Revitalisasi SMP Aceh Selatan Hampir Rampung, Siap Difungsikan November 2026
Proyek revitalisasi sekolah menengah pertama (SMP) di Aceh Selatan telah mencapai tingkat kemajuan yang signifikan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Selatan, Dr. Fahrul Razi, mengkonfirmasi bahwa pembangunan beberapa unit gedung sekolah yang direvitalisasi telah mencapai 85% tingkat penyelesaian. Proyek yang dimulai pada tahun 2023 ini diperkirakan akan rampung sepenuhnya pada November 2026.
Dalam kunjungan kerjanya ke lokasi pembangunan beberapa waktu lalu, Bupati Aceh Selatan, H. Tgk. Hasanudin, menyatakan kepuasannya atas kemajuan fisik proyek. "Kami sangat mengapresiasi kemajuan pembangunan yang telah dicapai tim kontraktor. Dengan tingkat penyelesaian 85%, kami optimis proyek ini dapat selesai tepat waktu pada November 2026," ujarnya.
Rincian Proyek Revitalisasi
Program revitalisasi ini mencakup renovasi dan pembangunan baru delapan SMP di seluruh kecamatan di Aceh Selatan. Total anggaran yang dikeluarkan pemerintah pusat dan daerah mencapai Rp450 miliar. Dana ini digunakan untuk membangung gedung belajar perpustakaan, laboratorium, ruang guru, fasilitas olahraga, serta sarana penunjang lainnya.
Setiap sekolah yang direvitalisasi dirancang dengan standar modern dan ramah lingkungan. Konsep desain yang diusung menggabungkan arsitektur tradisional Aceh dengan kebutuhan pendidikan kontemporer. "Kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya fungsional tetapi juga memiliki nilai budaya lokal," jelas Kepala Dinas Pendidikan.
Tanggapan dari Kalangan Pendidik
Kepala salah satu SMP yang menjadi prioritas revitalisasi, SMP Negeri 1 Kluet Timur, menyatakan antusiasme akan fasilitas baru yang akan diterima. "Sekarang kita masih menggunakan gedung yang sudah tua dan kurang memadai. Dengan revitalisasi ini, kami yakin proses belajar mengajar akan lebih efektif dan siswa merasa nyaman," ujar kepala sekolah yang tidak mau disebutkan namanya tersebut.
Guru matematika di SMP tersebut, Irwandi, menambahkan bahwa fasilitas laboratorium yang baru diharapkan dapat meningkatkan praktik pembelajaran. "Saat ini, laboratorium kita sangat terbatas. Dengan laboratorium yang memadai, siswa bisa melakukan eksperimen langsung yang tentu saja akan meningkatkan pemahaman mereka," paparnya.
Kemajuan Pembangunan Per Sekolah
Dari delapan SMP yang direvitalisasi, tiga di antaranya telah mencapai 90% penyelesaian. SMP Negeri 1 Kluet Timur, SMP Negeri 2 Sawang, dan SMP Negeri 1 Labuhan Haji telah memasuki tahap finishing. Sementara itu, lima SMP lainnya masih dalam tahap pembangunan utama dengan rentang penyelesaian antara 70% hingga 85%.
Tim pengawas proyek dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Aceh Selatan melakukan monitoring rutin setiap minggu untuk memastikan kualitas dan kecepatan pembangungan. "Kami melakukan pengecekan kualitas bahan dan pekerjaan secara berkala. Jika ada yang tidak sesuai standar, kami langsung meminta perbaikan," jelas Kepala Bidang Pendidikan Sarana Prasarana DPUPR Aceh Selatan, Zulkifli.
Dampak terhadap Pendidikan di Aceh Selatan
Direktur Pembinaan SMP Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan, Kultur, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Dr. Surya Darma, mengatakan revitalisasi ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil. "Fasilitas yang memadai adalah salah satu pilar utama dalam menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Program ini merupakan komitmen pemerintah untuk menyamakan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia," ujarnya.
Bupati Aceh Selatan juga menegaskan bahwa selain untuk peningkatan kualitas pendidikan, revitalisasi ini juga bertujuan untuk mengurangi anggota putus sekolah. "Dengan fasilitas yang lebih baik, kami harap siswa semakin termotivasi untuk menyelesaikan pendidikannya. Ini investasi masa depan untuk generasi muda Aceh Selatan," pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar, berjanji akan terus memantau kemajuan proyek hingga rampung. "Pemerintah Aceh akan mendukung sepenuhnya program revitalisasi sekolah ini. Kami percaya dengan fasilitas yang baik, potensi siswa di Aceh Selatan dapat berkembang optimal," kata Nazar dalam acara penandatanganan perjanjian kerja sama beberapa waktu lalu.
Proyek revitalisasi SMP di Aceh Selatan diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas sarana prasarana pendidikan. Dengan target penyelesaian November 2026, pihak terkait berkomitmen untuk menyelesaikan proyek tepat waktu tanpa mengurangi kualitas.
Komentar (0)