01, 2026
Nasional

Teka Teki 3 Jam Sebelum Sumitro Ditemukan Tewas

Citra Anggraini
Citra Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan Indonesia. Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Profesor Sumitro, ditemukan tewas di dalam mobilnya di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, pada Selasa pagi. Namun, hingga kini masih terdapat teka-teki mengenai rentang waktu sekitar tiga jam sebelum jenazahnya ditemukan, yang menyisakan sejumlah pertanyaan bagi pihak keluarga, rekan kerja, dan aparat kepolisian.

Kronologi Penemuan Jenazah

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari sejumlah pihak, jenazah Sumitro pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan setempat yang curiga melihat sebuah mobil terparkir dalam waktu cukup lama di lokasi tersebut. Saat didekati, pintu mobil dalam keadaan tertutup dan mesin sudah dalam kondisi mati. Petugas kemudian melaporkan temuan itu kepada pihak kepolisian setempat yang langsung menuju lokasi kejadian.

Kapolsek Kembangan, AKP Haryanto, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan sekitar pukul 07.30 WIB. "Kami mendapat laporan dari warga yang menemukan korban di dalam mobil. Saat petugas tiba, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa," ujar Haryanto saat ditemui di lokasi kejadian. Dari pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang mencolok pada tubuh korban.

Rentang Tiga Jam yang Belum Terungkap

Teka-teki utama dalam peristiwa ini adalah rentang waktu sekitar tiga jam sebelum jenazah ditemukan. Menurut sejumlah sumber, Sumitro terakhir kali terlihat meninggalkan sebuah acara akademik di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Dari lokasi tersebut, ia diketahui mengendarai mobilnya sendiri menuju arah barat Jakarta. Namun, bagaimana perjalanan berlangsung hingga ia berakhir di Kembangan, dan apa yang terjadi selama sekitar tiga jam sebelum penemuan jenazah, masih menjadi tanda tanya besar.

Pihak kepolisian mengaku masih mendalami rute perjalanan korban. Rekaman kamera pengawas atau CCTV di sepanjang jalur yang dilalui menjadi salah satu fokus penyelidikan. "Kami masih mengumpulkan rekaman CCTV dari beberapa titik untuk memastikan pergerakan korban. Ada beberapa titik yang belum terpasang kamera, sehingga menjadi kendala," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Rudi Setiawan.

Penyebab Kematian Belum Dapat Dipastikan

Hingga saat ini, penyebab pasti kematian Sumitro belum dapat disimpulkan. Tim forensik telah melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah, namun hasil resmi masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. Menurut dokter forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, dr. Ratna Indriyani, diperlukan pemeriksaan penunjang seperti toksikologi dan patologi anatomi untuk memastikan penyebab kematian. "Kami belum bisa menyimpulkan apakah kematian disebabkan oleh serangan jantung atau faktor lain. Pemeriksaan lanjutan akan memakan waktu beberapa hari," jelasnya.

Sementara itu, pihak keluarga menolak berkomentar banyak terkait peristiwa ini. Salah satu kerabat yang enggan disebutkan namanya hanya menyampaikan bahwa keluarga sedang berduka dan meminta agar proses hukum tetap berjalan transparan. "Kami percaya aparat akan mengusut tuntas peristiwa ini. Kami hanya ingin tahu penyebabnya," ucapnya singkat.

Rekan Kerja Kehilangan Sosok Panutan

Kepergian Sumitro menyisakan duka mendalam bagi kolega di lingkungan Universitas Indonesia. Dekan FEB UI, Teguh Dartanto, menyebut almarhum sebagai sosok akademisi yang berdedikasi tinggi dan dikenal aktif dalam berbagai penelitian di bidang ekonomi pembangunan. "Beliau adalah panutan bagi banyak mahasiswa dan dosen muda. Dedikasinya terhadap dunia pendidikan luar biasa," kata Teguh.

Sejumlah mahasiswa yang pernah dibimbing Sumitro juga menyampaikan rasa kehilangan. Mereka mengenang almarhum sebagai dosen yang disiplin namun terbuka terhadap diskusi. "Beliau tidak pernah segan meluangkan waktu untuk berdiskusi dengan mahasiswa, bahkan di luar jam perkuliahan," ujar Andi, salah satu mahasiswa program doktor FEB UI.

Penyelidikan Masih Berjalan

Polisi menyatakan masih menyelidiki kasus ini dari berbagai kemungkinan, termasuk apakah ada keterlibatan pihak lain ataukah murni peristiwa nahas di jalan. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk rekan kerja yang terakhir bertemu korban. "Kami belum bisa menyimpulkan apakah ini murni kecelakaan atau ada unsur lain. Semua kemungkinan masih kami dalami," tegas Rudi.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait pergerakan korban pada rentang waktu tersebut untuk melapor. Sementara itu, jenazah Sumitro telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan setelah proses pemeriksaan selesai. Teka-teki tiga jam sebelum penemuan jenazah masih menjadi misteri yang menunggu jawaban, seiring penyelidikan yang terus berlanjut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Citra Anggraini

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter