12, 2026
Nasional

TNI Selidiki Sejak Kapan Rumdin di Cijantung Disewakan Jadi Markas Judol

TNI menyelidiki sejak kapan rumah dinas di Cijantung yang dijadikan markas judi online disewakan. Rumah dinas itu disewakan ke pada warga sipil.]]>

Galih Pratama
Galih Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

TNI Selidiki Sejak Kapan Rumdin di Cijantung Disewakan Jadi Markas Judol

TNI Selidiki Sejak Kapan Rumdin di Cijantung Disewakan Jadi Markas Judol

Badan Intelijen TNI (Badintel TNI) memulai penyelidikan terkait dugaan sewa rumah dinas (rumdin) milik TNI di Jalan Rawa Binong, Cijantung, Jakarta Timur yang diduga disewakan untuk kegiatan jual beli motor curian (judol). Penyelidikan ini dilakukan untuk mengetahui sejak kapan gedung milik negara tersebut digunakan sebagai markas kegiatan terlarang.

Tim Penyelidikan Dibentuk

Badintel TNI telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus ini. Tim tersebut akan memeriksa sejumlah saksi dan dokumen terkait penggunaan rumdin tersebut. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal TNI Fachrul Razi mengatakan bahwa penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui kronologis dan jaringan di balik kegiatan judol di lokasi milik TNI.

"Kami akan menyelidiki dari awal, mulai dari siapa yang menyewakan, siapa penyewa, sejak kapan sewa berjalan, dan bagaimana kegiatan ini bisa berlangsung di lokasi yang seharusnya menjadi aset TNI," ujar Fachrul dalam konferensi pers, Minggu (15/1).

Temuan Awal

Penyelidikan awal mengungkap bahwa rumdin yang seharusnya menjadi tempat tinggal personel TNI tersebut telah lama tidak dihuni. Beberapa warga setempat mengaku melihat aktivitas mencurigakan di lokasi selama beberapa bulan terakhir. Mereka melihat ada banyak motor yang masuk dan keluar dari rumdin tersebut, terutama pada malam hari.

"Sebenarnya sudah lama kami mencurigai aktivitas di sana. Banyak motor yang parkir di sekitar rumdin dengan plat nomor palsu. Kadang-kadang ada teriakan dan kekerasan di dalam sana," kata Kepala RT setempat, Ahmad, kepada wartawan.

Keterlibatan Personel TNI

Sementara itu, informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa ada beberapa personel TNI yang diduga terlibat dalam penyewaan rumdin tersebut. Meski demikian, Fachrul belum bisa memastikan keterlibatan apapun sebelum penyelidikan selesai.

"Kami masih dalam tahap pengumpulan data dan keterangan. Jika ada personel TNI yang terlibat, pastinya akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Tidak ada istimewa dalam kasus ini," tegas Fachrul.

Respons Kementerian Pertahanan

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) juga memberikan respons terkait dugaan ini. Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memerintahkan agar penyelidikan dilakukan secara transparan dan tuntas. Ia menegaskan bahwa aset negara tidak boleh digunakan untuk kegiatan ilegal.

"Aset TNI harus dijaga dan dipertahankan. Jika ada yang menyalahgunakan aset negara, pasti akan ditindak tegas. Saya meminta agar Badintel TNI bekerja secara maksimal untuk mengungkap kebenaran di balik kasus ini," ujar Prabowo.

Dampak pada Citra TNI

Kasus ini berdampak buruk pada citra TNI sebagai institusi milik negara yang harus menjaga keamanan dan ketertiban. Aktivitas judol yang didalamnya melibatkan aset TNI menunjukkan adanya kebobrokan internal yang perlu segera ditangani.

"TNI adalah penjaga kedaulatan negara. Jika ada internal yang terlibat dalam kegiatan negatif, ini sangat merusak citra. Oleh karena itu, penyelidikan harus dilakukan secara objektif dan tidak ada yang ditutup-nutupi," kata analis keamanan, Anton Mietz.

Tindakan Lanjutan

Setelah penyelidikan selesai, TNI berencana untuk mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat, termasuk jika ada personel TNI yang terbukti terlibat. Selain itu, TNI juga akan melakukan evaluasi mengenai pengelolaan aset milik negara, khususnya rumdin yang tidak dihuni.

"Kami akan mengecek semua rumdin di seluruh Indonesia untuk memastikan tidak ada lagi yang disalahgunakan. Jika ada rumdin yang tidak diperlukan, akan segera diambil alih atau digunakan untuk kepentingan TNI," jelas Fachrul.

Sementara itu, warga sekitar berharap agar kasus ini bisa segera tuntas dan tidak terulang kembali. Mereka juga meminta agar TNI memberikan kejelasan mengenai status rumdin tersebut dan rencana penggunaannya di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Pratama

Menulis tentang kesehatan lingkungan, polusi, dan gaya hidup hijau.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter