16, 2026
Nasional

Pusat Ledakan di Pasar Cimanggis Ditemukan

Kirana Wijaya
Kirana Wijaya Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pusat Ledakan di Pasar Cimanggis Ditemukan

Tim penyelidik kepolisian berhasil mengidentifikasi pusat ledakan yang terjadi di Pasar Cimanggis, Depok, beberapa hari lalu. Berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, ledakan berasal dari sebuah kios yang menjual gas elpiji. Informasi ini diperoleh dari Kepala Polresta Depok, Komisaris Besar Polisi Ahmad Yani, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolresta Depok, Rabu (15/3).

Menurut Kapolresta, ledakan terjadi akibat kebocoran tabung gas yang tidak segera diperhatikan oleh pemilik kios. "Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, ledakan berasal dari kios yang menjual gas elpiji. Ada indikasi kebocoran tabung gas yang kemudian menimbulkan percikan api dari kompor yang masih menyala," ujar Kapolresta.

Kronologi Ledakan

Kejadian bermula ketika sepeda motor yang parkir di dekat kios tiba-tiba meledak. Ledakan tersebut kemudian memicu ledakan beruntun di sejumlah kios yang berdekatan. Menurut Kapolresta, ledakan pertama disebabkan oleh adanya percikan api dari kompor yang menimbulkan gas yang sudah bocor.

Akibat ledakan tersebut, satu orang meninggal dunia dan 15 orang lainnya mengalami luka-luka berbagai derajat. Korban yang tewas adalah pemilik kios gas, sedangkan korban luka dirawat di beberapa rumah sakit sekitar Depok. Sejumlah kios mengalami kerusakan berat, termasuk ratusan motor yang parkir di sekitar pasar ikut terbakar.

Penyebab Utama

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim ahli forensik kepolisian, penyebab utama ledakan adalah kelalaian dalam penanganan gas elpiji. "Tabung gas yang digunakan sudah tua dan mengalami korosi. Selain itu, pemilik kios tidak melakukan pengecekan rutin terhadap kebocoran gas," ujar seorang anggota tim forensik yang tidak mau disebutkan namanya.

Tim forensik juga menemukan adanya beberapa tabung gas yang disimpan dalam kondisi tidak aman. "Beberapa tabung gas disimpan dalam posisi terlentang dan saling bersentuhan, yang berpotensi menimbulkan gesekan dan percikan api," tambahnya.

Tanggapan Pemerintah

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, menyatakan akan memberikan bantuan bagi para pedagang yang terkena dampak ledakan. "Kita akan membantu para pedagang yang kehilangan mata pencaharian akibat kejadian ini. Bantuan berupa modal usaha dan bantuan sembako akan kami berikan," kata Wali Kota saat ditemui di lokasi kejadian.

Selain itu, pemerintah setempat juga akan melakukan evaluasi terhadap keamanan di pasar-pasar tradisional. "Kami akan melakukan pengecekan keselamatan di semua pasar di Depok, terutama dalam penanganan gas elpiji dan materiil mudah terbakar lainnya," tambah Wali Kota.

Langkah Pencegahan

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Depok, Budi Santoso, mengatakan akan melakukan sosialisasi pentingnya keselamatan dalam menggunakan gas elpiji. "Kami akan bekerja sama dengan Polresta Depok untuk memberikan edukasi kepada para pedagang dan masyarakat tentang cara penanganan gas elpiji yang aman," ujarnya.

Dinas Perdagangan juga akan mengimbau para pedagang untuk tidak menyimpan tabung gas dalam jumlah banyak dan dalam kondisi tidak aman. "Pemasangan tabung gas harus mematuhi standar keamanan, jarak dari sumber api minimal dua meter, dan penyimpanan dalam posisi tegak," tambah Budi.

Sementara itu, PT Pertamina (Persero) sebagai distributor gas elpiji mengimbau masyarakat untuk melakukan pengecekan rutin terhadap tabung gas yang digunakan. "Pengecekan bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan campuran air dan sabun pada selang dan katup tabung. Jika ada gelembung, berarti ada kebocoran," kata Humas Pertamina, Rina Handayani.

Status Hukum

Kepolisian saat ini masih menyelidiki apakah ada unsur kecelakaan kerja atau kelalaian yang berat dalam kejadian ini. "Kami masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk menentukan status hukum dari kejadian ini. Pemilik kios gas akan kita panggil lagi untuk dimintai keterangan lebih lanjut," kata Kapolresta.

Polisi juga telah menyita beberapa tabung gas yang menjadi sumber ledakan untuk selanjutnya diperiksa di laboratorium forensik. Hasak pemeriksaan akan menentukan apakah ada kejahatan dalam kejadian ini atau murni kecelakaan akibat kelalaian.

Untuk sementara waktu, pasar Cimanggis ditutak sementara untuk proses investigasi. Pihak kepolisian meminta para pedagang untuk tidak membuka kios hingga ada pemberitahuan lebih lanjut. "Kami meminta kerja sama dari seluruh pihak agar proses investigasi berjalan lancar," tutup Kapolresta.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Wijaya

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter