Nguyen Quang Hai, gelandang serang tim nasional Vietnam yang sempat dijuluki Lionel Messi ASEAN, dikabarkan akan mengakhiri kariernya di level tim nasional setelah gelaran FIFA ASEAN Cup 2026. Kabar tersebut mencuat di tengah persiapan skuad Golden Stars menghadapi turnamen dua tahunan yang mulai memakai nama resmi FIFA tersebut.
Pemain kelahiran Hanoi, 12 April 1997, itu disebut-sebut ingin menutup era panjangnya bersama tim nasional dengan satu trofi terakhir. Jika benar, keputusan ini akan menandai akhir dari salah satu karier paling cemerlang dalam sejarah sepak bola Asia Tenggara, sekaligus menutup babak emas Vietnam yang selama hampir satu dekade terakhir diwarnai oleh permainan khas Quang Hai di lini tengah.
Julukan Lionel Messi ASEAN
Julukan Lionel Messi ASEAN melekat pada Quang Hai bukan tanpa alasan. Posturnya yang tidak tinggi, kaki kiri yang tajam, kemampuan menggiring bola dalam ruang sempit, serta kecerdasan membaca permainan membuat gaya bermainnya kerap dibandingkan dengan megabintang Argentina itu. Perbandingan tersebut semakin kuat setelah ia mencetak sejumlah gol spektakuler, termasuk tendangan bebas yang menjadi ciri khasnya sejak membela Hanoi FC di V.League 1.
Di kancah internasional, nama Quang Hai pertama kali melambung saat membawa Vietnam menjuarai Piala AFF Suzuki 2018. Ia menjadi motor serangan sekaligus eksekutor andalan di turnamen tersebut. Dua tahun berselang, performanya kembali menonjol saat Vietnam tampil di Piala Asia 2019, turnamen yang berhasil membawa negara itu melaju hingga perempat final, sebuah pencapaian yang dinilai sebagai salah satu hasil terbaik Vietnam di panggung Asia.
Karier Klub: dari Hanoi ke Eropa dan Kembali
Perjalanan karier Quang Hai tidak hanya diwarnai kiprahnya di tim nasional. Di level klub, ia tumbuh menjadi bintang di Hanoi FC, tempat ia mempersembahkan sejumlah gelar domestik termasuk V.League 1 dan Piala Nasional. Konsistensinya di dalam negeri membawanya mencoba peruntungan di Eropa dengan bergabung bersama Pau FC, klub divisi kedua Prancis, pada 2022.
Meski masa bermainnya di Prancis tidak berlangsung lama, pengalaman tersebut memperkaya jam terbangnya dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain Asia Tenggara yang berani menembus kompetisi Eropa. Setelah kembali ke Vietnam, ia melanjutkan kariernya bersama Cong An Ha Noi (CAHN), klub yang dibesut dengan ambisi besar dan dihuni sejumlah pemain bintang nasional.
Pengabdian Panjang untuk Tim Nasional
Sejak debut di tim senior Vietnam, Quang Hai telah menjadi bagian integral dari generasi emas sepak bola negara itu. Bersama rekan-rekannya seperti Do Hung Dung dan Nguyen Tien Linh, ia turut membangun fondasi permainan yang membuat Vietnam konsisten bersaing di papan atas Asia Tenggara. Kontribusinya tidak hanya diukur dari gol dan assist, tetapi juga dari perannya sebagai pemimpin di lapangan bagi pemain-pemain muda.
Kabar pensiun dari tim nasional ini tentu menjadi perhatian besar bagi penggemar sepak bola Vietnam. Jika benar terjadi setelah FIFA ASEAN Cup 2026, maka turnamen itu akan menjadi panggung perpisahan yang emosional bagi pemain yang telah memberi begitu banyak kenangan bagi publik Negeri Pagoda.
Warisan yang Ditinggalkan
Terlepas dari kepastian waktu pensiunnya, warisan Quang Hai bagi sepak bola Vietnam sudah tidak perlu diragukan lagi. Ia dianggap sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Vietnam, bahkan menjadi tolok ukur baru bagi generasi penerus. Julukan Lionel Messi ASEAN yang melekat padanya bukan hanya sekadar label, melainkan pengakuan atas kualitas yang langka di kawasan ini.
Di sisi lain, keputusan pensiun dari tim nasional tidak serta-merta berarti Quang Hai akan gantung sepatu sepenuhnya. Ia masih bisa melanjutkan karier di level klub bersama CAHN, selama kondisi fisik dan motivasinya masih mendukung. Namun, bagi tim nasional Vietnam, kehilangan sosok sekaliber Quang Hai akan menjadi tantangan tersendiri dalam membangun skuad baru menuju turnamen-turnamen berikutnya.
Menanti Kepastian Resmi
Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari Nguyen Quang Hai maupun federasi sepak bola Vietnam mengenai rencana pensiun tersebut. Publik pun masih menantikan konfirmasi dari pemain yang selama ini dikenal rendah hati dan jarang membuat pernyataan kontroversial. Yang jelas, jika kabar ini benar, FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi momen bersejarah yang sulit dilupakan bagi sepak bola Vietnam.
Keputusan Quang Hai kelak juga akan menjadi bahan evaluasi bagi pelatih tim nasional Vietnam dalam menyusun regenerasi skuad. Tanpa kehadirannya di lini tengah, Vietnam harus mencari pengganti yang mampu mengisi peran kreatif sekaligus menjadi pemimpin di lapangan. Tugas itu tidak mudah, mengingat standar yang telah ditetapkan Quang Hai selama bertahun-tahun.
Bagi para penggemar, terlepas dari kapan dan di mana ia memutuskan berhenti, nama Nguyen Quang Hai akan selalu dikenang sebagai salah satu ikon sepak bola Asia Tenggara. Julukan Lionel Messi ASEAN yang disematkan kepadanya bukanlah sekadar pujian, melainkan cerminan dari perjalanan panjang seorang pemain yang telah membuktikan bahwa talenta Asia Tenggara mampu tampil di panggung yang lebih besar.
Komentar (0)