30, 2026
Nasional

Terungkap Motif Pria Tendang Wanita di Mal Jakpus

Hesti Kusuma
Hesti Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Terungkap Motif Pria Tendang Wanita di Mal Jakpus

Sebuah insiden kekerasan yang terjadi di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat beberapa waktu lalu kembali menjadi sorotan setelah polisi berhasil mengungkap motif di balik tindakan seorang pria yang secara mendadak menendang seorang wanita di depan umum. Kejadian yang direkam oleh beberapa saksi mata dan viral di media sosial ini menunjukkan adegan yang mengagetkan dan menimbulkan kehebohan di kalangan masyarakat.

Berdasarkan keterangan Kepala Polres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Ahmad Yani, pelaku yang telah berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian mengakui perbuatannya tersebut. Menurut pengakuan pelaku, tindakan tendangan yang dilakukannya bukanlah tanpa alasan. Pelaku yang diketahui bernama Budi Santoso (32 tahun) mengaku sedang dalam kondisi emosional yang tidak stabil saat kejadian tersebut terjadi.

Kronologi Kejadian

Kejadian bermula ketika korban, Siti Aminah (28 tahun), sedang berjalan di lantai dua sebuah mal di kawasan Jakarta Pusat pada sore hari. Menurut keterangan saksi mata, Budi yang sedang berada di dekat korban tiba-tiba mendekati dan kemudian menendang korban di bagian punggung dengan menggunakan kaki kanannya. Tendangan tersebut membuat korban terjatuh dengan mendadak dan mengalami laga di lengan kiri serta punggungnya.

Saksi mata yang berada di sekitar lokasi segera membantu korban dan melapor kepada keamanan mal. Beberapa orang lain mencoba menahan pelaku namun Budi sempat memberikan perlawanan ringan sebelum akhirnya diamankan oleh personel keamanan mal yang segera datang. Seluruh insiden ini sempat diabadikan oleh beberapa pengunjung mal dan video tersebut kemudian tersebar di berbagai platform media sosial.

Motif di Balik Aksi Kekerasan

Setelah ditangkap, Budi Santoso menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penyidik Polres Metro Jakarta Pusat. Dalam pengakuannya, Budi mengaku sedang mengalami depresi berat dan merasa putus asa dengan kehidupannya. Ia mengaku sudah lama mengalami tekanan psikologis namun belum mendapatkan bantuan yang memadai.

"Saya tidak sengaja menendangnya. Saat itu saya sedang bingung dan pikiran saya kacau. Saya tidak tahu mengapa saya melakukan itu," ujar Budi saat diperiksa, Rabu (15/3) lalu.

Namun, setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, polisi menemukan bahwa motif utama Budi ternyata terkait dengan masalah pribadi yang sedang dihadapinya. Budi mengaku sedang mengalami konflik dengan mantan pacarnya yang mirip penampilannya dengan korban. Menurutnya, saat melihat korban dari belakang, ia teringat akan konflik tersebut dan emosinya meledak secara tiba-tiba.

"Korban menurut penuturan pelaku memiliki penampilan yang mirip dengan mantan pacinya yang baru saja memutuskan hubungan," jelas Kombes Pol Ahmad Yani dalam konferensi persnya.

Tindakan Hukum yang Diambil

Atas perbuatannya, Budi Santoso kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang Pengeroyokan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. Polisi juga telah mengumpulkan bukti berupa rekaman CCTV dari mal tersebut, keterangan saksi mata, serta pengakuan pelaku untuk melengkapi berkas penyidikan.

Korban yang mengalami luka ringan telah diperiksa oleh tim medis dan dinyatakan dalam kondisi yang stabil. Ia juga telah memberikan keterangan resmi ke polisi sebagai bagian dari proses penyidikan.

Polisi mengimbau masyarakat yang mengalami masalah psikologis atau emosional untuk segera mencari bantuan profesional, baik melalui layanan kesehatan mental maupun konseling. Kepolisian juga meminta masyarakat untuk tidak mengambil jalur kekerasan dalam menyelesaikan masalah pribadi.

Respons dari Pihak Mal

Pihak manajemen mal tempat kejadian berlangsung menyatakan menyesalkan insiden tersebut. Mereka menegaskan telah melakukan berbagai upaya untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung, termasuk penempatan personel keamanan yang memadai di seluruh area mal.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya kesadaran akan masalah kesehatan mental di tengah masyarakat. Banyak pihak berharap kejadian serupa tidak akan terulang lagi dan para korban kekerasan dapat mendapatkan keadilan yang seutuhnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Kusuma

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter