30, 2026
Nasional

Pramono: Penanganan Transportasi Jakarta Jauh Lebih Baik dari New York

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/28/6aba1b51f21fa-gubernur-dki-jakarta-pramono-anung-wibowo-saat-dijumpai-usai-meninjau-pengerukan-kali-kebon-melati-jakarta-pusat_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Dewi Lestari
Dewi Lestari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyerukan bahwa penanganan transportasi di ibu kota Indonesia itu jauh lebih baik daripada New York, Amerika Serikat. Pernyataan itu dia sampaikan usai meninjau pengerukan Kali Kebon Melati di Jakarta Pusat. Kepada awak media yang menjumpainya di lokasi, Pramono membandingkan langsung kondisi sistem angkutan umum Jakarta dengan sejumlah kota besar dunia, termasuk New York yang selama ini dikenal memiliki jaringan moda raya terpadu atau MRT dan layanan bus yang ekstensif. Menurut Pramono, kemajuan Jakarta tidak lepas dari pembenahan yang dilakukan selama satu dekade terakhir. Ia menyebut kini warga bisa berpindah dari kawasan pinggiran ke pusat kota dengan kombinasi layanan KRL Commuter Line, MRT Jakarta, LRT Jabodebek, TransJakarta, dan angkutan pengumpan. Integrasi tarif dan sistem pembayaran membuat perjalanan lebih murah dan efisien dibanding kota-kota besar di negara maju yang justru menghadapi masalah ketidaknyamanan, keamanan, dan biaya tinggi. <h2>Perbandingan dengan New York</h2> <p>Pramono menilai New York, yang sistem subway-nya sudah beroperasi sejak lebih dari satu abad, kini menghadapi persoalan perawatan dan kenyamanan. Banyak stasiun dinilai kotor, lift dan eskalator sering rusak, serta jadwal kereta yang tidak selalu tepat. Hal itu, kata dia, tidak dialami penumpang di Jakarta. Jakarta justru memulai pembangunan sistem transportasi modern dari nol, sehingga dapat mengadopsi standar terbaru, mulai dari desain stasiun ramah disabilitas hingga digitalisasi pembayaran. "Saya pernah melihat langsung bagaimana kondisi di sana. Jakarta jauh lebih tertata," ujarnya. Ia menambahkan, kualitas layanan tidak hanya diukur dari panjang jalur, tetapi juga dari pengalaman penumpang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperbaiki halte, akses pejalan kaki, dan fasilitas parkir. Selain itu, integrasi antarmoda di sejumlah titik harus menjadi perhatian pada tahun-tahun mendatang. <h2>Tantangan yang masih ada</h2> <p>Meski memuji kemajuan Jakarta, Pramono tidak menutup mata pada persoalan yang masih tersisa. Kemacetan lalu lintas masih menjadi keluhan utama di jam sibuk. Sejumlah koridor TransJakarta disebut belum sepenuhnya bebas hambatan. Pembangunan jalur MRT baru untuk fase berikutnya juga menghadapi tantangan pembebasan lahan, pembiayaan, dan koordinasi lintas instansi. Karena itu, ia menekankan perlunya konsistensi kebijakan dan dukungan anggaran, baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Pemerintah Provinsi juga mendorong peralihan penumpang dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. Sejumlah kebijakan seperti ganjil-genap, perluasan jalur sepeda, dan pengembangan kawasan berorientasi transit atau TOD menjadi instrumen untuk menekan jumlah kendaraan. Pramono menyebut keberhasilan kota besar seperti Singapura, Tokyo, dan Hong Kong sebagai contoh bahwa transportasi publik yang andal mampu mengubah perilaku warga. <h2>Anggaran dan integrasi tarif</h2> <p>Soal pembiayaan, Pramono menyatakan pemerintah daerah berkomitmen menjaga layanan tetap terjangkau. Skema integrasi tarif yang menyatukan pembayaran antarmoda akan terus diperluas. Penumpang diharapkan cukup sekali membayar untuk perjalanan berkelanjutan. Selain itu, layanan bus pengumpan hingga ke permukiman padat menjadi kunci agar warga mau beralih. Ia menambahkan, kualitas angkutan umum juga berdampak pada lingkungan. Peralihan ke bus listrik dan kereta berbasis listrik membantu menurunkan emisi dan polusi udara. "Transportasi yang baik bukan hanya soal cepat, tetapi juga bersih dan aman," katanya. <h2>Kali Kebon Melati dan dampak banjir</h2> <p>Peninjauan di Kali Kebon Melati menunjukkan perhatian pemerintah pada masalah banjir yang berkaitan erat dengan mobilitas warga. Pengerukan sedimen dan normalisasi saluran dinilai penting untuk mengurangi genangan di kawasan padat. Dalam kunjungan yang sama, Pramono memastikan pekerjaan berjalan sesuai jadwal. Ia mengingatkan bahwa banjir dapat melumpuhkan transportasi karena merendam jalan dan mengganggu jalur bus. Karena itu, penanganan drainase dianggap sejalan dengan upaya memperbaiki layanan angkutan umum. <h2>Evaluasi dan harapan</h2> <p>Pramono menyebutkan bahwa pembangunan transportasi Jakarta bersifat jangka panjang. Ia berharap proyek yang sedang berjalan tidak terhambat pergantian kepemimpinan. Menurutnya, keberlanjutan kebijakan adalah kunci untuk menyaingi kota-kota maju. Ia juga meminta operator memperkuat pelayanan, termasuk ketepatan waktu, kebersihan, dan keamanan di malam hari. Pernyataan Gubernur DKI Jakarta tersebut memicu beragam tanggapan publik. Sejumlah pengamat menilai perbandingan dengan New York sah-sah saja sebagai bentuk optimisme, tetapi tetap menekankan pentingnya data perbandingan yang terukur. Meski begitu, Pramono tetap pada pendiriannya. "Saya tidak berbicara soal gengsi. Saya hanya menyampaikan apa yang saya lihat dan alami," tandasnya. Ia meyakinkan warga bahwa perbaikan transportasi akan terus menjadi prioritas, seiring dengan pengerukan sungai dan pembangunan infrastruktur lain yang mendukung kehidupan perkotaan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dewi Lestari

Penulis kesehatan & nutrisi. Fokus pada topik gizi keluarga dan pola hidup sehat alami.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter