17, 2026
Nasional

Rebutan Wanita, Duel Dua Pria Bertetangga di Kendal Berujung Maut

Arief Pratama
Arief Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Rebutan Wanita, Duel Dua Pria Bertetangga di Kendal Berujung Maut

Tragedi mewabah terjadi di Desa Jajar Kulon, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Perkara rebutan cinta antara dua tetangga berujung mungkin setelah seorang pria tewas ditusuk oleh tetangganya sendiri. Kejadian yang memilukan ini terjadi pada Sabtu (15/7) dini hari sekira pukul 02.00 WIB.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan saksi mata, korban bernama Ahmad Sodik (35) warga Desa Jajar Kulon bertengkar dengan tetangganya, Budi Santoso (32). Konfeksi bermula dari masalah asmara yang melibatkan seorang wanita. Kedua pemaian sama-sama menyukai wanita bernina Rina (28) yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.

Saksi mata, Ahmad Rusli (50), tetangga korban, menceritakan bahwa sebelum terjadi penyerangan, korban dan pelaku terlibat cekcok keras di depan rumah Rina. "Mereka saling menyerang dengan kata-kata kasar hingga akhirnya terjadi bentrokan fisik," ujar Ahmad Rusli.

Menurutnya, Budi Santoso yang merasa terprovokasi mendapatkan senjata tajam berupa pisau dapur dari dalam rumahnya. "Saya sempat mencoba melerai tapi sudah terlambat. Budi langsung menusuk perut Ahmad Sodik berkali-kali," tambahnya sambil menunjuk bekas darah yang masih menggenang di lokasi kejadian.

Korban Meninggal Dunia di Tempat

Setahap korban ditusuk, Budi langsung melarikan diri meninggalkan korban yang tergeletak di luar rumah dengan kondisi perlu terdapat luka tusukan di bagian perut. Warga sekitar yang mendengar teriakan korban pun segera mendatangi lokasi dan menemukan korban dalam kondisi tidak sadar dengan darah bercucuran.

Pelaku Ditangkap Polisi

Setelah menerima laporan, tim Reskrim Polres Kendal segera turun ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga melakukan penyelidikan untuk menemukan pelaku yang sudah melarikan diri.

Kasat Reskrim Polres Kendal, AKP Eko Purnomo, mengatakan bahwa pelaku berhasil ditangkap di rumahnya beberapa jam setelah kejadian. "Pelaku kami amankan di rumahnya sekitar pukul 08.00 WIB. Saat ditangkap, pelaku masih dalam kondisi panik dan menyerah tanpa perlawanan," ujarnya.

Menurut AKP Eko, dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengakui perbuatannya. "Pelaku mengaku terprovokasi karena korang selalu mengganggu Rina. Dia bilang korban sering datang ke rumah Rina di tengah malam," jelasnya.

Motif Asmara yang Membara

Polisi menyita barang bukti berupa pisau dapur yang digunakan sebagai senjata pembunuhan. Senjata tersebut ditemukan di dalam lemari dapur rumah pelaku dengan kondisi masih basah darah.

Dari keterangan Rina, wanita yang menjadi pemicu konflik tersebut, ia mengaku tidak memiliki hubungan spesial dengan kedua pria tersebut. "Saya hanya kenal mereka sebagai tetangga. Saya tidak tahu kenapa mereka bertengkar karena masalah saya," ujar Rina saat diperiksa polisi.

Proses Hukum Berlanjut

Saat ini, pelaku Budi Santoso telah diamankan di Mapolres Kendal untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Ia dijerat pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Kapolres Kendal AKBP Heru Purnomo mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan masalah dengan cara damai. "Jangan membiarkan masalah kecil menjadi konfeksi yang berujung fatal. Gunakan jalur hukum jika ada perselisihan," pesannya.

Tragedi ini kembali menunjukkan betapa bahayanya permusuhan yang dipicu oleh masalah asmara. Dua keluarga sekarang harus merasakan duka setelah seorang pria tewas dan seorang lainnya menghadapi tuduhan pembunuhan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Arief Pratama

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter