07, 2026
Nasional

Profil Pangkostrad Baru Iwan Setiawan, Jenderal Penakluk Gunung Everest

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) dalam upacara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di Istana Negara, Jakarta. Posisi tersebut sebelumnya dipegang oleh Jenderal TNI Agus Subiyanto yang kini menjabat sebagai Panglima TNI. Penunjukan Iwan Setiawan ke kursi Pangkostrad menandai babak baru karier perwira tinggi lulusan Akademi Militer 1991 itu di lingkaran inti kekuatan tempur TNI Angkatan Darat.

Jejak Karier Militer Iwan Setiawan

Iwan Setiawan lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 12 Februari 1969. Ia menempuh pendidikan militer di Akademi Militer dan lulus pada 1991 dengan kecabangan Infanteri. Sepanjang kariernya, ia banyak menghabiskan tugas di satuan tempur dan wilayah operasi, mulai dari Komando Daerah Militer hingga pasukan elite Kopassus. Pengalaman operasi lapangan menjadi fondasi kepemimpinannya di dunia militer.

Beberapa jabatan strategis yang pernah diembannya antara lain Komandan Korem 091/Aji Surya Natakesuma di Kalimantan Timur, Kepala Staf Komando Daerah Militer VI/Mulawarman, serta Komandan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat. Ia juga pernah menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi sebelum akhirnya dipercaya memimpin Kostrad. Penugasan di wilayah perbatasan dan operasi teritorial memperkuat reputasinya sebagai perwira yang mengutamakan kesiapan satuan dan kesejahteraan prajurit.

Pendaki Gunung Everest dan Rekor TNI

Nama Iwan Setiawan mencuat ke publik nasional bukan hanya karena jabatan militernya, tetapi juga karena pencapaiannya sebagai pendaki. Pada 2018, ia berhasil menaklukkan puncak Gunung Everest setinggi 8.848 meter di atas permukaan laut. Ia menjadi perwira tinggi TNI AD pertama yang mencapai puncak tertinggi dunia tersebut. Pendakian itu dilakukan melalui jalur Nepal sisi selatan, salah satu rute paling menantang dengan risiko longsor dan cuaca ekstrem.

Pencapaian tersebut tidak hanya simbolis. Ekspedisi ke Everest membutuhkan ketahanan fisik, disiplin, dan kemampuan mengambil keputusan cepat dalam kondisi berbahaya. Dalam berbagai kesempatan, Iwan Setiawan menyatakan bahwa pengalaman mendaki gunung tertinggi di dunia mengajarkan pentingnya kerja sama tim, perencanaan logistik, dan ketenangan menghadapi tekanan. Nilai-nilai itu kemudian ia terapkan dalam memimpin satuan militer.

Tugas dan Tantangan Kostrad

Kostrad merupakan komando utama pembinaan kekuatan tempur TNI AD yang memiliki dua divisi, yakni Divisi Infanteri 1/Kostrad dan Divisi Infanteri 2/Kostrad. Satuan ini dikenal sebagai pasukan pemukul strategis dengan mobilitas tinggi dan kemampuan operasi lintas medan. Sebagai Pangkostrad, Iwan Setiawan bertanggung jawab atas pembinaan, pelatihan, dan kesiapan operasional seluruh satuan di bawah komandonya.

Tantangan yang dihadapi tidak ringan. Modernisasi alutsista, peningkatan profesionalisme prajurit, serta adaptasi terhadap perkembangan peperangan asimetris menjadi agenda utama. Selain itu, Kostrad kerap dilibatkan dalam operasi militer selain perang, seperti penanggulangan bencana, pembangunan infrastruktur di daerah terpencil, dan pengamanan wilayah perbatasan. Kepemimpinan Iwan Setiawan diharapkan mampu menjaga tradisi Kostrad sebagai satuan yang loyal, profesional, dan dekat dengan rakyat.

Respons dan Harapan

Penunjukan Iwan Setiawan sebagai Pangkostrad mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Pengamat militer menilai latar belakang operasi dan pengalaman internasionalnya menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan pertahanan kontemporer. Sejumlah anggota DPR Komisi I berharap Pangkostrad baru dapat mempercepat program transformasi TNI AD yang sedang berjalan, termasuk penguatan pertahanan siber dan integrasi sistem komunikasi satuan.

Di internal TNI AD, Iwan Setiawan dikenal sebagai perwira yang disiplin namun komunikatif. Rekan sejawatnya menilai ia mampu membangun suasana kerja yang solid tanpa mengurangi ketegasan dalam pengambilan keputusan. Kombinasi pengalaman tempur, pendidikan strategis, dan prestasi pendakian diyakini membentuk gaya kepemimpinannya yang berbasis ketahanan dan keteladanan.

Langkah Awal Kepemimpinan

Setelah dilantik, Iwan Setiawan menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan di Kostrad, terutama peningkatan kesiapan operasional dan kesejahteraan prajurit. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Kostrad dan komando teritorial dalam mendukung tugas pokok TNI AD. Beberapa program pelatihan bersama satuan elite akan dievaluasi untuk memastikan relevansi dengan ancaman yang berkembang.

Kepemimpinan Iwan Setiawan di Kostrad menjadi penanda regenerasi perwira tinggi TNI AD yang mengedepankan profesionalisme dan integritas. Publik menantikan gebrakan yang membawa satuan pemukul strategis itu semakin adaptif terhadap dinamika pertahanan nasional, sejalan dengan visi pemerintah memperkuat sistem pertahanan negara yang modern dan tangguh.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter