30, 2026
Nasional

Sekjen FIFA Berharap FIFA ASEAN Cup di Indonesia Sukses Besar

Sekjen FIFA Mattias Grafström menyampaikan harapan besar terhadap penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia. Ajang ini diharapkan sukses besar.]]>

Taufik Syahputra
Taufik Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Sekjen FIFA Berharap FIFA ASEAN Cup di Indonesia Sukses Besar

Jakarta — Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafström, menyatakan harapan besarnya agar penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup di Indonesia berjalan sukses dan meninggalkan warisan positif bagi sepak bola kawasan Asia Tenggara. Pernyataan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja ke Jakarta yang menjadi bagian dari rangkaian peninjauan kesiapan tuan rumah menjelang bergulirnya turnamen.

Grafström menegaskan bahwa FIFA menaruh perhatian serius terhadap perkembangan sepak bola di Asia Tenggara, khususnya Indonesia yang dinilai memiliki basis penggemar besar dan infrastruktur yang terus dibenahi. Menurutnya, kesuksesan sebuah turnamen tidak hanya diukur dari jumlah penonton di stadion, tetapi juga dari dampak jangka panjang terhadap pembinaan pemain muda, tata kelola kompetisi, serta pertumbuhan ekonomi lokal di kota-kota penyelenggara.

Komitmen FIFA terhadap Kawasan Asia Tenggara

Dalam pertemuan dengan jajaran pengurus Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Grafström menyampaikan bahwa FIFA siap memberikan dukungan teknis, mulai dari aspek perwasitan, pengamanan pertandingan, hingga pengelolaan operasional stadion. Dukungan tersebut merupakan bagian dari program pengembangan sepak bola global yang menyasar negara-negara dengan potensi pasar besar namun masih menghadapi tantangan struktural.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara federasi nasional, pemerintah daerah, dan operator stadion agar standar penyelenggaraan pertandingan sesuai dengan regulasi FIFA. Hal ini mencakup kesiapan lapangan, pencahayaan, ruang ganti pemain, akses media, serta sistem tiket yang mencegah praktik calo dan memastikan kenyamanan suporter.

Ketua Umum PSSI menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan bahwa Indonesia berkomitmen memenuhi seluruh persyaratan yang diajukan FIFA. Menurutnya, penyelenggaraan turnamen ini menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah event sepak bola internasional berskala besar, setelah sebelumnya sukses menggelar berbagai kompetisi usia muda.

Persiapan Infrastruktur dan Venue

Sejumlah stadion yang diusulkan menjadi venue FIFA ASEAN Cup tengah menjalani renovasi, termasuk perbaikan kualitas rumput, peningkatan kapasitas tribun, dan pembaruan fasilitas pendukung seperti ruang medis serta area kontrol doping. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah mengalokasikan anggaran untuk percepatan pembenahan sejumlah arena di beberapa kota.

Selain stadion utama, lokasi latihan tim juga menjadi perhatian. FIFA mensyaratkan setiap peserta memiliki akses ke lapangan latihan dengan standar internasional, jarak tempuh yang wajar dari hotel, serta keamanan yang memadai selama sesi latihan berlangsung. Panitia lokal menyatakan telah menyiapkan sejumlah lapangan alternatif yang tersebar di kawasan Jabodetabek dan sekitarnya.

Aspek transportasi dan akomodasi juga menjadi sorotan. FIFA mendorong adanya skema mobilitas yang efisien bagi tim, ofisial, dan media, termasuk jalur khusus menuju stadion pada hari pertandingan. Dinas perhubungan setempat disebut telah menyusun rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan saat pertandingan berlangsung.

Antusiasme Suporter dan Potensi Ekonomi

Tingginya antusiasme suporter Indonesia menjadi salah satu faktor yang disebut FIFA sebagai nilai tambah penyelenggaraan. Basis penggemar yang besar dinilai mampu menciptakan atmosfer pertandingan yang kompetitif sekaligus menarik perhatian pasar penyiaran internasional. Grafström menyebut atmosfer stadion di Indonesia sebagai salah satu yang paling hidup di Asia.

Dari sisi ekonomi, turnamen ini diproyeksikan mendorong perputaran uang di sektor pariwisata, kuliner, dan usaha mikro di kota-kota penyelenggara. Pemerintah daerah diminta menyiapkan paket wisata pendukung agar kunjungan suporter dari negara tetangga memberikan dampak berganda bagi perekonomian lokal. Sektor perhotelan dan transportasi diprediksi menjadi penerima manfaat terbesar.

Tantangan dan Evaluasi

Meski optimisme tinggi, sejumlah tantangan tetap membayangi. Isu kesiapan waktu, konsistensi kualitas lapangan, serta koordinasi antarlembaga menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum kick-off. FIFA berencana melakukan inspeksi lanjutan dalam beberapa bulan ke depan untuk memastikan seluruh rekomendasi dijalankan sesuai tenggat.

Pengamat sepak bola menilai kesuksesan FIFA ASEAN Cup dapat menjadi batu loncatan bagi Indonesia untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah event yang lebih besar di masa mendatang. Namun, mereka mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada profesionalisme panitia, transparansi anggaran, dan kemampuan mengelola ekspektasi publik.

Dengan dukungan FIFA dan komitmen berbagai pihak, penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup di Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi perhelatan olahraga semata, melainkan juga momentum konsolidasi pembangunan sepak bola nasional yang berkelanjutan. Grafström menutup kunjungannya dengan pesan bahwa keberhasilan turnamen adalah keberhasilan bersama seluruh ekosistem sepak bola Asia Tenggara.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Taufik Syahputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter