23, 2026
Nasional

Roy Keane Punya Jagoan untuk Gantikan Carrick di MU: Diego Simeone, Dia Bisa Bikin Kekacauan!

Siti Rahma
Siti Rahma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Mantan kapten Manchester United Roy Keane mengangkat nama Diego Simeone sebagai sosok yang dinilainya paling pas untuk menangani klub itu, menggantikan posisi yang selama ini dikaitkan dengan Michael Carrick. Dalam pembahasan soal arah baru di Old Trafford, Keane menilai karakter keras pelatih Atletico Madrid tersebut justru merupakan kebutuhan mendesak bagi tim yang dinilai terlalu lama kehilangan identitas bertarungnya.

Keane, yang dikenal lantang mengkritik perkembangan Manchester United dalam beberapa tahun terakhir, menempatkan Simeone di atas sejumlah nama pelatih lain yang lebih sering disebut dalam bursa. Argumen utamanya bukan soal gaya bermain yang indah, melainkan soal kemampuan menciptakan tekanan, disiplin, dan atmosfer kompetitif yang menurutnya sudah lama menguap di klub berjuluk Setan Merah itu. Simeone, kata dia, adalah tipe pelatih yang berani "membuat kekacauan" demi membangunkan tim yang tertidur.

Alasan Keane Menunjuk Simeone

Bagi Keane, persoalan Manchester United tidak semata soal taktik atau kualitas individu pemain. Persoalan yang lebih mendasar adalah absennya standar tinggi, kemarahan yang terkendali, dan rasa takut kalah yang dulu menjadi ciri khas klub. Ia menilai Simeone memiliki semua elemen itu dalam kadar yang ekstrem.

Pelatih asal Argentina tersebut dikenal sebagai figur yang menuntut totalitas, tidak segan bersitegang dengan pemain, dan membangun tim berdasarkan kerja keras kolektif. Pendekatan itu dianggap Keane sebagai antithesis dari budaya nyaman yang, menurutnya, ikut membuat Manchester United tertinggal dari rival-rival domestiknya.

Keane juga menyoroti kemampuan Simeone mengubah ekspektasi. Di Atletico Madrid, Simeone tidak hanya membangun tim yang sulit dikalahkan, tetapi juga menciptakan mentalitas bahwa klub boleh bersaing dengan dua raksasa Spanyol meski sumber daya finansialnya tidak sebanding. Bagi Keane, model kepemimpinan semacam itu lebih relevan bagi Manchester United ketimbang sekadar mengejar permainan menyerang yang enak ditonton.

Rekam Jejak Simeone di Atletico Madrid

Simeone menangani Atletico Madrid sejak Desember 2011 dan telah menjadi pelatih dengan masa jabatan terpanjang di antara klub-klub elite Eropa. Selama periode itu ia mempersembahkan dua gelar La Liga, dua trofi Liga Europa, satu Copa del Rey, serta membawa Atletico dua kali mencapai final Liga Champions pada 2014 dan 2016.

Konsistensi Atletico di bawah Simeone membuat klub itu nyaris selalu hadir di Liga Champions, dengan lini pertahanan yang secara statistik termasuk paling sulit ditembus di Eropa. Ia juga dikenal berhasil mengembangkan sejumlah pemain menjadi figur penting, baik melalui pembinaan maupun lewat rekrutmen yang disesuaikan dengan kebutuhan taktiknya.

Namun, masa kepelatihan yang sangat panjang itu juga memunculkan perdebatan. Sebagian pengamat menilai siklus Simeone di Atletico sudah mencapai titik jenuh, terutama setelah klub itu beberapa kali gagal bersaing penuh dalam perebutan gelar domestik. Kontraknya yang masih berjalan hingga 2027 disebut-sebut menjadi salah satu penghalang utama jika ada klub lain yang ingin memboyongnya.

Pertanyaan soal Adaptasi di Premier League

Terlepas dari reputasinya, kepindahan Simeone ke Inggris menimbulkan sejumlah pertanyaan. Sepanjang karier kepelatihannya, ia hampir seluruhnya bekerja di Spanyol dan Argentina, sehingga belum ada bukti bahwa pendekatannya bisa berjalan di liga yang ritmenya lebih cepat dan tekanan medianya jauh lebih besar.

Gaya bermain Atletico yang cenderung bertahan rapat dan mengandalkan efektivitas sering dikritik ketika hasilnya tidak sesuai harapan. Di Manchester United, tuntutan untuk tampil menyerang dan menghibur penonton jauh lebih besar, dan sejarah menunjukkan bahwa pelatih yang mengedepankan pragmatisme kerap mendapat perlawanan dari sebagian suporter maupun media.

Selain itu, Simeone dikenal sebagai sosok yang membutuhkan kendali besar atas kebijakan transfer dan struktur tim. Di Manchester United, dinamika antara pelatih, direktur olahraga, dan pemilik klub menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Keane sendiri tidak merinci bagaimana persoalan kewenangan itu seharusnya diselesaikan.

Posisi Carrick dan Dinamika Kursi Pelatih

Nama Carrick muncul dalam perbincangan karena kedekatannya dengan Manchester United. Mantan gelandang tersebut menghabiskan lebih dari satu dekade sebagai pemain di Old Trafford, kemudian menjadi bagian dari tim kepelatihan sebelum sempat menjalani peran sebagai pelatih sementara pada akhir 2021 dengan hasil yang cukup meyakinkan dalam waktu singkat.

Setelah meninggalkan Manchester United, Carrick melanjutkan karier kepelatihan di Middlesbrough. Pengalaman itu memberinya bekal sebagai pelatih utama, meski tekanan di klub sekelas Manchester United jelas berada pada level yang sama sekali berbeda.

Dalam konteks itulah Keane menyampaikan pandangannya. Ia tidak sedang membicarakan pergantian yang sudah pasti terjadi, melainkan menilai siapa yang seharusnya menjadi target jika klub ingin benar-benar mengubah arah. Pernyataannya lebih merupakan kritik terhadap cara berpikir manajemen dalam memilih pelatih selama ini.

Reaksi dan Prospek

Pandangan Keane langsung memantik diskusi di kalangan pengamat dan pendukung. Sebagian menilai gagasan itu realistis sebagai peringatan bahwa Manchester United membutuhkan sosok dengan otoritas besar, bukan pelatih yang masih mencari kredibilitas. Sebagian lain menilainya terlalu fantastis mengingat komitmen Simeone terhadap Atletico dan besarnya biaya yang harus dikeluarkan.

Hingga kini belum ada indikasi bahwa Manchester United membuka pembicaraan dengan Simeone maupun perwakilannya. Manajemen klub juga belum memberi tanggapan atas pernyataan Keane. Yang jelas, komentar itu menambah panjang daftar tekanan yang menyertai setiap keputusan soal kursi pelatih di Old Trafford, tempat setiap nama yang disebut mantan pemainnya selalu berubah menjadi polemik.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Siti Rahma

Menarik pada topik kesehatan wanita, kehamilan, dan parenting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter