24, 2026
Gaya Hidup

Risiko Finansial Jika Tidak Punya Asuransi Kesehatan dan Cara Mengantisipasinya

Hesti Nasution
Hesti Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kesehatan merupakan salah satu aset penting yang perlu kamu jaga, bukan hanya untuk menunjang aktivitas sehari-hari, tetapi juga untuk menjaga kondisi keuangan. Pasalnya, ketika sakit atau mengalami kecelakaan, kamu mungkin harus mengeluarkan biaya untuk konsultasi dokter, obat, pemeriksaan, tindakan medis, hingga rawat inap.

Jika seluruh biaya tersebut harus dibayar menggunakan uang pribadi, kondisi keuangan bisa ikut terdampak. Inilah salah satu alasan mengapa penting memahami risiko finansial jika tidak punya asuransi kesehatan.

Bukan berarti setiap orang wajib memiliki asuransi kesehatan dengan manfaat yang sama. Namun, kamu perlu memahami seberapa besar kemampuan finansial untuk menanggung biaya medis secara mandiri. Dari sini, kamu bisa menentukan kombinasi perlindungan yang sesuai, seperti BPJS Kesehatan, dana kesehatan, dana darurat, dan asuransi kesehatan tambahan.

Lantas, apa saja risiko finansial yang mungkin muncul jika kamu tidak memiliki asuransi kesehatan?

Apa yang Dimaksud Risiko Finansial Jika Tidak Punya Asuransi Kesehatan?

Risiko finansial jika tidak punya asuransi kesehatan adalah kemungkinan terganggunya kondisi keuangan karena kamu harus menanggung sendiri biaya medis yang muncul akibat sakit, kecelakaan, atau kondisi kesehatan tertentu.

Risiko tersebut tidak selalu langsung berupa tagihan rumah sakit yang besar. Pengeluaran kecil yang terjadi berulang kali juga dapat mengurangi tabungan jika tidak dimasukkan ke dalam anggaran.

Sebagai contoh, kamu mungkin hanya perlu membayar konsultasi dan obat ketika mengalami sakit ringan. Namun, jika kondisi membutuhkan rawat inap atau tindakan medis, nominalnya bisa meningkat dan menghabiskan dana yang sebelumnya dialokasikan untuk kebutuhan lain.

Cermati juga menjelaskan bahwa risiko penyakit dan kecelakaan dapat muncul tanpa peringatan, sementara biaya medis yang meningkat dapat membuat mengandalkan tabungan pribadi saja menjadi kurang memadai untuk sebagian orang.

Risiko Finansial Jika Tidak Punya Asuransi Kesehatan

Berikut beberapa risiko yang perlu kamu pertimbangkan jika belum memiliki asuransi kesehatan tambahan.

1. Tabungan Bisa Terkuras untuk Biaya Pengobatan

Risiko pertama adalah berkurangnya tabungan secara signifikan.

Misalnya, kamu sudah memiliki tabungan Rp30 juta untuk membeli kendaraan atau membayar uang muka rumah. Tiba-tiba kamu membutuhkan Rp15 juta untuk biaya medis.

Jika tidak ada sumber pembiayaan lain yang sesuai, kamu mungkin harus menggunakan sebagian tabungan tersebut. Akibatnya, rencana keuangan yang sudah dibuat sebelumnya dapat tertunda.

Semakin besar biaya medis yang harus dibayar sendiri, semakin besar pula potensi tabungan berkurang.

2. Dana Darurat Bisa Cepat Habis

Dana darurat memang disiapkan untuk menghadapi kondisi tidak terduga, termasuk kebutuhan kesehatan. Namun, jika kamu tidak memiliki perlindungan lain, biaya medis yang besar dapat menghabiskan sebagian besar dana tersebut.

Misalnya, kamu memiliki dana darurat Rp20 juta dan membutuhkan Rp12 juta untuk perawatan. Setelah membayar biaya tersebut, dana yang tersisa hanya Rp8 juta.

Masalahnya, setelah dana darurat digunakan untuk biaya kesehatan, kamu masih tetap membutuhkan dana untuk menghadapi risiko lain seperti kehilangan pekerjaan atau kebutuhan mendesak keluarga.

Karena itu, dana darurat sebaiknya tidak menjadi satu-satunya strategi untuk menghadapi risiko biaya kesehatan.

3. Harus Berutang untuk Membayar Biaya Medis

Jika tabungan dan dana darurat tidak mencukupi, kamu mungkin mempertimbangkan pinjaman untuk membayar tagihan kesehatan.

Hal ini dapat menciptakan beban baru karena setelah kondisi kesehatan membaik, kamu masih harus membayar cicilan atau kewajiban tersebut.

Sebagai ilustrasi, jika tagihan medis mencapai Rp20 juta sementara dana yang tersedia hanya Rp5 juta, terdapat kekurangan Rp15 juta yang perlu dicari sumber pembiayaannya.

Karena itu, kemampuan membayar biaya kesehatan sebaiknya dipertimbangkan sebelum risiko tersebut benar-benar terjadi.

4. Investasi Bisa Terpaksa Dicairkan

Risiko lainnya adalah kamu mungkin harus menjual investasi untuk mendapatkan dana tunai.

Padahal, investasi biasanya memiliki tujuan dan jangka waktu tertentu. Ketika investasi harus dicairkan karena kebutuhan medis mendadak, kamu mungkin tidak bisa mendapatkan hasil sesuai rencana.

Risiko ini semakin perlu diperhatikan jika aset yang dimiliki memiliki fluktuasi harga. Kamu bisa saja terpaksa menjual ketika nilai aset sedang turun.

Karena itu, dana untuk kebutuhan kesehatan sebaiknya dipisahkan dari investasi jangka panjang.

5. Rencana Keuangan Bisa Tertunda

Biaya kesehatan yang besar juga dapat mengganggu berbagai target finansial.

Misalnya, kamu sedang menyiapkan:

Jika sebagian besar dana tersebut digunakan untuk membayar biaya medis, target yang sebelumnya sudah direncanakan dapat tertunda.

Inilah mengapa perlindungan kesehatan juga berkaitan dengan perencanaan keuangan jangka panjang.

6. Penghasilan Bisa Ikut Berkurang

Dampak finansial akibat sakit tidak hanya berasal dari biaya pengobatan.

Jika kondisi kesehatan membuat kamu tidak bisa bekerja selama beberapa hari atau bahkan lebih lama, penghasilan juga berpotensi berkurang, terutama jika kamu bekerja dengan sistem penghasilan berdasarkan kehadiran atau produktivitas.

Dengan demikian, risiko kesehatan dapat memberikan dua tekanan sekaligus: pengeluaran meningkat sementara pemasukan berpotensi menurun.

Apakah Tidak Punya Asuransi Berarti Harus Membayar Semua Biaya Sendiri?

Tidak selalu.

Jika kamu terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, terdapat skema Jaminan Kesehatan Nasional yang dapat membantu pembiayaan layanan kesehatan sesuai ketentuan program.

Penting untuk membedakan BPJS Kesehatan dengan asuransi kesehatan komersial. OJK menjelaskan bahwa ketentuan penyelenggaraan produk asuransi kesehatan komersial berbeda dari skema JKN yang diselenggarakan BPJS Kesehatan.

Artinya, ketika membahas risiko finansial jika tidak punya asuransi kesehatan, kamu perlu melihat seluruh perlindungan yang sudah dimiliki, bukan hanya apakah mempunyai polis asuransi swasta atau tidak.

Cara Mengurangi Risiko Finansial Tanpa Mengabaikan Kondisi Keuangan

Jika saat ini kamu belum memiliki asuransi kesehatan tambahan, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan.

1. Pastikan BPJS Kesehatan Aktif

BPJS Kesehatan dapat menjadi salah satu lapisan perlindungan dalam perencanaan kesehatan. Pastikan kepesertaan kamu aktif dan pahami prosedur pelayanan yang berlaku.

Dengan begitu, kamu tidak sepenuhnya bergantung pada uang pribadi ketika membutuhkan pelayanan medis yang termasuk dalam cakupan program.

2. Bangun Dana Darurat

Tetap siapkan dana darurat meskipun kamu sudah memiliki perlindungan kesehatan.

Dana ini dapat membantu menghadapi biaya yang tidak terduga, termasuk pengeluaran kesehatan yang tidak ditanggung atau kebutuhan finansial lain.

Jumlahnya dapat disesuaikan dengan kondisi penghasilan, pengeluaran, dan jumlah tanggungan kamu.

3. Buat Dana Kesehatan Khusus

Selain dana darurat, kamu bisa membuat pos khusus untuk kesehatan.

Misalnya, kamu menyisihkan Rp500.000 setiap bulan.

Dalam satu tahun:

Rp500.000 x 12 = Rp6 juta

Dana tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan kesehatan rutin maupun biaya tertentu yang perlu dibayar dari kantong pribadi.

4. Pertimbangkan Asuransi Kesehatan

Jika kondisi finansial memungkinkan, kamu dapat mempertimbangkan asuransi kesehatan sebagai salah satu cara mengalihkan sebagian risiko biaya medis kepada perusahaan asuransi sesuai ketentuan polis.

OJK melalui POJK 36/2025 mengatur penguatan ekosistem asuransi kesehatan, termasuk penyelenggaraan dan desain produk, manajemen risiko, telaah utilisasi, koordinasi antarpenyelenggara jaminan, serta perlindungan konsumen. Aturan tersebut berlaku dan menggantikan SEOJK 7/2025 sebelumnya.

Namun, kamu tetap perlu membaca polis dengan teliti. Jangan hanya melihat nominal manfaat, tetapi pahami juga batas manfaat, pengecualian, masa tunggu, jaringan rumah sakit, mekanisme klaim, serta biaya yang mungkin tetap menjadi tanggungan kamu.

Bagaimana Jika Sudah Punya Asuransi Kesehatan?

Memiliki asuransi kesehatan bukan berarti kamu tidak perlu menyiapkan dana pribadi.

Kamu tetap perlu memahami kemungkinan biaya yang harus dibayar sendiri. Misalnya, terdapat deductible, co-payment, atau manfaat tertentu yang memiliki batas sesuai polis.

Dalam POJK 36/2025, produk asuransi kesehatan dapat ditawarkan tanpa fitur pembagian risiko. Jika fitur tersebut digunakan, co-payment ditetapkan sebesar 5% dari total pengajuan klaim dengan batas maksimum Rp300.000 untuk rawat jalan dan Rp3 juta untuk rawat inap per pengajuan klaim, dan/atau deductible tahunan sesuai kesepakatan.

Karena itu, kamu sebaiknya tetap memiliki dana likuid untuk mengantisipasi biaya yang tidak ditanggung.

Cara Menilai Apakah Kamu Membutuhkan Asuransi Kesehatan

Sebelum memutuskan memiliki asuransi kesehatan tambahan, coba evaluasi beberapa hal berikut:

  1. Berapa penghasilan bulanan kamu?

  2. Berapa jumlah tabungan yang tersedia?

  3. Berapa dana darurat yang sudah dimiliki?

  4. Apakah kamu memiliki tanggungan keluarga?

  5. Apakah BPJS Kesehatan kamu aktif?

  6. Berapa biaya medis yang mampu kamu tanggung sendiri?

  7. Apakah kehilangan penghasilan akibat sakit akan memengaruhi kebutuhan sehari-hari?

  8. Apakah kamu memiliki aset yang mudah dicairkan jika membutuhkan biaya medis besar?

Semakin besar kesenjangan antara potensi biaya kesehatan dan kemampuan finansial kamu, semakin penting untuk mengevaluasi pilihan perlindungan yang tersedia.

Tips Menghindari Beban Finansial Akibat Biaya Kesehatan

Agar biaya kesehatan tidak mengganggu kondisi finansial, kamu bisa menerapkan beberapa kebiasaan berikut:

  • Sisihkan uang untuk dana kesehatan setiap bulan.

  • Bangun dana darurat secara bertahap.

  • Pastikan BPJS Kesehatan aktif.

  • Pahami manfaat perlindungan yang sudah dimiliki.

  • Baca polis sebelum membeli asuransi.

  • Periksa batas manfaat dan pengecualian.

  • Simpan dana likuid untuk biaya yang tidak ditanggung.

  • Jangan menjadikan investasi sebagai satu-satunya sumber dana kesehatan.

  • Evaluasi perlindungan ketika kondisi keuangan dan jumlah tanggungan berubah.

Mengantisipasi Risiko Finansial dengan Perencanaan Kesehatan

Risiko finansial jika tidak punya asuransi kesehatan dapat berupa tabungan yang terkuras, dana darurat yang berkurang, investasi yang harus dicairkan, munculnya utang, tertundanya target keuangan, hingga potensi berkurangnya penghasilan ketika kamu tidak dapat bekerja karena sakit.

Namun, memiliki atau tidak memiliki asuransi kesehatan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kesiapan finansial. Kamu juga perlu mempertimbangkan BPJS Kesehatan, dana darurat, tabungan kesehatan, penghasilan, jumlah tanggungan, dan kemampuan membayar biaya medis secara mandiri.

Jika kamu mempertimbangkan asuransi kesehatan, pilih perlindungan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan finansial. Perhatikan manfaat, batas pertanggungan, pengecualian, mekanisme klaim, serta biaya yang mungkin tetap harus dibayar sendiri.

Dengan perencanaan yang tepat, risiko kesehatan tidak harus langsung berubah menjadi masalah keuangan yang mengganggu tujuan finansial kamu.

 

Cek Produk-Produk Asuransi Kesehatan di Cermati

Kamu bisa membandingkan berbagai pilihan produk dan manfaat perlindungan kesehatan untuk menemukan opsi yang sesuai dengan kebutuhan. Pastikan membaca detail manfaat dan ketentuan produk sebelum mengambil keputusan.

 ]]>

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Nasution

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter