Gerobak Las Samsudin dan Darto Rusak Ditabrak Mobil, Kini Bingung Cari Duit
Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Sudirman, Jakarta, pada Rabu (15/3) pagi. Kecelakaan melibatkan gerobak las milik Samsudin (45) dan Darto (38) dengan mobil GWM Tank bernomor polisi B 1234 XYZ. Akibat tabrakan tersebut, gerobak las yang menjadi mata pencaharian korban hancur berantakan, sehingga kini Samsudin dan Darto bingung mencari duit untuk memperbaiki dan mengganti alat kerja mereka.
Menurut keterangan Samsudin, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, ia dan Darto sedang mengerjakan pesanan las di sekitar lokasi kejadian. Setelah selesai mengerjakan pekerjaan, mereka hendak membawa gerobak las pulang ketika tiba-tiba didorong dari belakang oleh mobil GWM Tank.
"Saya dan Darto sedang bawa gerobak las pulang. Tiba-tiba ada mobil dari belakang yang sangat cepat, lalu nabrak gerobak kita. Mobil itu langsung kabur setelah menabrak," ujar Samsudin sambil menunjukkan bekas tabrakan pada gerobaknya.
Dikatakan Samsudin, gerobak las tersebut bukanlah barang sembarangan. Gerobak yang telah digunakan selama delapan tahun itu merupakan alat utama dalam menghidupi keluarganya. Selain itu, gerobak tersebut juga dilengkapi dengan berbagai peralatan las yang mahal dan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari pekerjaannya sehari-hari.
"Ini gerobak saya sudah delapan tahun. Isinya ada las listrik, tabung gas, berbagai alat las lainnya. Nilainya sekitar Rp 15 juta. Sekarang rusak parah, semua alatnya hampir rusak semua. Saya bingung bagaimana caranya mengganti ini," keluh Samsudin dengan wajah sedih.
Korban Tak Dapat Pertolongan dari Pengemudi Mobil
Menurut Samsudin, setelah menabrak gerobak mereka, pengemudi mobil GWM Tank sempat turun dari kendaraannya. Namun, hanya untuk memeriksa kondisi mobilnya sebelum akhirnya melarikan diri meninggalkan korban di lokasi kejadian.
"Dia cuman turun lihat mobilnya, lihat gerobak kita yang sudah hancur. Dia nggak bilang apa-apa, lalu langsung masuk mobil dan kabur. Bahkan nggak kasih nomor telepon atau nggak minta kita maaf. Saya dan Darto sempat mengejar tapi mobilnya sudah jauh," cerita Samsudin dengan nada marah.
Sementara itu, Darto mengaku sangat kecewa dengan perlakuan pengemudi mobil tersebut. Menurutnya, jika pengemudi tersebut bertanggung jawab, seharusnya akan membantu mereka untuk mengurus kerusakan yang ditimbulkan.
"Kita ini pekerja keras, nggak punya uang banyak. Gerobak ini segalanya bagi kami. Tapi orang yang nabrak malah kabur. Gimana nggak marah," ujar Darto sambil mengeluhkan nyeri di bagian tangannya yang terluka akibat tabrakan.
Kepolisian Masih Proses Penyelidikan
Kasat Lantas Polsek Metro Jakarta Pusat, Kompol Budi Santoso, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai kejadian tersebut. Saat ini, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pengemudi mobil GWM Tank yang menabrak gerobak milik Samsudin dan Darto.
"Kita sudah menerima laporan dari korban. Saat ini kita masih mencari saksi mata yang melihat kejadian tersebut. Selain itu, kita juga sedang memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pelaku," jelas Kompol Budi.
Ia menambahkan, jika pelaku berhasil ditangkap, ia akan dijerat dengan pasal tentang meninggalkan korban kecelakaan lalu lintas. "Jika terbukti, pelaku dapat dijerat dengan Pasal 310 KUHP tentang penganiayaan dengan hukuman maksimal lima tahun penjara," ujarnya.
Samsudin dan Darto mengaku belum melapor ke kepolisian karena merasa kesulitan dalam mengurus administrasi kepolisian. Namun, mereka berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap pengemudi mobil GWM Tank agar dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Korban Meminta Pertolongan Pihak Terkait
Usai kejadian tersebut, Samsudin dan Darto mencoba memperbaiki gerobak lasnya dengan sisa-sisa uang yang mereka miliki. Namun, upaya tersebut sia-sia karena kerusakan yang dialami gerobak sangat parah.
"Saya sudah coba perbaiki sendiri, tapi nggak mungkin. Lasnya patah, rodanya hancur, tabungnya bocor. Saya butuh duit untuk membeli yang baru, tapi dari mana caranya uangnya? Saya dan Darto cuma bisa nunggu tolong dari pihak terkait," ujar Samsudin sambil mengeluh.
Mereka berharap pemerintah atau pihak terkait dapat memberikan bantuan dalam bentuk alat kerja baru atau dana untuk memperbaiki gerobak mereka. Selain itu, mereka juga meminta agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan.
"Kami harap pemerintah lebih memperhatikan para pekerja informal seperti kami. Ini mata pencaharian kami, jika tidak bisa bekerja, bagaimana kami mencari nafkah untuk keluarga," tutup Darto dengan penuh harap.
Komentar (0)