," jelas Pramono.

Dengan rencana ini, diharapkan Bank Jakarta-PAM Jaya dapat segera terealisasi dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi di DKI Jakarta.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Arief Pratama

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter