23, 2026
Teknologi

Top 3 Tekno: Alasan HP Android Murah Punya Bezel Tebal Tuai Perhatian

Teguh Syahputra
Teguh Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Top 3 Tekno: Alasan HP Android Murah Punya Bezel Tebal Tuai Perhatian

Pembahasan mengenai alasan ponsel Android kelas murah masih memiliki bezel atau bingkai layar tebal menjadi salah satu topik teknologi yang paling banyak diperbincangkan. Isu ini mencuat kembali setelah sejumlah pengguna membandingkan tampilan perangkat entry-level terbaru dengan ponsel kelas menengah yang harganya hanya sedikit lebih tinggi, namun sudah mengusung layar nyaris tanpa bingkai.

Bezel sendiri merupakan area bingkai yang mengelilingi panel layar. Pada ponsel modern, bezel umumnya terdiri dari bingkai atas, bawah, dan sisi kiri-kanan. Ponsel kelas atas dan menengah kini banyak yang memangkas bingkai hingga tinggal beberapa milimeter, sementara perangkat murah kerap masih menyisakan bingkai bawah yang jauh lebih tebal, atau yang biasa disebut dagu.

Perbedaan tampilan itu bukan tanpa sebab. Sejumlah faktor teknis, ekonomi, dan strategi produk membuat produsen tetap mempertahankan bezel tebal pada perangkat dengan harga jual rendah.

Biaya Teknologi Panel dan Proses Perakitan

Alasan paling mendasar berkaitan dengan biaya panel dan cara panel itu disambungkan ke komponen lain di dalam ponsel. Pada layar dengan bingkai tipis, chip pengendali layar biasanya ditempatkan pada film fleksibel yang dapat dilipat ke belakang panel. Teknologi ini memungkinkan area bawah layar dipangkas secara signifikan, tetapi menuntut proses produksi yang lebih rumit dan biaya bahan yang lebih tinggi.

Sebaliknya, ponsel murah umumnya masih menggunakan metode penempatan chip pengendali langsung pada kaca panel. Metode ini lebih murah dan lebih sederhana, namun mengharuskan adanya ruang tambahan di bagian bawah layar. Ruang itulah yang kemudian tampak sebagai bezel tebal.

Selain itu, panel dengan bingkai sangat tipis membutuhkan pemotongan yang lebih presisi. Tingkat kegagalan produksi yang lebih tinggi membuat harga per unit ikut naik. Bagi produsen yang mengejar harga jual serendah mungkin, penggunaan panel dengan bingkai lebih lebar menjadi pilihan yang lebih rasional secara ekonomi.

Faktor Ketahanan dan Desain Rangka

Bezel tebal juga berkaitan dengan struktur perangkat. Ponsel murah umumnya menggunakan rangka dari bahan polikarbonat atau material komposit yang lebih ekonomis dibandingkan aluminium dan kaca. Untuk mempertahankan kekakuan dan ketahanan terhadap benturan, produsen membutuhkan area bingkai yang lebih lebar di sekeliling layar.

Bingkai yang lebih tebal memberikan ruang tambahan untuk menyerap guncangan saat perangkat terjatuh. Area tersebut juga menjadi tempat bagi perekat dan lapisan pelindung yang membantu mengurangi risiko layar retak. Pada perangkat dengan harga jual rendah, pendekatan ini dinilai lebih aman dibandingkan mengejar tampilan tanpa bingkai yang berisiko meningkatkan biaya perbaikan dan klaim garansi.

Selain itu, bodi ponsel murah umumnya lebih tebal karena harus menampung baterai berkapasitas besar, lubang jack audio, slot kartu memori, serta sejumlah komponen lain. Ketebalan bodi ini turut memengaruhi proporsi bingkai di sekitar layar.

Penempatan Kamera Depan dan Sensor

Desain kamera depan juga menjadi penyebab lain. Ponsel kelas menengah dan atas kini banyak menggunakan kamera berlubang kecil di tengah atau sudut layar. Teknologi ini memerlukan proses pelubangan panel yang presisi dan biaya produksi lebih tinggi.

Perangkat murah lebih sering memakai model takik berbentuk tetesan air atau menempatkan kamera depan pada bingkai atas. Kedua pendekatan tersebut membutuhkan ruang bingkai yang lebih besar, tetapi jauh lebih murah untuk diproduksi dalam jumlah besar. Konsekuensinya, area layar yang tersedia menjadi lebih kecil dibandingkan perangkat dengan kamera berlubang.

Strategi Segmentasi Produk

Faktor berikutnya adalah strategi pemasaran. Produsen perlu menjaga jarak tampilan antara perangkat murah dan kelas menengah agar perbedaan harga tetap dapat dijelaskan kepada konsumen. Jika ponsel murah dibuat dengan layar tanpa bingkai, daya tarik model yang lebih mahal di lini yang sama berpotensi berkurang.

Meski demikian, jarak tersebut terus menyempit. Sejumlah produsen mulai menghadirkan layar dengan bingkai lebih tipis pada perangkat entry-level, seiring turunnya biaya panel dan meningkatnya persaingan di segmen harga rendah.

Bezel Tebal Bukan Selalu Kerugian

Di sisi pengguna, bezel tebal memiliki sejumlah konsekuensi praktis. Bingkai yang lebih lebar mengurangi risiko sentuhan tidak sengaja pada tepi layar saat perangkat dipegang, terutama ketika menonton video atau bermain gim. Area bingkai juga memberikan ruang bagi pelindung layar tanpa mengurangi area tampilan secara berarti.

Dari sisi perawatan, biaya penggantian panel pada ponsel dengan bingkai tebal umumnya lebih rendah karena menggunakan panel yang lebih sederhana dan lebih mudah diperoleh di pasaran. Hal ini menjadi pertimbangan tersendiri bagi konsumen di segmen harga rendah yang mengutamakan biaya kepemilikan jangka panjang.

Dengan demikian, bezel tebal pada ponsel Android murah merupakan hasil dari kompromi antara biaya produksi, ketahanan perangkat, ketersediaan komponen, dan posisi produk di pasar. Selama harga jual menjadi faktor utama, keberadaan bingkai lebar diperkirakan masih akan menjadi ciri khas perangkat di segmen tersebut, meski trennya terus menurun dari tahun ke tahun.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Syahputra

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter