19, 2026
Politik

Survei PPI Ungkap 67 Persen Masyarakat Masih Percaya Pemerintahan Prabowo-Gibran

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/18/6ad4b4809d83e-hasil-survei-parameter-politik-indonesia-ppi-perihal-tingkat-kepercayaan-masyarakat-terhadap-pemerintah_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Eko Wibowo
Eko Wibowo Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Survei PPI: 67 Persen Masyarakat Tetap Percaya Pemerintahan Prabowo-Gibran

Survei yang dilakukan Parameter Politik Indonesia (PPI) mengungkap bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masih relatif tinggi. Sebanyak 67 persen responden menyatakan masih percaya pada kinerja pemerintah saat ini, meski masa jabatan baru berjalan beberapa bulan.

Hasil survei ini menunjukkan bahwa meskipun berbagai isu dan kritik muncul sejak pelantikan presiden dan wakil presiden pada Oktober 2024, kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Prabowo-Gibran tetap stabil. Angka ini mencerminkan bahwa mayoritas masyarakat memberikan ruang bagi pemerintah untuk membuktikan kinerjanya.

Detail Hasil Survei

Survei yang dilakukan PPI pada bulan November 2024 melibatkan 1.200 responden tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik random sampling melalui telepon dan wawancara tatap muka. Tingkat kepercayaan diukur melalui beberapa indikator, kinerja pemerintah, kebijakan yang dikeluarkan, dan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat.

Dari total responden, 67 persen menyatakan percaya terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Sementara itu, 23 persen responden menyatakan tidak percaya, dan 10 persen lainnya masih ragu-ragu atau netral. Angka ini menunjukkan bahwa mayoritas besar masyarakat masih memberikan dukungan pada pemerintah yang baru.

"Hasil survei ini menunjukkan bahwa masyarakat memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk bekerja dan membuktikan janjinya," ujar Direktur Eksekutif PPI, Ahmad Rifai dalam rilis resminya. Ia menambahkan bahwa kepercayaan publik merupakan modal utama bagi pemerintah untuk melaksanakan program-program yang telah dijanjikan.

Aspek yang Mempengaruhi Kepercayaan Masyarakat

Beberapa aspek menjadi faktor penentu tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran. Pertama, kinerja dalam menangani isu ekonomi. Sebanyak 45 persen responden menyatakan puas dengan langkah-langkah pemerintah dalam mengatasi masalah ekonomi, khususnya dalam program pemerintahan yang berfokus pada kesejahteraan rakyat.

Kedua, respons pemerintah terhadap isu-isu nasional. Pemerintah dinilai responsif dalam menangani berbagai isu yang menjadi perhatian masyarakat, seperti isu harga kebutuhan pokok, infrastruktur, dan ketenagakerjaan. Respons cepat dan nyata dari pemerintah dinilai telah meningkatkan kepercayaan publik.

Ketiga, komunikasi yang dilakukan oleh Presiden dan Wakil Presiden. Kedua figur kepala negara dinilai berhasil dalam menyampaikan visi dan misi pemerintahan melalui berbagai platform komunikasi, baik secara langsung melalui kunjungan kerja maupun melalui media sosial. Komunikasi yang terbuka dan jelas dianggap telah membangun kepercayaan lebih besar dari masyarakat.

Tantangan yang Dihadapi Pemerintah

Meski kepercayaan publik masih tinggi, pemerintahan Prabowo-Gibran masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan utama adalah menjaga kepercayaan publik dalam jangka panjang. Dengan berbagai isu yang mungkin muncul di kemudian hari, pemerintah perlu terus menunjukkan kinerja yang nyata untuk mempertahankan tingkat kepercayaan tersebut.

Tantangan lainnya adalah implementasi berbagai program yang telah dijanjikan selama kampanye. Program-program seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, dan pembangunan infrastruktur membutuhkan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang efektif. Kegagalan dalam implementasi program ini berisiko menurunkan kepercayaan publik di masa depan.

Selain itu, pemerintah juga perlu menghadapi berbagai kritik dan oposisi dari berbagai kalangan. Meski kepercayaan publik tinggi, adanya kritik konstruktif perlu direspons dengan baik sebagai bentuk upaya perbaikan. Pemerintah perlu membuktikan bahwa mampu mendengar dan merespons berbagai masukan dari masyarakat.

Reaksi dari Berbagai Pihak

Hasil survei ini mendapat berbagai respons dari berbagai pihak. Pihak pemerintah menyambut baik hasil survei ini sebagai bentuk dukungan dari masyarakat. "Kami melihat hasil survei ini sebagai motivasi untuk terus bekerja lebih keras dan menghasilkan kinerja yang lebih baik bagi masyarakat," kata Sekretaris Kabinet, Prakoso.

Sementara itu, kalangan oposisi dan aktivis menyatakan bahwa kepercayaan publik yang tinggi harus diimbangi dengan kinerja nyata. "Kepercayaan publik adalah modal berharga, tetapi harus dibuktikan dengan kinerja yang bisa dirasakan oleh masyarakat," ujar seorang aktivis dari lembaga swadaya masyarakat.

Akademisi dan ahli politik memberikan berbagai analisis mengenai hasil survei ini. Menurut seorang profesor ilmu politik, kepercayaan publik yang tinggi pada awal masa jabatan merupakan hal yang wajar, namun pemerintah perlu memanfaatkan momentum ini untuk membangun fondasi kepercayaan yang kuat di masa depan.

Dengan tingkat kepercayaan publik yang masih tinggi, pemerintahan Prabowo-Gibran memiliki kesempatan emas untuk membuktikan kinerjanya dan mewujudkan janji-janji kampanye yang telah diberikan. Namun, tantangan besar tetap menghadang, yaitu bagaimana mempertahankan kepercayaan publik melalui kinerja nyata yang bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Eko Wibowo

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter