30, 2026
Politik

Prabowo Ingin Tahu Pemilik Korporasi yang Terlibat Karhutla: Ini Sudah Kelewatan!

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/07/6a9e5c726bae5-presiden-prabowo-subianto_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Mira Permata
Mira Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Prabowo Minta Identitas Pemilik Korporasi Terlibat Karhutla

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan mengungkap pemilik perusahaan-perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan oleh Presiden setelah melihat kondisi di beberapa titik yang terkena dampak karhutla di Kalimantan dan Sumatera. Presiden menilai bahwa pengetahuan mengenai pemilik perusahaan yang melakukan pembukaan lahan dengan cara ilegal merupakan langkah penting untuk menghentikan praktik yang merusak lingkungan ini.

"Kami akan mengetahui siapa pemilik perusahaan-perusahaan ini. Ini sudah kelewatan terlalu lama," tegas Prabowo dalam jumpa pers seusai melakukan peninjauan lokasi di Riau, Kamis (5/9/2024). Menurutnya, pemerintah tidak akan lagi bermain-main dengan pihak-pihak yang secara sengaja membakar hutan demi keuntungan ekonomi semata.

Pemerintah Akan Tindak Tegas

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan sanksi tegas bagi perusahaan-perusahaan yang terbukti terlibat dalam kegiatan pembukaan lahan dengan cara membakar. Sanksi yang akan diberikan tidak hanya berupa denda, tetapi juga mencakup pencabutan izin usaha hingga penuntutan pidana bagi pelaku yang terbukti bersalah.

"Kami akan memberikan sanksi yang tegas. Tidak ada lagi penyelewengan. Izin akan kami cabut jika terbukti melanggar hukum," tegas Prabowo. Ia menambahkan bahwa pemerintah juga akan memperketat pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di area perhutanan dan lahan gambut.

Presiden juga menyatakan bahwa pemerintah akan melibatkan berbagai pihak dalam upaya pencegahan karhutla, termasuk TNI/Polri, satuan tugas penanganan karhutla di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta masyarakat setempat. "Kita tidak bisa melawan karhutla ini sendiri. Semua harus terlibat," ujarnya.

Data dan Teknologi untuk Pemantauan

Untuk mendukung upaya pencegahan karhutla, pemerintah akan memanfaatkan teknologi informasi dan satelit untuk memantau potensi kebakaran hutan dan lahan. Data yang dikumpulkan akan digunakan untuk mengidentifikasi area-area rawan kebakaran serta untuk memetakan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan hutan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan bahwa pemerintah telah meningkatkan sistem pemantauan menggunakan satelit dan drone untuk mendeteksi titik api sejak dini. "Kami sudah memiliki sistem yang canggih untuk mendeteksi titik api. Setiap deteksi titik api, tim penanggulangan akan langsung dikerahkan ke lokasi," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan koordinasi antar kementerian lembaga terkait, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Pertanian, serta Kementerian Dalam Negeri. Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap kejadian karhutla dapat ditangani secara cepat dan efektif.

Dampak Karhutla Terhadap Masyarakat

Kejadian karhutla yang terjadi beberapa waktu terakhir telah berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar area terdampak. Asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan menyebabkan peningkatan kasus gangguan pernapasan, infeksi saluran pernafasan atas, serta masalah kesehatan lainnya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pemerintah telah mempersiapkan fasilitas kesehatan untuk menangani dampak kesehatan akibat karhutla. "Kami telah mempersiapkan rumah sakit dan puskesmas untuk menangani pasien yang terkena dampak asap. Selain itu, kami juga mendistribusikan masker secara gratis kepada masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Riau Syamsuar menyatakan bahwa pemerintah provinsi telah mengambil langkah-langkah preventif untuk mengurangi dampak karhutla, termasuk melakukan penyiraman air di area-area rawan kebakaran serta mempersiapkan pusko evakuasi bagi masyarakat yang terkena dampak asap tebal.

Upaya Jangka Panjang

Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya upaya jangka panjang dalam penanganan masalah karhutla. Menurutnya, pemerintah perlu melakukan reformasi dalam pengelolaan hutan dan lahan, serta memastikan bahwa kegiatan perkebunan dan pertanian dilakukan secara berkelanjutan.

"Kita tidak bisa hanya berfokus pada penanganan darurat. Kita perlu memikirkan jangka panjang. Bagaimana kita bisa mengelola hutan dan lahan secara berkelanjutan tanpa merusak lingkungan," ujar Prabowo. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan mendorong program reboisasi serta pengembatan lahan terdegradasi untuk mengurangi tekanan terhadap kawasan hutan.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengimbau kepada seluruh pihak untuk turut serta menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup. "Ini tugas kita bersama. Hutan adalah aset bangsa yang harus kita jaga untuk generasi masa depan," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Mira Permata

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter