13, 2026
Nasional

Serangan Rudal Houthi di Riyadh, 37 Jemaah Umrah Indonesia Dipastikan Selamat

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2022/10/13/6348344db46c3-ilustrasi-jamaah-umroh_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Intan Kusuma
Intan Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Serangan Rudal Houthi di Riyadh, 37 Jemaah Umrah Indonesia Dipastikan Selamat

Sebanyak 37 jemaah umrah asal Indonesia yang sedang berada di kota Riyadh, Arab Saudi, telah dipastikan selamat dari serangan rudal yang dilakukan oleh kelompok Houthi pada Rabu (12/10/2022). Informasi ini disampaikan oleh Kepala Biro Konsuler Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Arrmanatha Nasir, melalui siaran pers yang diterima pada Kamis (13/10/2022).

Menurut Arrmanatha, seluruh jemaah umrah Indonesia tersebut saat ini berada dalam keadaan aman dan tidak mengalami cidera akibat serangan rudal yang mengenai area dekat bandara internasional King Khalid di Riyadh. "Kita sudah konfirmasi dengan para jemaah bahwa mereka selamat dan tidak ada yang terluka dalam insiden ini," ujar Arrmanatha.

Detail Serangan di Riyadh

Insiden terjadi pada Rabu sore waktu setempat ketika serangkaian rudal dan drone ditembakkan oleh kelompok Houthi dari wilayah Yaman menuju kota Riyadh. Be rudal berhasil ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Arab Saudi sebelum mencapai targetnya, namun satu di antaranya berhasil mengenai area dekat Bandara Internasional King Khalid.

Menurut laporan media internasional, serangan ini menyebabkan beberapa penerbangan yang dijadwalkan mendarat atau lepas landas dari bandara tersebut mengalami penundaan. Namun, operasi penerbangan secara keseluruhan tidak sepenuhnya terganggu.

Kondisi Jemaah Umrah Indonesia

Kementerian Luar Negeri RI telah langsung mengaktifkan tim respons cepat setelah mendapatkan informasi tentang serangan tersebut. Tim yang terdiri dari pejabat KBRI Riyadh dan konsul kehormatan segera melakukan verifikasi keberadaan dan kondisi seluruh jemaah umrah Indonesia di kota tersebut.

"Kita telah melakukan pengecekan ke semua tempat tinggal jemaah untuk memastikan keamanan mereka. Semua jemaah berada dalam kondisi aman dan tidak ada yang menjadi korban langsung dari serangan ini," jelas Arrmanatha.

Dikonfirmasi lebih lanjut, kebanyakan dari 37 jemaah tersebut saat itu sedang berada di hotel-hotel yang berlokasi tidak jauh dari area yang menjadi sasaran serangan. Meski demikian, tidak ada laporan adanya kerusakan signifikan pada bangunan tempat mereka menginap.

Respons Kementerian Luar Negeri

Setelah memastikan keamanan seluruh jemaah, Kemenlu RI terus memberikan pemantauan dan komunikasi intensif dengan para jemaah serta pihak berwenang Arab Saudi. "Kita tetap siap memberikan bantuan dan perlindungan bagi seluruh WNI di Arab Saudi, terutama dalam situasi seperti ini," tegas Arrmanatha.

Kementerian Luar Negeri juga mengingatkan seluruh WNI di Arab Saudi untuk tetap waspada dan mengikuti anjuran pemerintah setempat terkait protokol keamanan. Selain itu, WNI diminta untuk selalu menjaga komunikasi dengan KBRI Riyadh jika memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut.

Latar Belakang Konflik

Serangan ini terjadi dalam konteks konflik yang terus berlanjut di Yaman sejak 2014. Kelompok Houthi, yang didukiran Iran, sering kali melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone ke wilayah Arab Saudi. Pemerintah Arab Saudi, yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, telah melakukan serangan balasan untuk menghancurkan kapasitasi militer Houthi.

Arab Saudi menuduh Iran mendukung kelompok Houthi dengan senjata canggih, termasuk rudal dan drone yang digunakan dalam serangan-serangan terkini. Sementara itu, Iran dan Houthi menyangkal tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa senjata yang mereka gunakan adalah hasil produksi lokal.

Status Perjalanan Umrah

Ditanya mengenai kelanjutan program umrah bagi para jemaah, Kemenlu menyatakan bahwa saat ini program berjalan sesuai rencana. "Para jemaah tetap melaksanakan kegiatan ibadah sesana jadwal yang telah ditetapkan. Pihak berwenang Arab Saudi juga menjamin keamanan seluruh wisatawan termasuk jemaah umrah," ujar juru bicara Kemenlu, Teuku Faizasyah.

Kementerian Agama RI, sebagai pengelola program haji dan umrah, juga memantau situasi melalui Kantor Konsuler di Arab Saudi. Pihak menegaskan bahwa seluruh jemaah tetap dalam pengawasan ketat dan komunikasi terjaga dengan baik.

Amanat untuk WNI Lainnya

Kementerian Luar Negeri mengingatkan seluruh WNI yang berada di negara-negara yang berpotensi mengalami konflik untuk selalu mendaftri diri di aplikasi SI-KNK (Sistem Informasi Kepatuhan Kewarganegaraan) agar dapat segera dihubungi jika diperlukan evakuasi atau bantuan lainnya.

"Kami terus memantau situasi di Arab Saudi dan seluruh wilayah Timur Tengah. Kesiapsiagaan tim di KBRI Riyadh tetap tinggi untuk menjaga keamanan dan memberikan layanan kepada seluruh WNI," pungkas Arrmanatha.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Intan Kusuma

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter