PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memperkuat komitmen terhadap praktik environmental, social, and governance (ESG) melalui keterlibatannya dalam UN Global Compact serta penerapan program pengelolaan limbah yang diarahkan menuju zero waste. Langkah tersebut menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi usaha perusahaan telekomunikasi pelat merah itu, tidak sekadar sebagai kewajiban pelaporan.
Dalam sejumlah dokumen keberlanjutan yang dipublikasikan perusahaan, Telkom menegaskan bahwa penerapan ESG dijalankan menyeluruh, mulai dari operasional jaringan, pengelolaan fasilitas, hingga rantai pasok dan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini dinilai relevan dengan skala bisnis perusahaan yang mencakup layanan seluler, jaringan tetap, data center, serta ekosistem digital di seluruh Indonesia.
Sepuluh Prinsip UN Global Compact sebagai Acuan
Sebagai peserta UN Global Compact, Telkom mengacu pada sepuluh prinsip yang mencakup empat bidang utama, yaitu hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan, dan antikorupsi. Prinsip-prinsip tersebut menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan internal, prosedur pengadaan, hingga mekanisme pengawasan.
Pada bidang hak asasi manusia, perusahaan diarahkan memastikan tidak terjadi pelanggaran dalam kegiatan operasional maupun hubungan dengan mitra. Pada bidang ketenagakerjaan, perusahaan berkomitmen menghormati kebebasan berserikat, menghapus kerja paksa dan pekerja anak, serta menegakkan nondiskriminasi di tempat kerja.
Untuk bidang lingkungan, komitmen diwujudkan melalui upaya pencegahan pencemaran, penggunaan teknologi ramah lingkungan, serta inisiatif efisiensi energi dan air. Sementara pada bidang antikorupsi, Telkom menegaskan sikap menolak segala bentuk penyuapan dan pemerasan, termasuk melalui penerapan sistem pelaporan pelanggaran atau whistleblowing system.
Integrasi ke Dalam Kebijakan Internal
Prinsip-prinsip global tersebut tidak berhenti pada pernyataan komitmen. Perusahaan mengintegrasikannya ke dalam kebijakan tata kelola, kode etik, dan indikator kinerja yang dipantau secara berkala. Integrasi ini penting agar praktik keberlanjutan dapat diukur dan dievaluasi, bukan hanya bersifat seremonial.
Program Zero Waste dan Pengelolaan Limbah
Selain kerangka internasional, Telkom menjalankan program pengelolaan limbah yang diarahkan pada prinsip zero waste. Fokus program mencakup pemilahan sampah di lingkungan kantor, pengurangan penggunaan material sekali pakai, serta penanganan limbah elektronik yang timbul dari kegiatan operasional dan pergantian perangkat.
Limbah elektronik menjadi perhatian karena karakteristik industri telekomunikasi yang intensif menggunakan peralatan, mulai dari perangkat jaringan, server, hingga perangkat pendukung di kantor cabang. Penanganan yang tidak tepat berpotensi menimbulkan risiko pencemaran, sehingga perusahaan mengarahkan pengelolaannya melalui prosedur dan pihak yang memiliki kompetensi.
Efisiensi Sumber Daya dan Digitalisasi
Sejumlah inisiatif efisiensi dijalankan bersamaan dengan program pengurangan limbah, antara lain melalui digitalisasi proses bisnis dan layanan pelanggan. Peralihan layanan ke kanal digital mengurangi konsumsi kertas dan kebutuhan perjalanan, yang berdampak pada penurunan emisi tidak langsung.
Di sisi operasional jaringan, perusahaan mengupayakan penghematan energi melalui modernisasi perangkat dan pengelolaan konsumsi daya di sejumlah fasilitas. Langkah tersebut diarahkan untuk menekan biaya sekaligus mengurangi jejak karbon operasional.
Dimensi Sosial dan Tata Kelola
Komponen sosial dalam kerangka ESG diwujudkan melalui program pemberdayaan masyarakat, pengembangan talenta digital, serta penyediaan akses konektivitas di wilayah yang belum terlayani optimal. Perusahaan menempatkan program tanggung jawab sosial sebagai bagian dari upaya menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar wilayah operasi.
Dari sisi tata kelola, Telkom menekankan pentingnya transparansi pelaporan, pengelolaan risiko, dan pengawasan berjenjang. Praktik tata kelola yang baik dinilai menjadi fondasi agar kebijakan keberlanjutan dapat berjalan konsisten di seluruh lini organisasi dan unit usaha.
Pengukuran dan Tantangan
Meski kerangka kebijakan telah tersedia, penerapan ESG di perusahaan berskala besar menghadapi sejumlah tantangan. Tantangan tersebut antara lain memastikan konsistensi praktik di unit operasi yang tersebar luas, mengukur dampak program secara terukur, serta menyelaraskan kepentingan kinerja keuangan dengan target keberlanjutan.
Karena itu, perusahaan memandang perlu indikator yang jelas, data yang dapat diverifikasi, serta evaluasi berkala. Pelaporan keberlanjutan menjadi instrumen untuk mempertanggungjawabkan capaian sekaligus menandai area yang masih perlu diperbaiki.
Arah Lanjutan
Melalui kombinasi keikutsertaan dalam UN Global Compact dan program zero waste, Telkom menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari agenda jangka panjang. Bagi perusahaan telekomunikasi, pendekatan ini berkaitan langsung dengan keberlanjutan operasional jaringan, kepercayaan pemangku kepentingan, dan daya saing usaha dalam ekosistem digital.
Ke depan, efektivitas komitmen tersebut akan bergantung pada konsistensi pelaksanaan di lapangan, keterbukaan dalam pelaporan, serta kemampuan perusahaan menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial.
Komentar (0)