30, 2026
Nasional

Tim DVI Tak Libur Sabtu-Minggu Demi Kebut Identifikasi Korban KM Virgo

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/29/6abaa99cd747f-kabid-dvi-pusdokkes-polri-kombes-pol-dr-wahyu-hidayati-saat-menyampaikan-proses-identifikasi-korban-kapal-virgo_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Kirana Kusuma
Kirana Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri memastikan proses identifikasi korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo tetap berjalan pada akhir pekan. Kepala Bidang DVI Pusdokkes Polri Kombes Pol dr. Wahyu Hidayati menyatakan timnya tidak mengenal libur Sabtu dan Minggu selama proses identifikasi korban belum tuntas.

Keputusan tersebut diambil karena proses identifikasi korban kecelakaan laut merupakan pekerjaan yang menuntut kecepatan sekaligus ketelitian tinggi. Setiap jenazah yang berhasil dievakuasi harus melalui serangkaian pemeriksaan sebelum identitasnya dapat dipastikan dan diserahkan kepada keluarga.

Pos Komando dan Pembagian Tugas

Tim DVI bekerja dalam pos komando terpadu yang melibatkan sejumlah unsur, mulai dari tim antemortem, postmortem, hingga tim rekonsiliasi. Pembagian tugas ini mengikuti standar Interpol dalam penanganan bencana dengan korban jiwa dalam jumlah besar.

Tim antemortem bertugas mengumpulkan data dari keluarga korban, seperti ciri fisik, rekam medis, foto terakhir, hingga data gigi dan sidik jari. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan temuan tim postmortem yang melakukan pemeriksaan luar, pemeriksaan dalam, pengambilan sampel DNA, serta pencatatan sidik jari dan kondisi gigi geligi jenazah.

Tahap akhir adalah rekonsiliasi, yakni proses pencocokan antara data antemortem dan postmortem untuk menentukan identitas secara ilmiah. Identitas baru dinyatakan valid apabila memenuhi sejumlah kriteria primer, di antaranya sidik jari, gigi geligi, dan DNA.

Metode Identifikasi yang Digunakan

Dalam penanganan korban KM Virgo, tim DVI mengandalkan tiga metode utama. Pertama, pemeriksaan sidik jari bagi jenazah yang kondisinya masih memungkinkan. Kedua, pemeriksaan odontologi forensik atau gigi geligi yang dinilai memiliki ketahanan tinggi terhadap pembusukan. Ketiga, pemeriksaan DNA yang membutuhkan waktu lebih lama karena harus melalui proses laboratorium.

Kombinasi ketiga metode tersebut menjadi kunci dalam memastikan identitas korban. Tim DVI menegaskan bahwa identifikasi tidak dilakukan berdasarkan pengenalan visual semata, melainkan melalui bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kendala di Lapangan

Proses identifikasi korban kecelakaan laut menghadapi tantangan tersendiri. Kondisi jenazah yang telah lama berada di air dapat mengalami perubahan signifikan sehingga menyulitkan pemeriksaan visual. Selain itu, jumlah korban yang banyak menuntut koordinasi dan sumber daya yang tidak sedikit.

Meski demikian, tim DVI memastikan tetap bekerja sesuai prosedur. Setiap jenazah diberi penanda unik dan didokumentasikan secara rinci agar tidak terjadi kekeliruan dalam proses pencocokan data.

Peran Keluarga Korban

Keluarga korban berperan penting dalam kelancaran proses identifikasi. Data antemortem yang lengkap dan akurat sangat membantu tim dalam mempercepat pencocokan. Karena itu, tim DVI mengimbau keluarga korban untuk aktif memberikan informasi yang dibutuhkan, termasuk bersedia memberikan sampel DNA pembanding bila diperlukan.

Pendampingan psikologis juga disiapkan bagi keluarga korban yang menunggu proses identifikasi. Proses ini kerap menjadi masa penantian yang melelahkan secara emosional bagi keluarga.

Komitmen Penyelesaian

Kombes Pol dr. Wahyu Hidayati menegaskan bahwa seluruh personel DVI berkomitmen menyelesaikan identifikasi secepat mungkin tanpa mengorbankan akurasi. Bekerja pada hari libur menjadi konsekuensi yang diterima demi kepastian bagi keluarga korban.

Dengan kerja lembur sepanjang pekan, tim DVI berharap seluruh korban KM Virgo dapat teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk proses pemakaman yang layak. Identifikasi yang akurat tidak hanya menjadi kewajiban hukum, tetapi juga bentuk tanggung jawab kemanusiaan kepada para korban dan keluarganya.

Hingga kini, proses identifikasi masih berlangsung dengan pengawasan ketat terhadap standar prosedur. Tim DVI memastikan setiap tahapan dijalankan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, sejalan dengan amanat undang-undang serta kebutuhan keluarga korban akan kepastian.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kirana Kusuma

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter