Terapkan Sistem Ganjil-Genap, Antrean di SPBU Bali Mulai Berkurang
Pemerintah Provinsi Bali telah melaporkan penurunan signifikan panjang antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sejak penerapan sistem ganjil-genap untuk kendaraan bermotor. Kebijakan yang diberlakukan sejak awal bulan ini bertujuan untuk mengurangi beban penjualan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Pulau Dewata seiring adanya kebijakan baru pemerintah pusat terkait alokasi BBM subsidi.
Gubernur Bali I Made Mangku Pastika mengatakan bahwa penerapan sistem ganjil-genap telah memberikan dampak positif dalam mengurangi antrean kendaraan di SPBU, terutama di wilayah Denpasar dan Badung. Menurutnya, dengan sistem ini, volume kendaraan yang datang ke SPBU setiap harinya menjadi lebih merata, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan seperti sebelumnya.
Implementasi Sistem Ganjil-Genap
Sistem ganjil-genap di SPBU Bali diberlakukan berdasarkan nomor polisi kendaraan. Pada hari ganjil, kendaraan dengan nomor polisi ganjil diperbolehkan mengisi BBM, sedangkan pada hari genap, kendaraan dengan nomor polisi genap yang diizinkan. Kebijakan ini berlaku untuk semua jenis kendaraan baik roda dua maupun roda empat.
Untuk memastikan kebijakan berjalan lancar, pemerintah daerah bekerja sama dengan jajaran kepolisian dan Dishub setempat. Sebanyak 200 personel diturunkan untuk mengawasi pelaksanaan sistem ganjil-genap di 50 SPBU tersebar di Bali. Petugas akan memberikan arahan dan penjelasan kepada pengendara yang kurang memahami aturan yang berlaku.
Salah satu SPBU yang menjadi contoh berhasilnya implementasi sistem ini adalah SPBU Ngurah Rai di Denpasar. Manajer SPBU tersebut, I Nyoman Suardana, mengungkapkan bahwa panjang antrean yang biasanya mencapai 500 meter kini telah berkurang menjadi sekitar 200 meter. "Sebelum sistem diterapkan, kami sering kali kehabisan stok BBM subsidi karena dihujani kendaraan. Kini, distribusi stok menjadi lebih merata dan tidak ada lagi tekanan berlebihan pada satu hari," ujarnya.
Dampak bagi Pengendara
Banyak pengendara yang memberikan respons positif terhadap penerapan sistem ganjil-genap ini. Wayan Sutrisna, seorang pengendara sepeda motor dari Denpasar, mengaku sistem ini membantu mengurangi waktu tunggu saat mengisi BBM. "Sebelumnya, kadang saya harus menunggu hingga dua jam untuk mengisi BBM subsidi. Sekarang, dengan sistem ganjil-genap, saya bisa lebih merencanakan waktu pengisian bahan bakar," kata Sutrisna.
Di sisi lain, tidak sedikit pengendara yang mengalami kebingungan pada awal penerapan sistem. Beberapa di antaranya lupa dengan aturan ganjil-genap sehingga harus datang kembali pada hari yang sesuai. Untuk mengatasi hal ini, pihak SPBU menyediakan papan informasi yang jelas dan petugas yang siap membantu memberikan penjelasan.
Tanggapan dari Pelaku Usaha
Asosiasi Pengusaha SPBI Indonesia (APERSI) cabang Bali menyambut baik penerapan sistem ganjil-genap ini. Ketua APERSI Bali, I Ketut Sutrisna, mengatakan bahwa sistem ini membantu mengurangi beban operasional SPBU. "Dengan adanya sistem ini, kita bisa lebih mengatur stok BBM dan mengurangi biaya operasional seperti tenaga kerja tambahan yang biasanya kita butuhkan saat lonjakan pengunjung," ujarnya.
Sutrisna menambahkan bahwa APERSI akan terus mendukung kebijakan pemerintah dalam mengelola distribusi BBM di Bali. Namun, ia berharap pemerintah juga mempertimbangkan kelancaran operasional usaha SPBU dalam menetapkan kebijakan-kebijakan selanjutnya.
Langkah-Langkah Mendatang
Pemerintah Provinsi Bali berencana untuk memantau dampak sistem ganjil-genap selama satu bulan ke depan. Setelah itu, akan dilakukan evaluasi untuk melihat apakah kebijakan ini perlu diperpanjang atau bahkan diubah sesuai dengan kondisi yang terjadi.
Gubernur Mangku Pastika menegaskan bahwa pemerintah tetap komitmen untuk memastikan ketersediaan BBM subsidi bagi masyarakat Bali. "Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan perusahaan minyak untuk memastikan pasokan BBM stabil dan merata," katanya.
Dengan penerapan sistem ganjil-genap, diharapkan antrean di SPBU Bali dapat terus ditekan dan ketersediaan BBM bagi masyarakat dapat terjamin. Pemerintah juga berharap para pengendara dapat memahami dan mematuhi aturan yang berlaku demi kelancaran bersama.
Komentar (0)