09, 2026
Nasional

Pramono Punya Cara Baru Tata Kampung Kumuh Jakarta

Dewi Lestari
Dewi Lestari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pramono Punya Cara Baru Tata Kampung Kumuh Jakarta

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pramono Anung mengusulkan pendekatan baru dalam penataan kawasan permukiman kumuh di Jakarta. Pendekatan yang dicanangkannya mengedepankan konsep "kampung berkelanjutan" yang memadukan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat setempat.

Dalam sebuah seminar nasional perumahan dan pemukiman yang diselenggarakan di Jakarta beberapa waktu lalu, Pramono menjelaskan bahwa penataan kawasan kumuh tidak bisa lagi dilakukan dengan pendekatan yang seragam. Menurutnya, setiap permukiman memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda sehingga memerlukan solusi yang disesuaikan.

Konsep Kampung Berkelanjutan

Konsep kampung berkelanjutan yang diusung Pramono mengintegrasikan tiga pilar utama: ketahanan lingkungan, inklusi sosial, dan pemberdayaan ekonomi. Konsep ini bertujuan untuk mengubah kawasan permukiman kumuh menjadi lingkungan hidup yang sehat, aman, dan produktif bagi para penghuninya.

"Kita tidak bisa lagi menganggap permukiman kumuh sebagai masalah yang hanya bisa diselesaikan dengan penggusuran atau pemindahan paksa," ujar Pramono. "Kita harus melihatnya sebagai potensi yang dapat dikembangkan menjadi komunitas yang berkelanjutan dan mandiri."

Dalam hal ketahanan lingkungan, pemerintah akan memfasilitasi program penataan drainase, pengelolaan sampah, dan penanaman pohon untuk meningkatkan kualitas udara dan mengurangi risiko banjir. Sementara itu, untuk aspek sosial, pemerintah akan membangun fasilitas umum seperti pusat kesehatan, ruang terbuka hijau, dan fasilitas pendidikan.

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Lokal

Salah satu inovasi utama dalam pendekatan baru ini adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Pramono menekankan bahwa program penataan permukiman harus mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan warga setempat.

"Kita akan membantu warga mengembangkan usaha mikro dan kecil yang sesuai dengan potensi lokal," jelasnya. "Misalnya, dengan pelatihan ketrampilan, akses modal usaha, dan pemasaran produk hasil kerajinan tangan atau pertanian urban."

Pemerintah juga berencana memfasilitasi pembentukan koperasi masyarakat untuk mengelola berbagai usaha bersama. Melalui koperasi ini, warga diharapkan dapat mengelola sumber daya secara lebih efektif dan merasakan manfaat langsung dari pengembangan kawasan tempat mereka tinggal.

Kerjasama Multi Pihak

Untuk mewujudkan visi ini, Kementerian PUPR akan bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk pemerintah daerah, komunitas lokal, sektor swasta, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Pramono menekankan bahwa penataan permukiman kumuh adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan sinergi dari semua pemangku kepentingan.

Tantangan dan Harapan

Meski dianggap sebagai langkah maju, implementasi konsep kampung berkelanjutan ini tidak terlepas dari berbagai tantangan. Salah satu hambatan utama adalah perubahan perilaku masyarakat yang sudah terbiasa dengan cara hidup tertentu selama bertahun-tahun. Selain itu, masalah lahan yang seringkali tidak memiliki sertifikat juga menjadi kendala dalam pengembangan fisik kawasan.

"Tantangan ini tidak boleh menghentikan kita untuk bergerak," tegas Pramono. "Kita harus mulai dari yang paling mungkin dan terus berinovasi. Setiap keberhasilan kecil akan menjadi inspirasi bagi program serupa di kawasan lain."

Hingga kini, Kementerian PUPR telah memulai implementasi konsep ini di beberapa titik di Jakarta, termasuk di kawasan Kampung Pulo di Pulogadung dan Kampung Melayu di Jatinegara. Hasil awal menunjukkan adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan sekitar dan peningkatan pendapatan melalui usaha mikro yang dikembangkan.

Dengan pendekatan yang lebih humanis dan berbasis komunitas, diharapkan penataan permukiman kumuh di Jakarta tidak hanya menciptakan kawasan fisik yang lebih baik, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan martabat para penghuninya sebagai bagian integral dari perkembangan ibu kota.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dewi Lestari

Penulis kesehatan & nutrisi. Fokus pada topik gizi keluarga dan pola hidup sehat alami.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter