Tiga Kapal Perang Dikerahkan untuk Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Kepala Pusat Penerangan Angkatan Laut (Kapuspeneral) Laksamana Muda (Laksda) Julius Widjojono mengumumkan bahwa TNI AL mengerahkan tiga kapal perang untuk membantu operasi pencarian lima jurnalis yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda. Kapal-kapal tersebut diterjunkan sejak Kamis (15/6) lalu untuk melakukan pencarian intensif di lokasi kejadian.
Identitas Korban dan Kronologi Kejadian
Lima jurnalis yang hilang tersebut adalah Muhammad Choirul, Alwi, Eko Prasetyo, Dwi Adi, dan Gunawan. Mereka sedang meliput prosesi pelepasan kapal KM Sinar Bangun dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara menuju Pulau Bangka pada Selasa (13/6). Kapal yang mereka naiki adalah KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Selat Sunda, dekat Kepulauan Seribu.
Menurut informasi yang dihimpun, kapal KM Sinar Bangun mengangkut sekitar 118 penumpang dan 12 awak kapal. Saat kejadian, kapal tersebut diduga terkena gelombang tinggi yang menyebabkan kapal oleng dan akhirnya tenggelam. Sebanyak 93 penumpang dan awak kapal berhasil diselamatkan, sedangkan 37 lainnya masih dalam pencarian.
Upaya Pencarian dan Evakuasi
Selain TNI AL, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) juga turut serta dalam operasi pencarian. Kepala Basarnas Air Marshal (AM) Margo Yuwono menjelaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan tim gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, TNI AL, dan Polri untuk melakukan evakuasi korban.
Menurutnya, kondisi cuaca di lokasi pencarian saat ini masih relatif baik, namun arus laut yang cukup kuat menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi. "Kami berkoordinasi dengan TNI AL untuk memastikan semua korban dapat ditemukan dan dievakuasi dengan selamat," tambahnya.
Keterlibatan TNI AL dalam Operasi Pencarian
Menurut Kapuspeneral Laksda Julius Widjojono, TNI AL telah mengerahkan tiga kapal perang, yaitu KRI Rigel, KRI Teluk Banten, dan KRI Cut Nyak Dien. Ketiga kapal tersebut dilengkapi dengan peralatan pendeteksi bawah laut dan tim penyelamat profesional.
Selain itu, TNI AL juga mengerahkan pesawat CN-235 dan helikopter untuk melakukan pengamatan dari udara. "Dari udara, kami dapat memantau area yang lebih luas dan mengidentifikasi potensi lokasi korban berada," tambah Laksda Julius.
Kondisi Korban yang Selamat
Dari 93 korban yang berhasil diselamatkan, sebagian besar sudah ditempatkan di pusat pengungsian sementara di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Beberapa korban mengalami luka ringan dan telah mendapat perawakan medis.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengunjungi korban di pusat pengungsian. Ijan menyatakan pemerintah provinsi akan membantu korban selama proses evakuasi berlangsung.
Tanggung Jawab dan Penyelidikan
Pihak berwenang telah memulai penyelidikan awal mengenai penyebab tenggelamnya KM Sinar Bangun. Kapten Pelabuhan Tanjung Priok, Hadi Santoso, mengatakan bahwa pihaknya sedang mengumpulkan keterangan dari saksi dan dokumen kapal.
Ditengah upaya pencarian yang masih berlangsung, pihak keluarga korban yang hilang mengharapkan agar proses evakuasi dapat segera dilakukan. "Kami masih menunggu kabar tentang keluarga kami yang hilang. Semoga mereka ditemukan dengan selamat," ujar salah satu kerabat korban.
Komentar (0)