Jakarta — Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) resmi menetapkan Suroso Isnandar sebagai Direktur Utama menggantikan Darmawan Prasodjo. Keputusan tersebut sekaligus mengubah komposisi jajaran Direksi dan Dewan Komisaris perusahaan setrum pelat merah itu. Perubahan susunan pengurus ini menjadi perhatian publik mengingat PLN memegang peran vital dalam penyediaan energi nasional dan menjadi salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan aset terbesar di Indonesia.
Pergantian di Kursi Orang Nomor Satu PLN
Suroso Isnandar sebelumnya menjabat sebagai Direktur Energi Primer dan dikenal sebagai figur lama di lingkungan PLN. Penunjukan dirinya sebagai orang nomor satu di perusahaan itu diputuskan melalui mekanisme RUPS yang dihadiri perwakilan pemegang saham negara, yakni Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dalam forum tersebut, pemegang saham menimbang sejumlah aspek, mulai dari kinerja keuangan, capaian operasional, hingga arah transformasi perusahaan ke depan.
Pergantian direktur utama perusahaan listrik negara bukan hal baru dalam beberapa tahun terakhir. Dalam kurun satu dekade, kursi Dirut PLN beberapa kali berganti seiring dinamika kebutuhan pemerintah terhadap percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, transisi energi, serta tuntutan efisiensi di tengah beban subsidi dan kompensasi yang besar.
Daftar Susunan Direksi Terbaru
Berdasarkan hasil keputusan RUPS, susunan Direksi PLN terbaru adalah sebagai berikut:
Jajaran Direksi
1. Direktur Utama: Suroso Isnandar
2. Direktur Keuangan: Sinthya Roesly
3. Direktur Operasi dan Pemeliharaan: Iwan Supardi
4. Direktur Pengadaan Strategis: Yusan Fahim Maulana
5. Direktur Energi Primer: Hartanto Wibowo
6. Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis: Wiluyo Kusdwiharto
7. Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan: Edi Srimulyanti
8. Direktur Sumber Daya Manusia dan Digital: Adi Lumakso
9. Direktur Transmisi dan Distribusi: Rully Firmansyah
10. Direktur Pengembangan Proyek Ketenagalistrikan: M. Ahsin Sidqi
Beberapa nama di atas merupakan wajah baru, sementara sejumlah lainnya tetap dipertahankan untuk menjaga kesinambungan program kerja yang tengah berjalan. Pemegang saham menilai kombinasi antara pengalaman internal dan penyegaran kepemimpinan diperlukan agar perusahaan mampu menjawab tantangan sektor energi yang semakin kompleks.
Komposisi Dewan Komisaris
Selain Direksi, RUPS juga menetapkan susunan Dewan Komisaris PLN sebagai berikut:
Jajaran Komisaris
1. Komisaris Utama/Komisaris Independen: Amien Sunaryadi
2. Komisaris: Dadan Iskandar
3. Komisaris: Suahasil Nazara
4. Komisaris: Yuliot Tanjung
5. Komisaris Independen: Aloysius Kiik Ro
6. Komisaris Independen: Miradzul Hidayat
7. Komisaris Independen: A. Rinto Pudyantoro
Keberadaan komisaris independen dipandang penting untuk memperkuat fungsi pengawasan serta mendorong tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance. Dewan Komisaris memiliki tanggung jawab mengawasi kebijakan strategis Direksi, termasuk dalam hal investasi pembangkit, jaringan transmisi, dan kebijakan harga jual listrik.
Tantangan yang Menanti
Jajaran direksi dan komisaris yang baru menghadapi sejumlah pekerjaan rumah besar. Pertama, memastikan keandalan pasokan listrik nasional seiring pertumbuhan konsumsi dari sektor rumah tangga, industri, dan pusat data. Kedua, mendorong bauran energi terbarukan sesuai komitmen pemerintah menurunkan emisi karbon. Ketiga, menjaga kesehatan keuangan perusahaan di tengah tekanan nilai tukar terhadap biaya bahan bakar dan kewajiban pembayaran kepada produsen listrik swasta atau independent power producer.
Isu lain yang tak kalah krusial adalah program listrik desa, pemerataan akses listrik di daerah terpencil, serta percepatan pembangunan jaringan transmisi untuk menyalurkan listrik dari pembangkit besar ke pusat-pusat beban. Semua itu menuntut koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Kementerian Keuangan.
Respons Pasar dan Publik
Pengumuman susunan direksi baru umumnya disambut dengan sikap menunggu oleh pelaku pasar. Mereka mencermati apakah kepemimpinan baru mampu mempercepat realisasi proyek strategis, menjaga margin keuangan, dan memenuhi target rasio elektrifikasi maupun bauran energi. Bagi publik, hal yang paling dirasakan langsung adalah kualitas layanan, keandalan pasokan, serta tarif listrik yang terjangkau.
Dengan susunan pengurus yang telah ditetapkan, PLN diharapkan dapat menjaga momentum transformasi sekaligus memperkuat fondasi menuju sistem ketenagalistrikan yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan. Publik dan pemangku kepentingan akan menantikan langkah konkret serta target kerja yang dipaparkan manajemen baru dalam waktu dekat.
Komentar (0)