30, 2026
Nasional

Tertahan di Soetta, Ben Gagal Antar Ibunya ke Peristirahatan Terakhir

Lestari Maharani
Lestari Maharani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Tertahan di Soetta, Ben Gagal Antar Ibunya ke Peristirahatan Terakhir

Kisah tragis menimpa keluarga Ben, seorang anak yang dalam kondisi duka mendalam harus menahan diri di Bandara Soekarno-Hatta saat ibunya, Ibu Siti, tengah dalam perjalanan menuju peristirahatan terakhir. Kondisi yang tidak terduga ini membuat Ben tidak bisa mengiringi jenazah ibnya hingga ke tempat peristirahatan terakhir di kampung halamannya.

Ben tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu pagi dengan niat untuk menemani jenazah ibnya yang akan dievakuasi dari Jakarta ke kota asalnya di Jawa Tengah. Rencana semula, Ben akan ikut dalam penerbangan tersebut untuk memastikan prosesi pemakaman berjalan lancar sesuai adat istiadat setempat. Namun, nasib berkata lain ketika badai cuaca buruk melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya pada siang harinya.

Badai Cuaca Menghambat Rencana

Menurut informasi dari pihak bandara, kondisi cuaca ekstrem dengan hujan deras dan angin kencang menyebabkan sejumlah penerbangan ditunda atau bahkan dibatalkan. Termasuk penerbangan yang membawa jenazah Ibu Siti. Ben yang sudah menyiapkan segalanya sejak semalam, harus menunggu di area bandara dalam kondisi buntu.

"Kami sudah berkoordinasi dengan maskapai, tapi memang kondisi cuaca tidak memungkinkan pesawat untuk lepas landat dengan aman. Kami minta maaf atas ketidaknyamanan ini," ujar sepetugas maskapai yang tidak mau disebutkan namanya.

Ben sendiri tampak sangat sedih dan putus asa saat ditemui di area keberangkatan. Ia mengaku sudah tidak tahu harus berbuat apa ketika harus menunggu tan bisa membawa jenazah ibunya pulang. "Saya sudah tidak bisa menahan air mata. Ibu sudah menunggu untuk pulang ke kampung halaman, tapi ternyata ada rintangan seperti ini," ujar Ben dengan suara serak.

Upaya Pihak Terkait

Sejumlah pihak terkata sudah berusaha membantu Ben dalam situasi sulit ini. Tim dari dinas kesehatan setempat sudah datang ke lokasi untuk memberikan dukungan moral dan membantu proses administrasi yang diperlukan. Selain itu, beberapa kerabat juga sudah berkoordinasi untuk memastikan jenazah Ibu Siti tetap dalam kondisi baik meski harus menunggu lebih lama di bandara.

"Kami sudah menyiapkan tim untuk mendampingi Pak Ben selama menunggu. Jenazah Ibu Siti juga sudah kami bawa ke ruang khusus agar tetap terjaga kondisinya," jelas Kepala Dinas Kesehatan setempat, Dr. Ahmad.

Pihak bandara juga telah menyediakan tempat tidur sementara dan fasilitas dasar untuk keluarga yang terdampak penundaan penerbangan. Mereka juga berjanji akan memberikan informasi terkait jadwal penerbangan secepat mungkin ketika kondisi cuca memungkinkan.

Reaksi Publik dan Dukungan

Kisah Ben dan ibunya ini pun menarik perhatian publik setelah diceritakan di media sosial. Banyak netizen yang menyampaikan simpati dan doa untuk keluarga yang sedang berduka. Beberapa bahanya menawarkan bantuan secara langsung kepada Ben meskipun belum banyak yang bisa direalisasikan karena keterbatasan koordinasi.

"Saya ikut sedih mendengar nasib Pak Ben. Duka ganda pasti dialaminya saat harus menahan diri di bandara sementara ibnya menunggu untuk pulang," tulis salah seorang netizen dalam akun media sosialnya.

Pihak berwenang setempat mengimbau masyarakat untuk tetap sabar dan memahami situasi yang terjadi. Menurut mereka, keamanan dan kenyamanan semua penumpang menjadi prioritas utama dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.

Perjalanan Menuju Peristirahatan Terakhir

Sampai berita ini diturunkan, Ben masih menunggu di Bandara Soekarno-Hatta untuk bisa segera membawa jenazah ibunya pulang. Pihak maskapai belum memberikan kepastian jelas kapan penerbangan bisa dilaksanakan. Namun, mereka berjanji akan memberikan prioritas bagi jenazah untuk segera dievakuasi begitu kondisi cuca memungkinkan.

Kisah ini mengingatkan kita akan ketidakpastian hidup dan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi segala rintangan. Duka yang dialami Ben menjadi cerminan betapa rapuhnya kehidupan dan seberapa berharganya setiap momen bersama keluarga tercinta.

Meskipun harus menunda rencana, Ben berharap ibunya bisa segera pulang ke kampung halaman untuk dikebumikan dengan layak sesuai adat istiadat yang berlaku. Semoga dalam kesedihan yang mendalam, keluarga diberi kekuatan untuk melewati ujian ini.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Maharani

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter