Persijap Jepara memanfaatkan jeda internasional FIFA Matchday untuk membenahi performa tim yang tengah menukik di BRI Super League. Pelatih kepala Mario Lemos menyatakan periode kosong kompetisi akan digunakan secara maksimal untuk mengembalikan kebugaran sekaligus merombak sejumlah aspek permainan yang dianggap menjadi biang kerok rangkaian hasil buruk.
Jeda ini datang di momen yang tepat bagi Laskar Kalinyamat, julukan Persijap. Klub asal Jepara itu belum mampu meraih kemenangan dalam beberapa laga terakhir, sebuah tren yang membuat posisi mereka di papan klasemen semakin tertekan. Alih-alih mengeluh, Lemos memilih menyambut jeda sebagai kesempatan emas untuk membangun ulang fondasi tim sebelum kompetisi kembali bergulir.
Fokus pada Kondisi Fisik dan Pemulihan
Menurut Lemos, salah satu persoalan utama yang dihadapi Persijap adalah menurunnya tingkat kebugaran pemain pada babak kedua. Ia menilai banyak gol yang bersarang ke gawang timnya lahir dari kelengahan akibat kelelahan, terutama di menit-menit krusial pertandingan.
"Kami akan memanfaatkan jeda ini untuk memperbaiki kondisi fisik para pemain. Ini bukan hanya soal latihan keras, tetapi juga soal pemulihan yang benar," kata Lemos, dikutip dari pernyataan resmi klub. Ia menyebut timnya perlu belajar mengelola pertandingan selama 90 menit penuh tanpa kehilangan konsentrasi dan intensitas.
Program pemulihan akan mencakup pengaturan beban latihan, asupan gizi, serta pola istirahat pemain. Staf medis dan tim kepelatihan disebut telah menyusun jadwal khusus agar seluruh pemain kembali ke performa optimal sebelum laga berikutnya.
Evaluasi Lini Pertahanan
Selain aspek fisik, Lemos menyoroti lemahnya organisasi pertahanan. Ia mengakui timnya terlalu mudah kehilangan bentuk saat menghadapi serangan balik lawan. Kesalahan posisi dan komunikasi antarlini menjadi bahan evaluasi utama dalam sesi latihan taktik selama jeda.
Beberapa sesi latihan difokuskan pada penempatan pemain, penjagaan area, serta transisi dari menyerang ke bertahan. Lemos berharap pengulangan pola ini dapat mengurangi jumlah gol yang kebobolan, yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama hasil negatif.
Ia juga menekankan pentingnya sikap disiplin di atas lapangan. Menurutnya, kualitas individu pemain Persijap sebenarnya tidak buruk, namun kerap tidak diimbangi dengan kedisiplinan kolektif. "Sepak bola dimenangkan oleh tim yang paling tertata, bukan yang paling banyak punya pemain bagus," ujarnya.
Penyegaran Mental dan Kepercayaan Diri
Tren kekalahan tidak hanya berdampak pada aspek teknis, tetapi juga psikologis pemain. Lemos mengakui kepercayaan diri skuadnya menurun setelah rentetan hasil buruk. Karena itu, pendekatan mental menjadi bagian penting dari program jeda.
Pelatih asal Portugal itu menggelar sesi diskusi kelompok dan pertemuan individual dengan sejumlah pemain untuk membangkitkan semangat bertanding. Ia ingin para pemain melepaskan beban psikologis dan kembali bermain dengan berani.
"Kami harus mengingatkan pemain siapa mereka dan apa yang bisa mereka lakukan. Kepercayaan diri tidak bisa dibeli, tapi bisa dibangun dengan kerja keras dan komunikasi yang baik," terangnya.
Dukungan suporter menjadi salah satu faktor yang disorot Lemos. Menurutnya, kehadiran pendukung di kandang dapat menjadi energi tambahan, asalkan pemain mampu tampil dengan sikap positif sejak menit pertama.
Peluang Rotasi dan Pemanfaatan Pemain Muda
Jeda kompetisi juga memberi ruang bagi pemain cadangan dan pemain muda untuk menunjukkan kualitas. Lemos mengisyaratkan membuka peluang rotasi lebih luas jika ada pemain yang mampu membuktikan diri dalam sesi latihan.
Ia menyebut persaingan internal perlu dijaga agar setiap pemain merasa memiliki kesempatan. Dengan demikian, standar performa di dalam tim tidak menurun. "Setiap pemain harus tahu bahwa tempat di starting eleven tidak dijamin oleh nama, tetapi oleh kerja di lapangan," tegasnya.
Sudah Lupakan Hasil Buruk, Tatap Laga Berikutnya
Meski belum bisa memastikan target poin secara spesifik, Lemos optimistis tren kekalahan akan berakhir. Ia menilai jeda ini cukup untuk menyiapkan tim secara lebih matang, baik dari sisi taktik maupun mental.
Persijap sendiri tengah berupaya menjauh dari zona rawan di BRI Super League. Setiap poin sangat berarti dalam perjalanan mengarungi kompetisi yang panjang ini. Lemos menekankan bahwa timnya harus berpikir pertandingan demi pertandingan tanpa terbebani bayang-bayang hasil sebelumnya.
"Kami tidak boleh terus melihat ke belakang. Yang ada di depan adalah kesempatan untuk memperbaiki segalanya," ucapnya.
Ia juga memastikan seluruh penggawa Persijap dalam kondisi siap tempur, kecuali beberapa pemain yang masih menjalani pemulihan cedera. Tim kepelatihan akan menentukan komposisi terbaik setelah mengevaluasi perkembangan setiap pemain hingga hari terakhir persiapan.
Dengan sisa waktu yang ada, Lemos berharap Persijap tampil dengan wajah baru saat kompetisi kembali bergulir. Kemenangan perdana setelah jeda ini diyakini dapat menjadi titik balik menuju performa yang lebih stabil dan konsisten di sisa musim BRI Super League.
Komentar (0)