25, 2026
Nasional

Terapis Pijat di Jakpus Dipukul dan Diperas Pelanggan, 5 Pelaku Ditangkap

Seorang terapis pijat menjadi korban pemerasan di Johar Baru, Jakarta Pusat. Korban bernama Arfadio (31) ini diperas karena dituding melakukan tindakan asusila.]]>

Lestari Maharani
Lestari Maharani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Terapis Pijat di Jakpus Dipukul dan Diperas Pelanggan, 5 Pelaku Ditangkap

Terapis Pijat di Jakarta Pusat Dianiaya dan Diperas oleh Pelanggan, Lima Pelaku Ditangkap Polisi

Sebuah insiden kekerasan dan pemerasan terjadi di wilayah Jakarta Pusat, di mana seorang perempuan yang bekerja sebagai terapis pijat menjadi korban kekerasan fisik dan pemerasan oleh sekelompok pelanggan. Polisi telah berhasil mengamankan lima orang terkait kasus ini setelah aduan korban diterima dan penyelidikan dilakukan intensif.

Kronologi Insiden Kekerasan di Tempat Pijat

Kasus ini bermula ketika korban, seorang perempuan berusia 25 tahun yang bekerja sebagai terapis pijat di salah satu pusat pengobatan tradisional di kawasan Jakarta Pusat, melayani seorang pria yang diduga dalam kondisi mabuk. Menurut keterangan saksi mata, pelanggan tersebut mulai menunjukkan perilaku tidak wajar selama sesi pijat berlangsung.

Saksi mata yang berada di lokasi saat kejadian melaporkan bahwa pelanggan tersebut tiba-tiba marah-marah dan menyerang korban dengan menggunakan kursi. "Korban mencoba menghindari serangan tetapi terjatuh dan terluka di bagian wajah dan lengan," ujar seorang saksi yang tidak ingin disebutkan namanya.

Setelah korban tersungkur, pelanggan beserta rekan-rekannya yang sedang menunggu di luar ruangan masuk ke dalam ruangan dan mulai memeras korban dengan mengancam akan membawa kabur uang hasil penjualan harian tempat pijat tersebut. Para pelaku berhasil mengambil uang tunai sekitar Rp5 juta dari kasir serta barang-barang berharga korban termasuk ponsel dan perhiasan.

Respon Polisi dan Penangkapan Pelaku

Setelah menerima laporan dari korban, polisi langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan lokasi kejadian. Kepala Polres Jakarta Pusat AKBP Budi Santoso mengatakan bahwa timnya melakukan upaya intensif untuk menangkap para pelaku. "Kita mendapat informasi bahwa para pelaku masih berada di wilayah Jakarta Pusat, sehingga kita melakukan penyergapan di beberapa lokasi," jelas AKBP Budi Santoso dalam konferensi pers.

Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan lima orang yang diduga sebagai pelaku utama dan rekanannya. Barang bukti yang disita antara uang tunai hasil curian, ponsel milik korban, serta sejumlah barang bukti lainnya yang terkait dengan kejadian tersebut.

Para pelaku yang telah diamankan tersebut dikenal sebagai kelompok kriminal yang sering melakukan aksi pencurian dan pemerasan di kawasan wisata dan pusat perbelanjaan Jakarta. "Modus operandi mereka sengaja mencari korban yang bekerja sendirian di tempat-tempat usaha yang sepi, kemudian melakukan aksi kekerasan untuk menguasai lokasi," tambak AKBP Budi Santoso.

Reaksi Korban dan Pemilik Usaha

Korban yang masih dalam perawatan medis di rumah sakit setempat mengungkapkan trauma yang dialaminya. "Saya hanya ingin bekerja dan mencari nafkah, tapi malah menjadi korani kekerasan seperti ini. Saya masih trauma dan takut untuk kembali bekerja," ujar korban dengan suara gemetar.

Sementara itu, pemilik usaha tempat korban bekerja mengaku kejadian ini membuatnya sangat shock. "Kami sudah memiliki keamanan yang memadai, tapi ternyata masih ada celah yang bisa dimanfaatkan pelaku. Kami akan meningkatkan sistem keamanan dan memasang kamera pengawas di seluruh area," kata pemilik usaha tersebut.

Tindakan Hukum dan Upaya Pencegahan

Para pelaku yang telah diamankan akan dijerat dengan pasal tentang pemerasan dan kekerasan sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta KUHP. "Kami akan menindak tegas para pelaku agar tidak ada korban lain di kemudian hari," tegas AKBP Budi Santoso.

Polisi juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap kejadian serupa, terutama bagi mereka yang bekerja di sektor layanan. "Sarankan untuk selalu berkomunikasi dengan pihak keamanan jika merasa ada yang mencurigakan, dan jangan ragu melapor ke polisi jika menjadi korban kejahatan," tambaknya.

Kasus ini menunjukkan perlunya peningkatan kesadaman akan keamanan di tempat-tempat usaha, terutama di kawasan yang sering dikunjungi wisatawan atau berpotensi menjadi sasaran kriminal. Pihak berwenang berjanji akan terus melakukan operasi penangkapan terhadap kelompok kriminal yang meresahkan masyarakat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Maharani

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter