Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan peninjauan langsung ke Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, untuk memastikan kesiapan venue tersebut menjelang penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026. Peninjauan ini menjadi bagian dari rangkaian verifikasi yang dilakukan pemerintah bersama federasi sepak bola nasional guna memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar yang ditetapkan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Dalam kunjungan tersebut, Erick Thohir menelusuri sejumlah area utama stadion, mulai dari lapangan pertandingan, ruang ganti pemain, area ofisial, tribun penonton, hingga fasilitas pendukung seperti akses masuk dan keluar, sistem penerangan, serta ruang medis. Ia menegaskan bahwa kesiapan stadion tidak hanya menyangkut aspek fisik bangunan, tetapi juga mencakup keselamatan penonton, kenyamanan pemain, dan kelancaran operasional pertandingan.
Standar FIFA dan AFC Jadi Acuan Utama
Menurut Erick Thohir, Stadion Si Jalak Harupat memiliki kapasitas dan infrastruktur yang memadai untuk menggelar laga internasional. Meski demikian, sejumlah penyesuaian tetap diperlukan agar seluruh elemen venue sesuai dengan regulasi FIFA dan AFC. Penyesuaian tersebut meliputi kualitas rumput, dimensi lapangan, pencahayaan, sistem komunikasi, serta fasilitas media dan penyiaran.
"Kami memastikan semua venue yang akan digunakan benar-benar siap. Tidak hanya soal pertandingan, tetapi juga bagaimana penonton bisa masuk dan keluar dengan aman, bagaimana tim bisa bertanding dengan nyaman, dan bagaimana penyiaran berjalan lancar," ujar Erick Thohir di sela peninjauan.
Ia menambahkan bahwa pemerintah melalui Kementerian BUMN mendukung penuh upaya peningkatan kualitas stadion, termasuk melalui peran perusahaan-perusahaan negara yang memiliki kapasitas dalam pembangunan dan pengelolaan infrastruktur. Dukungan ini dinilai penting mengingat FIFA ASEAN Cup 2026 akan menjadi ajang bergengsi yang menyedot perhatian publik regional.
Aspek Keselamatan dan Kenyamanan Penonton
Selain fasilitas teknis, Erick Thohir menyoroti pentingnya aspek keselamatan dan kenyamanan penonton. Ia meminta pengelola stadion memastikan jalur evakuasi berfungsi optimal, jumlah pintu keluar memadai, serta sistem pengamanan terpadu melibatkan aparat kepolisian dan petugas keamanan setempat. Hal ini sejalan dengan standar keselamatan yang menjadi syarat wajib dalam setiap pertandingan berlisensi internasional.
Kapasitas Stadion Si Jalak Harupat yang mencapai puluhan ribu penonton menjadi pertimbangan tersendiri. Pengelola diminta menyiapkan skenario pengaturan lalu lintas, parkir, dan transportasi publik agar tidak terjadi penumpukan di sekitar kawasan stadion. Koordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan penyelenggara menjadi kunci kelancaran acara.
Erick Thohir juga mengingatkan bahwa perawatan pasca-pertandingan tidak boleh diabaikan. Stadion yang telah direnovasi harus tetap terpelihara agar dapat digunakan untuk kompetisi nasional maupun internasional berikutnya. Menurutnya, pembenahan infrastruktur olahraga harus menjadi investasi jangka panjang, bukan sekadar persiapan sesaat menjelang turnamen.
Dampak bagi Sepak Bola Nasional dan Daerah
Penunjukan Stadion Si Jalak Harupat sebagai salah satu venue FIFA ASEAN Cup 2026 dinilai membawa dampak positif bagi sepak bola nasional dan perekonomian daerah. Kepercayaan internasional terhadap Indonesia menjadi peluang untuk menunjukkan kapasitas sebagai tuan rumah yang profesional. Selain itu, penyelenggaraan turnamen berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan, mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar stadion, serta membuka lapangan kerja selama periode acara.
Bagi Kabupaten Bandung, kesiapan stadion menjadi kebanggaan tersendiri. Pemerintah daerah menyatakan komitmennya untuk mendukung penyelenggaraan, termasuk perbaikan akses jalan, penerangan lingkungan, dan fasilitas umum di sekitar venue. Dukungan lintas sektor ini diharapkan membuat pengalaman penonton dan peserta turnamen berjalan optimal.
Di sisi lain, federasi sepak bola nasional terus melakukan komunikasi dengan FIFA dan AFC terkait jadwal verifikasi akhir. Sejumlah item yang masih dalam proses penyelesaian akan dipantau secara berkala agar tidak ada temuan yang menghambat pelaksanaan turnamen. Pemerintah menargetkan seluruh venue dinyatakan siap sebelum waktu yang ditentukan.
Komitmen Pemerintah dan Langkah Selanjutnya
Erick Thohir menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawal kesiapan seluruh venue, bukan hanya Stadion Si Jalak Harupat. Kolaborasi antara kementerian, pemerintah daerah, federasi, dan pengelola stadion menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan. Ia berharap momentum ini dimanfaatkan untuk memperbaiki tata kelola infrastruktur olahraga nasional secara menyeluruh.
Dengan peninjauan langsung tersebut, pemerintah menyatakan optimismenya bahwa Stadion Si Jalak Harupat mampu menjadi tuan rumah yang baik dan memenuhi ekspektasi FIFA ASEAN Cup 2026. Kesiapan venue, dukungan sumber daya manusia, serta keterlibatan masyarakat diharapkan menciptakan turnamen yang berlangsung aman, lancar, dan berkesan bagi seluruh peserta dan penonton.
Komentar (0)