Presiden Prabowo Subianto resmi melantik dua Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) baru dalam sebuah upacara yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Salah satu nama yang mencuri perhatian publik adalah Nurkholisoh Ibnu Aman, sosok yang selama belasan tahun meniti karier sebagai ekonom di Bank Indonesia (BI) sebelum akhirnya dipercaya menduduki kursi strategis di Kementerian Keuangan.
Profil Singkat Nurkholisoh Ibnu Aman
Nurkholisoh Ibnu Aman bukanlah nama yang asing di kalangan ekonom dan praktisi kebijakan moneter nasional. Sebelum dilantik sebagai Wamenkeu, ia dikenal sebagai salah satu ekonom senior di Bank Indonesia dengan pengalaman kerja yang panjang, mencakup berbagai bidang kajian, mulai dari makroekonomi, kebijakan moneter, hingga stabilitas sistem keuangan. Latar belakang akademis dan rekam jejaknya di bank sentral menjadi modal utama yang membawanya masuk ke lingkaran inti pembuat kebijakan fiskal.
Selama berkarier di Bank Indonesia, Nurkholisoh disebut terlibat dalam sejumlah riset dan analisis kebijakan yang berpengaruh terhadap arah pengelolaan ekonomi nasional. Ia dikenal memiliki pemahaman mendalam soal interaksi antara kebijakan moneter dan fiskal, sesuatu yang menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global. Kombinasi pengalaman di bank sentral dan kini di kementerian keuangan dipandang sebagai nilai tambah dalam merumuskan kebijakan yang lebih terkoordinasi.
Dari Bank Sentral ke Kursi Wakil Menteri
Perpindahan Nurkholisoh dari Bank Indonesia ke Kementerian Keuangan menandai langkah baru dalam karier birokratnya. Selama lebih dari satu dekade di BI, ia terbiasa bekerja dengan data ekonomi terkini, menyusun proyeksi, serta memberikan rekomendasi kebijakan kepada pimpinan bank sentral. Pengalaman itu kini relevan ketika ia harus berhadapan dengan persoalan fiskal seperti penerimaan negara, belanja pemerintah, dan pembiayaan anggaran.
Penunjukan ini juga mencerminkan pola rekruitmen pemerintahan Prabowo yang cenderung menarik tokoh dari lembaga lain untuk memperkuat sinergi antar-institusi. Kehadiran figur berlatar belakang bank sentral di Kementerian Keuangan diharapkan mampu menjembatani komunikasi kebijakan moneter dan fiskal yang selama ini kerap menjadi sorotan, terutama dalam masa-masa tekanan ekonomi global.
Selain Nurkholisoh, Presiden Prabowo juga melantik satu Wakil Menteri Keuangan lainnya pada kesempatan yang sama. Keduanya diharapkan mampu memperkuat tim ekonomi kabinet dalam menghadapi tantangan seperti pelemahan nilai tukar, tekanan inflasi, serta kebutuhan pembiayaan pembangunan yang semakin besar.
Tantangan yang Menanti
Sebagai Wakil Menteri Keuangan, Nurkholisoh Ibnu Aman akan menghadapi sejumlah pekerjaan rumah yang tidak ringan. Pertama, menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah fluktuasi penerimaan negara, khususnya dari sektor pajak dan sumber daya alam. Kedua, memastikan belanja negara tetap efektif dan tepat sasaran, terutama untuk program-program prioritas pemerintah seperti perlindungan sosial, infrastruktur, dan pendidikan.
Ketiga, ia dituntut mampu mengelola ekspektasi pasar terhadap kebijakan fiskal. Latar belakangnya sebagai ekonom bank sentral menjadi modal untuk membaca sinyal pasar dan merancang komunikasi kebijakan yang meyakinkan investor. Keempat, koordinasi dengan Bank Indonesia akan menjadi bagian penting dari tugasnya, mengingat stabilitas moneter dan fiskal saling terkait erat.
Pengalaman belasan tahun di Bank Indonesia memberi Nurkholisoh pemahaman yang kuat soal pentingnya data, riset, dan analisis dalam setiap pengambilan keputusan. Pendekatan berbasis bukti ini diharapkan menjadi warna tersendiri dalam kepemimpinannya di Kementerian Keuangan, terutama di tengah kebutuhan untuk merespons dinamika ekonomi yang cepat berubah.
Reaksi Publik dan Pasar
Pelantikan Nurkholisoh dan Wamenkeu lainnya mendapat perhatian dari kalangan pelaku pasar dan pengamat ekonomi. Sejumlah analis menilai penunjukan figur dari bank sentral sebagai langkah positif untuk memperkuat koordinasi kebijakan. Namun, tidak sedikit pula yang menanti bukti konkret berupa langkah-langkah kebijakan yang mampu menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan.
Dengan latar belakang yang mumpuni, Nurkholisoh Ibnu Aman memiliki peluang besar untuk memberikan kontribusi nyata di Kementerian Keuangan. Publik akan menyoroti bagaimana ia menerjemahkan pengalaman moneter ke dalam kebijakan fiskal yang pro-stabilitas dan pro-rakyat. Kinerjanya dalam beberapa bulan pertama akan menjadi indikator awal arah kepemimpinan barunya di kursi Wakil Menteri Keuangan.
Komentar (0)