13, 2026
Nasional

Tabligh Akbar di Monas, Habib Nabiel Ajak Umat Islam Jaga Persatuan

Hendra Hartono
Hendra Hartono Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Tabligh Akbar di Monas: Habib Nabiel Serukan Umat Islam Jaga Persatuan

Jakarta — Ribuan umat Islam memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, dalam acara Tabligh Akbar yang digelar pada akhir pekan. Acara tersebut menghadirkan Habib Nabiel Al Musawa sebagai penceramah utama. Dalam tausiahnya, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan umat Islam di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan ini berlangsung sejak pagi hingga menjelang siang. Peserta datang dari berbagai wilayah Jabodetabek, bahkan sebagian hadir dari luar kota. Mereka mengikuti rangkaian acara yang dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an, selawat bersama, serta tausiah agama. Kawasan Monas yang menjadi lokasi acara dipenuhi jemaah yang membawa alas duduk, payung, dan perlengkapan ibadah masing-masing.

Dalam ceramahnya, Habib Nabiel mengingatkan bahwa persatuan merupakan salah satu fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, umat Islam perlu menempatkan persaudaraan sebagai prioritas di atas perbedaan pandangan yang bersifat teknis. Ia menilai bahwa keberagaman yang ada di Indonesia harus dikelola dengan sikap saling menghormati, bukan dengan saling menjatuhkan.

Persatuan sebagai Kunci Kekuatan Umat

Habib Nabiel menuturkan bahwa sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia tidak terlepas dari peran serta tokoh agama dan umat Islam. Ia menyebut bahwa persatuan yang dibangun oleh para pendahulu harus terus dijaga oleh generasi saat ini. Menurutnya, tanpa persatuan, potensi umat untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa akan sulit terwujud secara maksimal.

"Persatuan itu bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa," ujar Habib Nabiel di hadapan jemaah.

Ia juga mengingatkan agar umat Islam tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Dalam era digital seperti sekarang, menurutnya, kemampuan menyaring informasi menjadi bagian penting dari upaya menjaga kerukunan. Ia mendorong umat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan isu keagamaan dan kebangsaan.

Ajakan Menjaga Kerukunan Antarumat

Selain menekankan persatuan internal umat Islam, Habib Nabiel juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kerukunan antarumat beragama. Ia menilai bahwa kehidupan harmonis di tengah masyarakat majemuk merupakan aset berharga bagi Indonesia. Sikap toleransi, menurutnya, bukan berarti meleburkan keyakinan masing-masing, melainkan menghargai hak setiap orang untuk menjalankan ibadah sesuai kepercayaannya.

Ia menambahkan bahwa umat Islam sebaiknya menjadi teladan dalam menebarkan kebaikan dan kedamaian. Sikap tersebut, katanya, akan memperkuat citra positif umat Islam di mata masyarakat luas serta mempererat hubungan sosial antarwarga.

Habib Nabiel juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak-anak dalam memahami ajaran agama dan nilai-nilai kebangsaan. Ia berpesan agar orang tua terus mendampingi dan memberikan contoh yang baik kepada generasi muda.

Antusiasme Jemaah dan Kondisi Acara

Pantauan di lokasi menunjukkan jemaah mengikuti acara dengan tertib. Meskipun kawasan cukup padat, arus peserta relatif terkendali berkat pengaturan dari panitia penyelenggara. Petugas keamanan dan relawan turut membantu mengatur lalu lintas serta memastikan jalannya acara berlangsung aman dan lancar.

Beberapa peserta mengaku sengaja datang untuk mendengarkan tausiah langsung dari Habib Nabiel. Mereka berharap pesan persatuan yang disampaikan dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus mempererat tali persaudaraan. Sejumlah jemaah juga terlihat mengabadikan momen acara dengan perangkat ponsel mereka.

Acara Tabligh Akbar ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara. Para peserta kemudian meninggalkan lokasi secara bertahap. Hingga acara berakhir, tidak dilaporkan adanya insiden yang mengganggu jalannya kegiatan.

Harapan Pascaacara

Penyelenggara berharap kegiatan semacam ini dapat menjadi sarana memperkuat silaturahmi antarumat Islam sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan bangsa. Mereka menilai bahwa pesan-pesan keagamaan yang disampaikan secara langsung dapat lebih mudah diterima dan diinternalisasi oleh masyarakat.

Habib Nabiel dalam penutup tausiahnya mengajak seluruh jemaah untuk terus berperan aktif dalam menjaga kedamaian, baik di lingkungan tempat tinggal maupun di ruang publik. Ia menegaskan bahwa persatuan umat merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dirawat secara berkelanjutan, bukan hanya pada momen-momen tertentu saja.

Dengan terselenggaranya acara tersebut, diharapkan semangat kebersamaan dan persaudaraan yang digaungkan dapat terus hidup di tengah masyarakat. Umat Islam diimbau untuk menjadikan persatuan sebagai landasan dalam setiap langkah, sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan yang telah lama menjadi bagian dari identitas Indonesia.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Hartono

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter