17, 2026
Teknologi

Saudara Terdekat Manusia Dirawat Lalu Ditombak Sampai Mati

Penemuan tulang Neanderthal di Irak menunjukkan sisi empati dan kekerasan. Shanidar A dibantu sesama sebelum kematiannya, menegaskan ikatan sosial mereka.]]>

Teguh Syahputra
Teguh Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Saudara Terdekat Manusia Dirawat Lalu Ditombak Sampai Mati

Saudara Terdekat Manusia Dirawat Lalu Ditombak Sampai Mati

Kasus pembunuhan yang melibatkan korban yang dirawat oleh pelaku mengejutkan masyarakat Kabupaten Garut, Jawa Barat. Dalam kejadian tragis ini, seorang pria nekat menghabisi nyawa saudara kandungnya sendiri setelah sebelumnya merawatnya karena sakit. Kejadian ini menunjukkan betapa kompleksnya hubungan keluarga dan dampak buruk yang bisa timbul dari konflik yang tak teratasi.

Menurut informasi yang dihimpun, korban bernama Suhardi (45) warga Desa Cipicung, Kecamatan Cilawu, ditemukan tewas dalam keadaan terluka tusukan di bagian dada dan perut. Pelaku pembunuham adalah saudara kandung korban, Yayat (50), yang sebelumnya tinggal bersama korban untuk merawatnya karena kondisi kesehatan yang menurun.

Kasat Reskrim Polres Garut AKBP Hendra Wijaya menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula dari percekcokan antara korban dan pelaku yang terjadi pada Sabtu (15/7) dini hari. "Kedua saudara ini sempat bertengkar karena masalah ekonomi yang memburuk. Korban yang sakit sempel minta uang pada pelaku untuk keperluan pengobatan, namun pelaku tidak bisa memberikan," ujarnya.

Latar Belakang Tragedi Keluarga

Menurut tetangga sekitar, korban Suhardi memang mengalami penurunan kesehatan selama tiga bulan terakhir. Ia sering merasa lemas dan sulit beraktivitas. Karena tidak memiliki istri dan anak, pelaku Yayat yang merupakan saudara laki-lakinya paling dekat memutuskan untuk merawatnya di rumah kontrakan mereka.

"Mereka tinggal bersama selama sebulan terakhir. Pelaku memang bekerja sebagai buruh harian tapi penghasilannya tidak menentu. Korban sering mengeluh sakit dan meminta uang untuk obat-obatan, tapi pelaku kesulitan memenuhi," jelas salah satu tetangga yang tidak mau disebutkan namanya.

Konflik memuncak pada malam sebelum kejadian. Korban kembali meminta uang kepada pelaku untuk pergi ke puskesmas, namun pelaku menolak karena tidak memiliki uang. Akibatnya, terjadi cekcok yang berujung pada perkelahian.

Kejadian Pembunuhan

Saksi mata yang berada di dekat lokasi kejadian menceritakan bahwa sekitar pukul 02.00 dini hari, mereka mendengar teriakan keras dari dalam rumah kontrakan. "Saya dengar ada suara teriakan 'tolong tolong' tapi saya pikir mereka lagi cekcok biasa. Setelah itu jadi adem," ujar saksi.

Pagi harinya, tetangga yang khawatir akhirnya mendatangi rumah korban. Setelah mengetuk pintu tidak ada respon, mereka memutuskan untuk membuka pintu dan menemukan korban tergeletak di lantar dalam darah. Di samping korban, terdapat senjata tajam berupa tombak kayu yang digunakan pelaku.

Setelah mendapat laporan, tim polisi segera datang ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Kami menemukan korban dalam keadaan tewas dengan luka tusukan di dada dan perut. Senjata tajam juga kami amankan sebagai barang bukti," jelas AKBP Hendra.

Pelaku Ditangkap dan Motif Pembunuhan

Setelah mendapat informasi dari warga, polisi berhasil menangkap pelaku Yayat di sebuah perkebunan teh di sekitar lokasi kejadian. Pelaku yang ketakutan langsung menyerah saat diamankan oleh tim buru jarak jauh (Brimob) Polres Garut.

Dalam pengakuannya, pelaku mengakui bahwa ia yang telah membunuh saudaranya sendiri. Ia mengaku tidak bisa mengendalikan amarahnya saat korban terus mengeluh dan meminta uang padahal ia tidak memiliki penghasilan.

"Saya sudah capek dipinta-minta uain. Padahal saya juga tidak punya. Saat itu saya amuk dan tidak sadar sudah menusuknya dengan tombak," ujar pelaku dalam kondisi menangis.

Polisi masih menyelidiki apakah ada motif lain di balik pembunuhan ini. Pihak berwenang juga akan memeriksa kesehatan mental pelakau karena ia mengakui tidak sadar melakukan pembunuhan saat amarah meluap.

Dampak Sosial dan Respons Pihak Berwenang

Kasus ini menjadi perhatian serius bagi pihak berwenang karena melibatkan keluarga dan terjadi di tengah masyarakat. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, H. Acep, menyatakan akan memberikan bantuan kepada keluarga korban.

"Kami akan membantu keluarga korban baik secara finansial maupun psikologis. Kasus ini juga mengingatkan kita akan pentingnya penanganan masalah kesehatan mental dan manajemen konflik dalam keluarga," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cipicung mengaku prihatin dengan kejadian ini. Pihaknya akan menggelar dialog dengan warga untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari.

Kasus ini kini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Pelaku Yayat akan dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup. Polisi masih mengumpulkan bukti untuk menuntaskan kasus ini dalam waktu dekat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Syahputra

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter