04, 2026
Teknologi

Tak Perlu Bayar Mahal di Awal, Modena Tawarkan Subscription Mulai Rp175 Ribu

Modena meluncurkan layanan berlangganan produk rumah tangga, memudahkan akses tanpa biaya awal besar. Tersedia untuk berbagai kategori, mulai Rp175.000/bulan.]]>

Putri Gunawan
Putri Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Tak Perlu Bayar Mahal di Awal, Modena Tawarkan Subscription Mulai Rp175 Ribu

Modena Hadirkan Skema Langganan Perangkat Elektronik Mulai Rp175 Ribu

Produsen perangkat elektronik rumah tangga Modena memperkenalkan model bisnis baru berupa layanan berlangganan atau subscription untuk sejumlah produknya. Langkah ini menjadikan Modena sebagai salah satu pelaku industri elektronik di Indonesia yang secara terbuka mengadopsi skema ekonomi sirkular, di mana konsumen tidak perlu membeli perangkat secara penuh di muka, melainkan membayar biaya langganan bulanan dengan nominal yang jauh lebih ringan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, program langganan tersebut menawarkan paket mulai dari Rp175 ribu per bulan. Dengan skema ini, konsumen dapat menggunakan perangkat Modena tanpa harus mengeluarkan dana besar pada awal transaksi. Pendekatan tersebut berbeda dari pola jual beli konvensional yang selama ini mendominasi pasar elektronik domestik, di mana pembeli wajib melunasi harga penuh atau mencicil melalui skema kredit dengan uang muka tertentu.

Mengapa Model Langganan Ditawarkan

Perubahan perilaku konsumen disebut menjadi salah satu alasan utama di balik strategi ini. Sejumlah kalangan menilai generasi muda dan rumah tangga urban mulai bergeser dari kebiasaan memiliki barang secara permanen menuju pola akses atau penggunaan sementara. Skema langganan dinilai lebih fleksibel karena pengguna dapat menyesuaikan pilihan perangkat dengan kebutuhan dan kemampuan arus kas bulanan.

Selain itu, biaya awal yang rendah menjadi daya tarik tersendiri di tengah tekanan daya beli rumah tangga. Harga sejumlah perangkat elektronik utama, seperti lemari pendingin, mesin cuci, dan penyejuk udara, kerap berada di kisaran jutaan rupiah. Bagi sebagian konsumen, pengeluaran sebesar itu sulit dilakukan secara sekaligus, sehingga opsi langganan menjadi jalan tengah antara kebutuhan fungsional dan keterbatasan anggaran.

Dari sisi produsen, model berlangganan berpotensi menciptakan pendapatan berulang atau recurring revenue. Pola ini dianggap lebih stabil dibandingkan penjualan satuan yang sangat bergantung pada musim promosi, momentum hari besar, dan siklus penggantian perangkat. Pendapatan berulang juga memungkinkan perusahaan merencanakan produksi, distribusi, dan layanan purna jual dengan lebih terukur.

Skema yang Ditawarkan dan Cakupan Layanan

Paket langganan dengan harga mulai Rp175 ribu per bulan umumnya mencakup penggunaan perangkat selama periode kontrak tertentu. Di dalamnya biasanya melekat layanan pemeliharaan, perbaikan, hingga penggantian unit apabila terjadi kerusakan yang bukan disebabkan kelalaian pengguna. Dengan demikian, konsumen tidak lagi dibebani biaya servis tambahan yang kerap menjadi keluhan pemilik perangkat elektronik jangka panjang.

Beberapa penyedia layanan sejenis juga menyertakan opsi upgrade perangkat setelah masa kontrak tertentu berjalan. Konsumen dapat berpindah ke model yang lebih baru atau menyesuaikan kapasitas perangkat sesuai perubahan kebutuhan rumah tangga. Skema semacam ini memberi nilai tambah berupa kemudahan memperbarui teknologi tanpa harus menjual unit lama di pasar sekunder.

Meski demikian, calon pelanggan tetap perlu mencermati sejumlah hal sebelum mendaftar, antara lain durasi kontrak, besaran biaya administrasi, ketentuan denda apabila terjadi pengakhiran lebih awal, serta cakupan wilayah layanan. Perbedaan skema antarproduk juga memungkinkan adanya variasi harga dan fasilitas yang tidak seragam.

Persaingan di Pasar Elektronik Rumah Tangga

Langkah Modena menyusul tren serupa yang mulai muncul di pasar ritel dan layanan konsumen Indonesia. Beberapa kategori produk, seperti ponsel, perangkat komputasi, dan furnitur, telah lebih dulu mengadopsi model berlangganan atau penyewaan jangka panjang. Kehadiran skema ini di segmen elektronik rumah tangga menandai perluasan model bisnis berbasis akses ke sektor yang sebelumnya identik dengan kepemilikan penuh.

Persaingan di industri elektronik rumah tangga sendiri cukup ketat. Sejumlah merek global maupun regional bersaing pada aspek harga, efisiensi energi, fitur pintar, dan jaringan layanan purna jual. Dalam konteks itu, diferensiasi melalui skema langganan dapat menjadi keunggulan kompetitif apabila dijalankan dengan disiplin operasional dan kualitas layanan yang konsisten.

Namun, tantangan tetap ada. Tingkat penetrasi internet dan literasi digital yang belum merata menjadi kendala tersendiri, terutama untuk proses pemesanan, verifikasi, dan pembayaran digital. Selain itu, sejumlah konsumen masih berpandangan bahwa memiliki barang secara penuh lebih menguntungkan dalam jangka panjang dibandingkan membayar langganan tanpa kepemilikan aset di akhir periode.

Dampak bagi Konsumen dan Industri

Bagi konsumen, kehadiran opsi langganan memperluas pilihan pembiayaan. Rumah tangga dengan anggaran terbatas dapat mengakses perangkat yang dibutuhkan tanpa harus menanggung beban utang konsumtif berbunga tinggi. Skema ini juga berpotensi mengurangi limbah elektronik apabila perangkat dikelola, dirawat, dan didaur ulang oleh penyedia layanan setelah masa pakai berakhir.

Bagi industri, model berlangganan mendorong produsen untuk lebih memperhatikan daya tahan produk, kemudahan perbaikan, dan efisiensi rantai pasok. Perusahaan dituntut menjaga kualitas karena biaya servis dan penggantian unit menjadi tanggungan penyedia layanan, bukan lagi sepenuhnya ditanggung pembeli.

Keberhasilan skema ini pada akhirnya bergantung pada transparansi kontrak, kejelasan hak dan kewajiban kedua belah pihak, serta konsistensi mutu layanan. Jika mampu memenuhi harapan tersebut, model langganan berpotensi menjadi alternatif mapan dalam cara masyarakat Indonesia mengakses perangkat elektronik rumah tangga.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Putri Gunawan

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter