01, 2026
Nasional

57 Korban KM Virgo Transport 8 Masih Hilang, 1.041 Personel dan 63 Penyelam Dikerahkan

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/28/6aba9cbc9806d-penyelam-gabungan-sisir-bangkai-km-virgo-transport-8-masuk-hingga-kamar-kapal-cari-korban_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Sandi Setiawan
Sandi Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban Kapal Motor Virgo Transport 8 terus dilanjutkan dengan pengerahan kekuatan besar. Sebanyak 1.041 personel gabungan dan 63 penyelam dikerahkan untuk menyisir lokasi kecelakaan kapal di perairan, dengan fokus utama menemukan 57 korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Jumlah korban hilang tersebut merupakan bagian dari total penumpang dan awak yang berada di atas kapal saat insiden terjadi. Sejumlah korban telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih dalam pencarian. Petugas menegaskan bahwa operasi akan terus berjalan selama masih ada peluang menemukan korban, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus laut, serta faktor keselamatan tim di lapangan.

Ratusan Personel Dikerahkan Sejak Hari Pertama

Pengerahan 1.041 personel melibatkan unsur dari berbagai institusi, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, petugas medis, hingga relawan dan organisasi masyarakat. Personel tersebut dibagi ke dalam beberapa sektor penyisiran, baik di permukaan laut, bawah air, maupun di pesisir yang diperkirakan menjadi jalur penyebaran korban.

Selain personel darat dan laut, tim juga mengerahkan sejumlah armada, termasuk kapal patroli, perahu karet, serta peralatan deteksi bawah air. Koordinasi dilakukan melalui pos komando terpadu yang memantau pergerakan tim dan memperbarui informasi mengenai temuan di lapangan setiap saat.

63 Penyelam Sisir Bagian Dalam Kapal

Sebanyak 63 penyelam diterjunkan untuk menyisir bangkai KM Virgo Transport 8. Menurut keterangan petugas di lapangan, penyelaman dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan faktor kedalaman, arus, dan visibilitas bawah air yang berubah-ubah. Tim penyelam menyasar sejumlah titik, termasuk ruang mesin, kamar kapal, dan bagian-bagian yang diperkirakan masih menyimpan korban.

Penyisiran hingga ke bagian dalam bangkai kapal menjadi salah satu fokus karena banyak korban diduga terjebak di ruang tertutup saat kapal tenggelam. Namun, tim penyelam menghadapi sejumlah kendala, seperti puing-puing yang menghalangi jalur masuk serta risiko keselamatan yang tinggi saat menyusuri ruang sempit di bawah air.

Kendala Cuaca dan Arus Laut

Kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kelancaran operasi pencarian. Gelombang tinggi serta arus laut yang cukup kuat di lokasi kejadian dapat membatasi waktu penyelaman dan pergerakan kapal penyisir. Petugas menyatakan bahwa setiap keputusan untuk menghentikan atau melanjutkan operasi diambil berdasarkan penilaian terhadap kondisi keselamatan di lapangan.

Selain itu, jangkauan lokasi pencarian turut diperluas dari titik utama kecelakaan. Hal ini dilakukan karena arus laut berpotensi menggeser posisi korban maupun barang-barang yang ikut terbawa saat kapal tenggelam. Tim pemantau di pesisir juga dikerahkan untuk memantau kemungkinan korban terdampar di wilayah pesisir terdekat.

Pendataan Penumpang dan Awak

Proses pendataan penumpang dan awak terus dilakukan untuk memastikan jumlah korban yang masih hilang tidak mengalami perubahan. Petugas mengumpulkan informasi dari keluarga, agen tiket, serta dokumen manifes kapal. Pendataan ini penting untuk menyelaraskan jumlah korban yang telah ditemukan dengan daftar penumpang yang terdaftar.

Keluarga korban mendapatkan pendampingan di posko terpadu yang telah disiapkan. Mereka menerima informasi perkembangan operasi, layanan konseling, serta bantuan administratif menjelang proses identifikasi korban. Posko juga menjadi tempat pemantauan bagi keluarga yang menunggu kepastian mengenai kondisi anggota keluarga mereka.

Proses Identifikasi Korban

Korban yang berhasil dievakuasi dibawa ke fasilitas kesehatan dan instalasi forensik terdekat untuk menjalani proses identifikasi. Tim forensik menggunakan sejumlah metode, termasuk pemeriksaan sidik jari, data gigi, serta sampel DNA, untuk memastikan identitas korban secara akurat.

Proses identifikasi memerlukan waktu karena kondisi jasad dan kelengkapan data pembanding dari keluarga. Petugas mengimbau keluarga korban untuk segera melengkapi data yang dibutuhkan, seperti dokumen identitas dan keterangan ciri khusus, guna mempercepat proses tersebut.

Fokus Pencarian Berlanjut

Hingga saat ini, operasi pencarian terhadap 57 korban yang masih hilang menjadi prioritas utama. Tim gabungan menerapkan sistem penyisiran bergilir agar operasi dapat berlangsung secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan personel. Pemerintah daerah dan instansi terkait menyatakan komitmen untuk menuntaskan proses pencarian dan evakuasi.

Masyarakat diimbau tidak mendekati area operasi dan melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban di wilayah pesisir. Seluruh informasi yang masuk akan diverifikasi dan ditindaklanjuti oleh tim lapangan sesuai prosedur yang berlaku.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Sandi Setiawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter