30, 2026
Nasional

Setelah Membuka Pegadaian Championship, Ferry Paulus Jelaskan Alasan 10 Klub Disanksi Minus Poin, Persiba dan PSBS -4

Rizki Setiawan
Rizki Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Setelah Membuka Pegadaian Championship, Ferry Paulus Jelaskan Alasan 10 Klub Disanksi Minus Poin

MANADO - Ketua Umum PSSI, Ferry Paulus, akhirnya memberikan penjelasan terkait sanksi minus poin yang diterapkan kepada sepuluh klub dalam kompetisi Pegadaian Championship. Penjelasan ini disampaikan Ferry set secara resmi membuka turnamen sepak bola tersebut yang digelar di Manado, Sulawesi Utara, pada Rabu (12/7/2023). Dalam penjelasannya, Ferry menegaskan bahwa sanksi tersebut merupakan konsekuensi dari pelanggaran administrasi yang dilakukan oleh klub-klub bersangkutan.

Alasan Utama Penyebab Sanksi

Ferry Paulus menjelaskan bahwa sanksi minus poin diberikan karena klub-klub tersebut belum memenuhi persyaratan administrasi yang menjadi syarat wajib untuk mengikuti kompetisi. "Kami memberikan kesempatan kepada klub-klub untuk memperbaiki dokumen administrasinya, namun ada beberapa yang masih belum memenuhi syarat hingga batas waktu yang ditentukan," ujar Ferry Paulus dalam konferensi pers seusai pembukaan turnamen.

Dari sepuluh klub yang disanksi, dua di antaranya menerima sanksi berat yakni minus empat poin. Klub yang menerima sanksi ini adalah Persiba Balikpapan dan PSBS Biak. "Persiba dan PSBS Biak mendapat sanksi minus empat poin karena mereka belum membayar gaji pemain dan pelatih selama tiga bulan berturut-turut. Ini adalah pelanggaran serius yang merugikan para atlet," jelas Ferry.

Kelompok Klub yang Disanksi

Selain Persiba dan PSBS Biak, delapan klub lainnya yang menerima sanksi minus poin antara lain Perserang Serang, Persita Tangerang, Persikabo 1973, Persik Kediri, Persis Solo, Persipura Jayapura, Persipangkep Pangkep, dan Perserang Serang. "Delapan klub ini mendapat sanksi minus dua poin karena masalah administrasi terkait dokumen pemain dan pelatih yang tidak lengkap," tambah Ferry.

Ferry menekankan bahwa sanksi tersebut bukanlah tindakan sewenang-wenang dari PSSI, melainkan upaya untuk menjaga profesionalisme dan keadilan dalam kompetisi. "Kami tidak ingin ada klub yang dirugikan karena kelalaian administrasi dari klub lain. Oleh karena itu, sanksi ini diberikan sebagai bentuk pertanggungjawaban," tegasnya.

Reaksi dari Klub yang Disanksi

Beberapa klub yang menerima sanksi menunjukkan kekecewaan atas keputusan PSSI. Ketua Umum Persita Tangerang, H. Budi Santoso, mengatakan bahwa klubnya sedang berupaya keras untuk memenuhi semua persyaratan administrasi. "Kami sedang dalam proses memperbaiki semua dokumen yang diminta PSSI. Kami berharap PSSI bisa memberikan waktu yang lebih bagi klub untuk memperbaiki administrasinya," ujar Budi.

Sementara itu, manajer Persiba Balikpapan, Ahmad Rizki, mengaku kecewa dengan sanksi minus empat poin yang diterapkan kepada klubnya. "Kami sedang mengalami masalah keuangan akibat pandemi, namun kami berusaha keras untuk membayar gaji pemain dan pelatih. Kami berharap PSSI bisa mempertimbangkan situasi yang kami hadapi," kata Rizki.

Tanggapan dari PSSI

Menanggapi reaksi dari klub-klub yang disanksi, Ferry Paulus menyatakan bahwa PSSI telah memberikan waktu yang cukup bagi klub untuk memperbaiki administrasinya. "Kami telah memberikan tenggat waktu yang jelas bagi klub untuk memenuhi semua persyaratan administrasi. Ada klub yang berhasil memenuhinya, namun ada juga yang masih belum memenuhi syarat," jelas Ferry.

Ferry menambahkan bahwa PSSI akan terus memantau perkembangan administrasi klub-klub yang disanksi. "Kami akan mengevaluasi kembali setelah beberapa pekan ke depan. Jika klub berhasil memenuhi semua persyaratan administrasi, maka sanksi yang diberikan bisa dikurangi atau bahkan dicabut," pungkasnya.

Dengan demikian, sanksi minus poin yang diberikan kepada sepuluh klub dalam kompetisi Pegadaian Championship dianggap sebagai langkah penting oleh PSSI untuk menjaga profesionalisme dan keadilan dalam kompetisi. Meski mendapat reaksi beragam dari klub-klub bersangkutan, PSSI tetap teguh pada keputusannya guna menjalankan kompetisi dengan baik.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizki Setiawan

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter