Kontainer Pendingin Disiagakan untuk Korban KM Virgo
Pihak berwenang telah menyiapkan kontainer pendingin untuk menampung jenazah korban tenggelamnya KM Virgo di perairan Kepulauan Seribu. Kapal feri tersebut tenggelam pada Selasa (15/11) pagi dengan mengangkut sekitar 200 penumpang dan 20 awak kapal.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Joko Triyono mengatakan bahwa kontainer pendingin tersebut disiapkan untuk menjamin keamanan dan kesehatan jenazah korban sebelum proses identifikasi dan pengurusan jenazah dilakukan.
Kondisi Korban dan Evakuasi
Sampai dengan Rabu (16/11) pukul 14.00 WIB, telah berhasil dievakuasi 139 korban selamat dengan 28 orang masih dalam kondisi hilang. Tim SAR yang terdiri dari TNI AL, Polri, Basarnas, dan nelayan setempat masih terus melakukan pencarian di lokasi tenggelamnya KM Virgo.
Kepala Basarnas Air Marsaden mengatakan bahwa kondisi perairan di lokasi tenggelam kapal masih relatif tenang namun arus laut cukup kuat. "Kami masih fokus dalam pencarian korban yang masih hilang. Tim SAR kami siap melaksanakan tugas hingga korban terakhir ditemukan," ujar Marsaden.
Proses Identifikasi Jenazah
Para jenazah korban yang telah ditemukan dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan proses identifikasi. Tim identifikasi forensik dari Kepolisian Daerah Metro J telah disiagakan untuk membantu proses identifikasi korban.
"Kami akan melakukan identifikasi berdasarkan barang pribadi yang ditemukan bersama jenazah. Jika memungkinkan, kami juga akan mengambil sampel DNA untuk memastikan identitas korban," kata Kepala Unit Identifikasi Forensik Polda Metro J, Komisaris Besar Polisi Andi Wijaya.
Kronologi Tenggelamnya KM Virgo
Menurut keterangan saksi mata, KM Virgo mengangkut penumpang dari Pulau Pramuka menuju Pulau Air pada Selasa (15/11) pagi. Sekitar pukul 08.30 WIB, kapal mulai terlihat miring dan akhirnya tenggelam sekitar 30 menit kemudian.
Respons Pemerintah
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan telah memimpin rapat koordinasi darurat terkait musibah KM Virgo di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (16/11).
Bantuan untuk Korban dan Keluarga
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan beberapa organisasi kemanusiaan telah menyediakan tempat pengungsian dan bantuan psikologis bagi korban selamat dan keluarga korban yang kehilangan anggota keluarga.
Investigasi Awal
Polri telah memulai investigasi awal terkait penyebab tenggelamnya KM Virgo. Tim investigasi dari Direktorat Lalu Lintas Polda Metro J telah mengamati lokasi tenggelam kapal dan mengumpulkan keterangan dari saksi mata.
Komentar (0)