30, 2026
Olahraga

Riset Ungkap 51,9 Persen Gen Z Rela Potong Anggaran Nongkrong demi Hobi Olahraga

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2025/11/17/691a827308327-ilustrasi-olahraga-hyrox_665_374.jpeg" align="left" hspace="7" width="100" />

Andi Prasetyo
Andi Prasetyo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Riset Ungkap 51,9 Persen Gen Z Rela Potong Anggaran Nongkrong demi Hobi Olahraga

Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa lebih dari separuh generasi Z di Indonesia rela mengurangi anggaran untuk kegiatan nongkrong demi menyalurkan hobi mereka pada olahraga. Penelitian yang melibatkan 1.500 responden usia 18-25 tahun ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam pola pengeluaran dan prioritas hidup generasi muda.

Perubahan Prioritas Finansial

Hasil riset menunjukkan bahwa 51,9 persen responden dari generasi Z mengaku lebih memilih mengalokasikan dana untuk kebutuhan olahraga daripada menghabiskan uang untuk kumpul-kumpul atau nongkrong dengan teman. Angka ini mengindikasikan adanya perubahan nilai yang terjadi pada generasi muda di Indonesia yang semakin sadar akan pentingnya kesehatan dan gaya hidup aktif.

"Kami melihat tren yang menarik di mana generasi Z semingga memprioritaskan kesehatan fisik dibandingkan kegiatan sosial tradisional," ujar Dr. Siti Rahayu, peneliti utama dari tim riset ini. "Ini bukan berarti mereka tidak menghargai interaksi sosial, tetapi cara mereka mengekspresikannya telah berubah."

Alasan di Balik Pemilihan Olahraga

Beberapa faktor mendasari pergeseran prioritas ini. Pertama, kesadaran akan pentingnya kesehatan yang meningkat sejak pandemi COVID-19. Kedua, akses informasi tentang manfaat olahraga yang semakin mudah didapatkan melalui media sosial dan platform digital. Ketiga, semakin banyaknya komunitas olahraga yang menarik minat generasi muda.

Responden mengungkapkan bahwa olahraga memberikan mereka energi positif, meningkatkan produktivitas, dan membantu mengurangi stres akibat aktivitas sehari-hari. "Setelah berolahraga, saya merasa lebih fokus dan berenergi dalam menjalani aktivitas kuliah dan pekerjaan," kata salah satu responden bernama Rizki (22), mahasiswa di Jakarta.

Dampak pada Industri Hiburan dan Kuliner

Pergeseran perilaku konsumsi ini berdampak signifikan pada industri hiburan dan kuliner yang bergantung pada kegiatan nongkrong. Banyak kafe, restoran, dan tempat hiburan malam melaporan penurunan jumlah pengunjung dari kalangan generasi Z pada hari biasa.

"Kami melihat penurunan sekitar 30 persen pengunjung di usia 18-25 tahun pada hari kerja dibandingkan dua tahun lalu," kata Budi Santoso, manajer sebuah kafe di kawasan Senayan, Jakarta. "Namun, kami beradaptasi dengan menawarkan paket olahraga dan makanan sehat untuk menarik kembali mereka."

Generasi Z dan Budaya Olahraga

Generasi Z tidak hanya berolahraga untuk kesehatan fisik, tetapi juga sebagai bagian dari identitas dan gaya hidup. Olahraga seperti futsal, basket, renang, dan fitness menjadi bagian dari budaya mereka yang sering dibagikan melalui media sosial.

Media sosial memainkan peran penting dalam mempopulerkan budaya olahraga. Generasi Z sering membagikan foto dan video aktivitas olahraga mereka, serta ikut serta dalam berbagai tantangan olahraga yang viral di platform seperti TikTok dan Instagram.

Tren Global Lokal

Fenomena ini sejalan dengan tren global di mana generasi Z di berbagai negara semakin memprioritaskan kesehatan dan kebugaran. Namun, di Indonesia, tren ini memiliki sentuhan lokal dengan munculnya berbagai jenis olahraga yang disesuaikan dengan minat dan kondisi sosial masyarakat setempat.

"Kami melihat kombinasi antara tren global dengan adaptasi lokal," kata Prof. Ahmad Dahlan, sosiolog dari Universitas Indonesia. "Generasi Z Indonesia mengadopsi gaya hidup sehat dari dunia internasional, tetapi menyesuaikannya dengan konteks sosial dan budaya yang ada di Indonesia."

Masa Depan Gaya Hidup Aktif

Dengan semakin meningkatnya minat generasi Z pada olahraga, diperkirakan industri kebugaran dan olahraga akan terus berkembang. Banyak peluang bisnis baru muncul, mulai dari fasilitas olahraga, pakaian olahraga, hingga makanan dan suplemen yang mendukung gaya hidup aktif.

Pemerintah dan sektor swasta perlu memperhatikan tren ini dalam merancang kebijakan dan program yang mendukung gaya hidup aktif generasi muda. "Investasi pada fasilitas olahraga dan edukasi kesehatan akan menjadi kunci untuk mendukung generasi Z dalam menjalani gaya hidup sehat," kata dr. Maya Sari, ahli kesehatan masyarakat.

Dengan semakin banyaknya generasi Z yang memilih olahraga daripada nongkrong, tampaknya Indonesia sedang mengalami pergeseran budaya yang signifikan menuju masyarakat yang lebih sehat dan aktif. Perubahan ini tidak hanya mempengaruhi pola pengeluaran, tetapi juga cara generasi muda mengekspresikan diri dan membangun identitas sosial mereka.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Andi Prasetyo

Kontributor bidang kebugaran dan olahraga. Menulis tips workout dan gaya hidup aktif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter