Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia kembali menyelimuti Singapura dan mencatatkan tingkat polusi udara terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Kualitas udara di sejumlah wilayah republik kota itu turun drastis hingga masuk kategori berbahaya, memaksa pemerintah mengambil langkah darurat dan mengubah ritme kehidupan sehari-hari warga.
Berdasarkan pemantauan Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura (NEA), Indeks Standar Polutan (PSI) sempat menembus angka 341 pada puncaknya, jauh di atas ambang batas "tidak sehat" yang berada di kisaran 100 dan ambang "berbahaya" pada 300. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak krisis asap serupa pada 2013, ketika PSI sempat menyentuh 401. Konsentrasi partikel halus PM2,5 juga tercatat melonjak signifikan, menjadi indikator utama memburuknya kondisi udara.
Langit Kelabu dan Bau Sangit Menyelimuti Kota
Sejak pagi, langit di kawasan pusat kota, termasuk Orchard Road dan Marina Bay, tertutup kabut pekat berwarna kelabu kecokelatan. Jarak pandang menurun tajam sehingga sejumlah gedung tinggi nyaris tidak terlihat dari kejauhan. Warga melaporkan bau sangit menyerupai asap pembakaran yang menusuk hidung, bahkan di dalam ruangan yang tertutup rapat.
Kondisi itu memicu lonjakan permintaan masker N95 di apotek dan minimarket. Sejumlah gerai melaporkan stok habis dalam hitungan jam, sementara harga di pasar daring melonjak. Pemerintah Singapura sebelumnya telah mendistribusikan masker secara gratis kepada kelompok rentan, termasuk lansia dan penerima bantuan sosial, melalui jaringan pusat komunitas.
Sekolah Diliburkan, Aktivitas Publik Dibatasi
Kementerian Pendidikan Singapura memutuskan meliburkan seluruh sekolah dasar dan menengah negeri pada hari puncak kabut sebagai langkah pencegahan. Sekolah tetap membuka akses bagi siswa yang tidak memiliki tempat tinggal aman, sementara kegiatan luar ruangan, termasuk sesi latihan olahraga dan kunjungan belajar, dihentikan sementara.
Sejumlah penyelenggara acara juga membatalkan atau memindahkan kegiatan ke dalam ruangan. Pemerintah mengimbau warga, terutama anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan serta jantung, untuk membatasi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker berstandar N95 bila terpaksa keluar. Kementerian Kesehatan mencatat peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan gangguan pernapasan, mata perih, dan iritasi kulit di sejumlah klinik dan rumah sakit.
Imbauan bagi Kelompok Rentan
Otoritas kesehatan menyarankan penderita asma dan penyakit paru obstruktif kronis untuk menyiapkan obat-obatan inhalasi serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami sesak napas. Warga juga diminta menutup jendela, menggunakan penyaring udara di dalam ruangan, dan menghindari olahraga berat di luar ruang sampai kondisi udara membaik.
Singapura Tawarkan Bantuan Penanganan Karhutla
Pemerintah Singapura menyatakan telah menawarkan bantuan kepada Indonesia berupa pesawat untuk operasi penyemaian awan, tim pemadam kebakaran, serta dukungan logistik untuk memadamkan titik-titik api, terutama di lahan gambut yang menghasilkan asap pekat. Tawaran itu disampaikan melalui jalur diplomatik dengan menekankan pentingnya kerja sama lintas negara dalam menangani kebakaran lahan yang berulang setiap tahun.
Pemerintah Indonesia menyatakan tengah mengerahkan personel gabungan, termasuk aparat penegak hukum dan badan penanggulangan bencana, untuk memadamkan kebakaran serta menindak pelaku pembakaran lahan. Sejumlah perusahaan perkebunan dilaporkan diperiksa karena diduga terlibat dalam pembukaan lahan dengan cara membakar.
Tekanan Regulasi Lintas Negara
Singapura memiliki Undang-Undang Pencemaran Asap Lintas Batas yang memungkinkan otoritasnya menindak perusahaan yang beroperasi di luar negeri jika terbukti berkontribusi terhadap kabut asap yang melanda wilayahnya. NEA menyatakan sedang mengumpulkan bukti dan meminta keterangan dari sejumlah entitas usaha. Langkah ini menjadi salah satu instrumen hukum paling tegas yang dimiliki negara kawasan untuk menekan praktik pembakaran lahan.
Dampak Ekonomi dan Kekhawatiran Jangka Panjang
Kabut asap tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga aktivitas ekonomi. Sektor pariwisata, ritel, dan jasa kuliner luar ruang mencatat penurunan kunjungan. Operator transportasi mengingatkan adanya potensi penundaan jadwal penerbangan akibat terbatasnya jarak pandang, meski bandara utama tetap beroperasi normal dengan prosedur keselamatan yang diperketat.
Para pengamat lingkungan menilai persoalan ini bukan sekadar bencana musiman, melainkan persoalan struktural yang berkaitan dengan tata kelola lahan, perluasan perkebunan, dan praktik pembukaan lahan murah. Mereka mendesak penguatan kerja sama regional, termasuk penegakan Kesepakatan ASEAN tentang Pencemaran Asap Lintas Batas, transparansi data titik panas, serta skema pencegahan kebakaran berbasis masyarakat di tingkat desa.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi udara di Singapura masih berfluktuasi mengikuti arah angin dan jumlah titik api di seberang selat. Pemerintah meminta warga terus memantau pembaruan resmi dan bersiap menghadapi kemungkinan memburuknya kualitas udara dalam beberapa hari ke depan.
Komentar (0)