24, 2026
Internasional

Telkom Perkuat Program Keberlanjutan Lewat Keanggotaan UN Global Compact

Telkom Indonesia menerima sertifikat UNGC dan meluncurkan program Zero Waste to Landfill. Inisiatif ini mendukung program keberlanjutan dan pengelolaan sampah.]]>

Taufik Syahputra
Taufik Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Telkom Perkuat Program Keberlanjutan Lewat Keanggotaan UN Global Compact
**Telkom Perkuat Program Keberlanjutan Lewat Keanggotaan UN Global Compact** PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memperkuat komitmennya terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab dengan menjadi bagian dari UN Global Compact. Keanggotaan dalam inisiatif global tersebut menempatkan Telkom di antara perusahaan-perusahaan yang berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam strategi dan operasional bisnis. Langkah ini dipandang sebagai penguatan program keberlanjutan yang telah dijalankan perusahaan, sekaligus sinyal bahwa aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and governance (ESG) semakin menjadi bagian dari agenda korporasi. UN Global Compact merupakan inisiatif yang mendorong dunia usaha untuk menyelaraskan strategi dan operasinya dengan sepuluh prinsip universal di bidang hak asasi manusia, ketenagakerjaan, lingkungan, serta antikorupsi. Keanggotaan ini bukan sekadar simbol atau pengakuan formal. Perusahaan yang bergabung diharapkan menerjemahkan prinsip-prinsip tersebut ke dalam kebijakan, proses bisnis, dan budaya kerja sehari-hari. Dalam konteks itu, langkah Telkom dapat dibaca sebagai upaya memperkuat fondasi keberlanjutan, bukan hanya menambah daftar afiliasi internasional. Bagi Telkom, keberlanjutan memiliki keterkaitan erat dengan peran perusahaan sebagai penyedia infrastruktur dan layanan telekomunikasi serta digital. Konektivitas tidak lagi hanya soal jaringan, tetapi juga soal bagaimana layanan digital dapat memperluas akses, mendorong produktivitas, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Melalui keanggotaan UN Global Compact, Telkom memiliki kerangka global untuk memastikan bahwa pengembangan layanan digital tetap berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Salah satu dimensi penting dalam keberlanjutan Telkom adalah kontribusi terhadap inklusi digital. Perusahaan dapat memperkuat program yang mendekatkan akses internet dan teknologi kepada masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah yang masih tertinggal. Inisiatif seperti literasi digital, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah, serta pengembangan talenta digital menjadi bagian dari cara perusahaan menciptakan nilai sosial. Dengan kerangka UN Global Compact, program-program tersebut dapat diarahkan agar tidak hanya bersifat filantropis, tetapi juga terintegrasi dalam model bisnis yang inklusif. Dari sisi lingkungan, keanggotaan ini mendorong Telkom untuk terus meningkatkan efisiensi energi, mengelola limbah elektronik, mengurangi dampak operasional infrastruktur, dan mendorong pemanfaatan teknologi yang lebih ramah lingkungan. Perusahaan telekomunikasi memiliki jejak lingkungan yang perlu dikelola dengan serius, mulai dari konsumsi energi pada jaringan dan pusat data hingga pengelolaan perangkat yang sudah tidak terpakai. Komitmen keberlanjutan menuntut adanya target, pengukuran, dan transparansi, bukan sekadar pernyataan di tingkat korporasi. Aspek sosial juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Telkom perlu memastikan perlindungan data pelanggan, keamanan siber, serta praktik ketenagakerjaan yang adil dan inklusif. Dalam bisnis digital, kepercayaan adalah modal utama. Karena itu, keberlanjutan bukan hanya menyangkut citra perusahaan, tetapi juga keberlangsungan layanan dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan, karyawan, mitra, dan masyarakat. Prinsip-prinsip UN Global Compact dapat menjadi pengingat bahwa inovasi teknologi harus berjalan bersama penghormatan terhadap hak asasi manusia dan standar kerja yang layak. Selain itu, keanggotaan dalam UN Global Compact memperkuat dimensi tata kelola. Telkom didorong untuk terus menerapkan transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam pengambilan keputusan. Praktik antikorupsi, pengelolaan risiko, serta mekanisme pengaduan yang efektif menjadi bagian dari fondasi kepercayaan publik. Sebagai perusahaan yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional, Telkom menghadapi ekspektasi tinggi agar tidak hanya kompetitif secara bisnis, tetapi juga bersih dan bertanggung jawab dalam menjalankan usaha. Keanggotaan ini juga dapat memperkuat pelaporan keberlanjutan. Melalui kerangka global, Telkom memiliki rujukan untuk menyusun laporan yang lebih terukur, terstandar, dan mudah dibandingkan. Pelaporan yang baik membantu pemangku kepentingan memahami bagaimana perusahaan mengelola dampak lingkungan dan sosial, serta bagaimana komitmen tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan konkret. Namun, yang paling penting adalah tindak lanjut: target yang jelas, evaluasi berkala, dan perbaikan berkelanjutan. Tentu, menjadi anggota UN Global Compact bukanlah tujuan akhir. Inisiatif ini lebih tepat dipahami sebagai titik awal untuk memperkuat disiplin keberlanjutan. Tantangannya adalah memastikan prinsip-prinsip global tidak berhenti pada dokumen resmi, tetapi meresap ke dalam operasional sehari-hari, rantai pasok, dan pengambilan keputusan investasi. Di sinilah kredibilitas program keberlanjutan diuji. Dengan langkah tersebut, Telkom memperlihatkan arah bahwa keberlanjutan bukan beban tambahan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang. Bagi perusahaan telekomunikasi dan digital, nilai bisnis dan nilai sosial dapat berjalan seiring apabila dikelola dengan tata kelola yang baik. Keanggotaan UN Global Compact menjadi penguat komitmen itu, sekaligus pengingat bahwa keberlanjutan membutuhkan konsistensi, transparansi, dan dampak yang nyata.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Taufik Syahputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter