20, 2026
Nasional

Remaja Tewas Tenggelam Saat Naik Perahu di Danau Pusat Pemprov Banten

Seorang remaja tenggelam di danau retensi KP3B Serang. Korban ditemukan meninggal dunia.]]>

Intan Permata
Intan Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Remaja Tewas Tenggelam Saat Naik Perahu di Danau Pusat Pemprov Banten

Seorang remaja dilaporkan tewas setelah tenggelam di danau yang berada di kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Serang. Korban tenggelam setelah perahu yang ditumpanginya bersama sejumlah rekannya mengalami kecelakaan di perairan danau tersebut pada sore hari.

Peristiwa itu terjadi ketika kawasan pusat pemerintahan provinsi masih ramai dikunjungi warga. Danau buatan yang menjadi bagian dari penataan ruang terbuka hijau di kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu titik yang kerap dikunjungi masyarakat untuk bersantai, berolahraga, maupun menikmati pemandangan pada akhir pekan.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, peristiwa bermula saat korban bersama beberapa rekannya menaiki sebuah perahu kecil di danau tersebut. Perahu itu digunakan untuk berkeliling di atas permukaan air. Namun, di tengah perjalanan, perahu tersebut diduga kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik.

Sejumlah penumpang perahu berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian atau ditolong oleh warga yang berada di sekitar lokasi. Korban, yang diduga tidak mampu berenang dengan baik, terbawa arus dan tenggelam ke dasar danau. Upaya pertolongan awal yang dilakukan warga di sekitar lokasi tidak membuahkan hasil karena korban sudah tidak terlihat di permukaan air.

Warga yang menyaksikan kejadian tersebut langsung melaporkannya kepada petugas keamanan kawasan dan aparat kepolisian setempat. Laporan itu kemudian diteruskan kepada tim pencarian dan pertolongan yang berada di wilayah Serang dan sekitarnya.

Proses Pencarian dan Evakuasi

Tim pencarian dan pertolongan bersama petugas kepolisian, petugas keamanan kawasan, serta warga melakukan pencarian di sekitar titik lokasi perahu terbalik. Proses pencarian dilakukan dengan menyisir permukaan danau menggunakan perahu karet serta melakukan penyelaman di area yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam.

Setelah dilakukan pencarian, jasad korban akhirnya berhasil ditemukan dan diangkat ke daratan. Jenazah kemudian dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut. Pihak keluarga korban disebut telah menerima kabar duka tersebut dan menolak jenazah untuk dilakukan autopsi.

Petugas di lokasi langsung memasang garis pembatas dan mengimbau warga yang berada di sekitar danau untuk tidak mendekat selama proses evakuasi berlangsung. Sejumlah pengunjung yang berada di kawasan tersebut tampak memperhatikan proses evakuasi dari jarak tertentu.

Keterangan Pihak Berwenang

Aparat kepolisian menyatakan masih mendalami penyebab pasti kecelakaan perahu tersebut. Polisi akan memeriksa sejumlah saksi, termasuk rekan-rekan korban yang selamat, untuk mengetahui bagaimana perahu itu bisa terbalik dan apakah terdapat unsur kelalaian dalam kejadian tersebut.

Selain memeriksa saksi, petugas juga mengumpulkan keterangan dari pengelola kawasan dan petugas keamanan mengenai aturan pemanfaatan danau serta prosedur keselamatan yang seharusnya diterapkan bagi pengunjung. Polisi belum menyimpulkan apakah perahu yang digunakan merupakan perahu sewaan resmi atau perahu yang dibawa sendiri oleh para remaja tersebut.

Pihak pengelola kawasan pusat pemerintahan provinsi diminta memberikan penjelasan mengenai pengawasan aktivitas di area danau. Sejumlah pihak menilai perlu ada pembatasan yang lebih tegas terhadap aktivitas perahu rakyat di danau tersebut, terutama karena kawasan itu bukan peruntukan wisata air resmi.

Faktor Keselamatan di Kawasan Danau

Danau di kawasan pusat pemerintahan Provinsi Banten berfungsi sebagai bagian dari sistem drainase dan penataan lanskap kawasan. Meski demikian, keberadaan danau itu kerap menarik minat warga untuk mendekat, termasuk anak-anak dan remaja yang ingin bermain di tepian atau mencoba menaiki perahu.

Pengamat keselamatan perairan menilai insiden semacam ini menunjukkan pentingnya penandaan area terlarang, penyediaan alat keselamatan seperti pelampung, serta pengawasan berkala di kawasan perairan terbuka yang mudah diakses publik. Ketiadaan pengawasan dinilai menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko kecelakaan.

Selain itu, kemampuan berenang yang terbatas pada sebagian remaja menjadi faktor yang memperburuk dampak kecelakaan air. Edukasi mengenai keselamatan di perairan, termasuk larangan menggunakan perahu tanpa perlengkapan keselamatan, dinilai perlu terus disosialisasikan kepada warga di sekitar kawasan.

Imbauan kepada Masyarakat

Aparat mengimbau warga, khususnya orang tua, untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak dan remaja di kawasan perairan terbuka. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berisiko di danau, termasuk menaiki perahu tanpa pengawasan petugas dan tanpa perlengkapan keselamatan.

Pemerintah daerah diharapkan mengevaluasi pengamanan kawasan, mulai dari penambahan rambu peringatan, pembatasan akses ke tepian danau, hingga penempatan petugas jaga pada jam-jam ramai kunjungan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.

Kasus tenggelamnya remaja tersebut menambah daftar kecelakaan air yang terjadi di kawasan perairan terbuka. Hingga kini, penyelidikan kepolisian masih berlangsung untuk memastikan penyebab kejadian dan pihak yang bertanggung jawab atas keselamatan pengunjung di kawasan danau tersebut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Permata

Spesialis konten kuliner sehat, diet, dan resep rendah kalori.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter