Bek Thailand Kecam Kualitas Wasit Final Piala ASEAN
Sebuah kontroversi menghiasi laga final Piala ASEAN antara Thailand dan Vietnam yang berakhir dengan kemenangan 3-0 untuk Thailand. Puncaknya muncul dari pernyataan seorang bek Thailand yang secara terbuka mengumpati kualitas wasit yang memimpin pertandingan tersebut.
Thailand berhasil mempertahankan gelar juara Piala ASEAN setelah mengalahkan Vietnam dengan skor telak 3-0 di final leg kedua di Stadion Rajamangala, Bangkok, Minggu (16/1/2022). Dengan agregat 4-2, The War Elephants sukses meraih gelar untuk kedua kalinya secara berturut-turut.
Namun, meski berhasil meraih kemenangan, suasana di kubu Thailand tidak sepenuhnya ceria. Bek andalan Thailand, Adisak Kraisorn, menyatakan kekecewaannya terhadap performa wasit asal Singapura, Zakuan Zainal Abidin, yang dinilainya tidak optimal dalam memimpin jalannya pertandingan.
Komentar Kontroversial Bek Thailand
Adisak tidak ragu untuk menyampaikan kritiknya usai pertandingan. Ia menilai wasit tersebut gagal memberikan keputusan yang adil terkait beberapa insiden penting di lapangan.
"Saya tidak tahu harus berkata apa tentang wasitnya hari ini. Performanya sangat buruk dan tidak adil," ujar Adisak dikutip dari berbagai sumber.
Bek berusia 31 tahun itu menyoroti beberapa keputusan wasit yang dinilainya merugikan Thailand, terutama terkait penalti dan kartu merah yang diberikan.
"Ada beberapa keputusan yang sangat membingungkan. Saya pikir wasit harus lebih baik dalam mengambil keputusan, terutama di partai final yang begitu penting," tambahnya.
Insiden yang Menjadi Sorotan
Sepanjang pertandingan, terdapat beberapa insiden yang menjadi perhatian khusus dan kemudian dikritik oleh Adisak. Salah satunya adalah insiden di menit ke-70 ketika pemain Thailand diberikan kartu merah setelah melakukan tekel keras terhadap pemain Vietnam.
"Kartu merah tersebut tidak adil. Bola sudah jauh dari pemain kami ketika dia melakukan tekel. Wasit seharusnya memberikan kartu kuning saja," jelas Adisak.
Selain itu, Adisak juga menyoroti penolakan wasit terhadap beberapa penalti yang diajukan Thailand. Menurutnya, ada beberapa kontak yang jelas antara pemain Thailand dengan pemain Vietnam yang seharusnya dianggap sebagai pelanggaran di kotak penalty.
"Kami merasa sangat frustrasi. Beberapa insiden yang seharusnya menjadi penalti untuk kami tidak diakui oleh wasit. Ini adalah partai final, setiap keputusan sangat penting," tuturnya.
Reaksi dari Kubu Lawan
Sementara itu, kubu Vietnam memilih untuk tidak memberikan komentar serupa terkait performa wasit. Pelatih Vietnam, Park Hang-seo, mengakui kekalahan timnya namun menegaskan bahwa mereka akan menghormati setiap keputusan wasit.
"Kami menerima kekalahan hari ini. Thailand bermain lebih baik dan memenangkan pertandingan secara fair. Kami tidak akan mengomentari performa wasit karena itu bukan tanggung jawab kami," ujar Park Hang-seo.
Sejumlah pengamat sepakbola juga memberikan reaksi beragam terkait pernyataan Adisak. Beberapa di antaranya menganggap kritik tersebut wajar mengingat besarnya tekanan dalam sebuah final turnamen. Namun, ada pihak yang berpendapat bahwa seorang pemain seharusnya lebih bijaksana dalam menyampaikan kritik terkait wasit.
Kontroversi Sebelumnya
Ini bukan kali pertama wasit menjadi sorotan dalam Piala ASEAN 2022. Sebelumnya, dalam babak semifinal antara Thailand dan Indonesia, juga terdapat kontroversi terkait keputusan wasit yang dinilai tidak adil oleh beberapa pihak.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sempat menyampaikan kekecewaannya terkait performa wasit dalam beberapa pertandingan sebelumnya. Ia berharap AFC dapat memberikan wasit yang lebih berpengalaman untuk partai-partai penting seperti final.
Dengan kemenangan ini, Thailand berhasil mempertahankan gelar juara Piala ASEAN yang mereka raih pada edisi 2020 lalu. Sementara itu, Vietnam harus puas dengan posisi runner-up untuk kedua kalinya secara berturut-turut setelah sebelumnya juga kalah dari Thailand di final edisi 2020.
Kontroversi yang muncul usai final ini menunjukkan betapa sensitifnya sebuah pertandingan final dalam sepakbola. Setiap keputusan wasit, baik itu kartu merah, penalti, atau bahkan offside, dapat menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan, serta antara juara dan runner-up.
Komentar (0)