Layar dengan refresh rate 120Hz kini bukan lagi kemewahan yang hanya ada di ponsel kelas atas. Sejumlah perangkat di segmen harga di bawah Rp2 juta sudah membawa panel berkecepatan tinggi tersebut, menjadikannya daya tarik utama bagi konsumen yang menginginkan pengalaman visual lebih halus tanpa harus merogoh kocek besar.
Refresh rate 120Hz membuat animasi antarmuka, gulir halaman media sosial, hingga transisi antar-aplikasi terasa lebih mulus dibandingkan panel standar 60Hz. Pada layar sentuh, respons yang lebih cepat juga membuat permainan gim kasual terasa lebih presisi. Karena itu, produsen mulai menjadikan fitur ini sebagai nilai jual di kelas entry-level dan menengah-bawah.
Mengapa 120Hz Menjadi Pembeda di Kelas Murah
Pada beberapa tahun terakhir, persaingan di segmen di bawah Rp2 juta bergerak dari sekadar kapasitas baterai dan memori besar menuju kualitas tampilan. Konsumen mulai memahami bahwa layar adalah komponen yang paling sering berinteraksi dengan mata dan tangan. Panel 120Hz memberi kesan perangkat terasa lebih mahal daripada harganya.
Meski demikian, ada sejumlah catatan teknis yang perlu dipahami. Tidak semua panel 120Hz memiliki kualitas serupa. Sebagian menggunakan panel LCD dengan resolusi HD+, sebagian lain sudah mengadopsi panel AMOLED atau LCD full HD+. Perbedaan ini memengaruhi ketajaman teks, akurasi warna, dan konsumsi daya. Panel LCD berkecepatan tinggi umumnya lebih boros dibandingkan panel dengan refresh rate adaptif, sehingga kapasitas baterai besar menjadi pasangan yang wajar.
Tiga Perangkat yang Menawarkan Layar 120Hz di Bawah Rp2 Juta
1. Infinix Hot 40 Pro
Infinix Hot 40 Pro menjadi salah satu perangkat yang paling sering disebut ketika membahas layar 120Hz di kelas harga rendah. Ponsel ini membawa panel berukuran sekitar 6,78 inci dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan yang cukup untuk penggunaan di dalam ruangan maupun di bawah sinar matahari tidak langsung. Kombinasi layar besar dan bezel tipis membuat pengalaman menonton video terasa lebih imersif.
Dari sisi dapur pacu, perangkat ini mengandalkan chipset kelas menengah-bawah yang dipadukan dengan memori RAM besar dan penyimpanan internal lapang. Kapasitas baterai yang tergolong besar serta dukungan pengisian cepat menjadi nilai tambah. Untuk kebutuhan sehari-hari seperti perpesanan, media sosial, dan gim ringan, kombinasi tersebut tergolong memadai. Harga pasarannya bergerak di kisaran bawah dua juta rupiah, meski besaran pastinya berbeda-beda antarwilayah dan bergantung pada promo penjual.
2. Tecno Pova 5
Tecno Pova 5 juga masuk dalam daftar perangkat dengan layar 120Hz di segmen harga terjangkau. Ponsel ini mengusung panel berukuran besar dengan refresh rate tinggi dan desain bodi yang menonjolkan kesan futuristik. Baterai berkapasitas besar menjadi salah satu andalan, cocok untuk pengguna yang sering menghabiskan waktu lama di depan layar.
Dukungan pengisian daya berkecepatan tinggi membuat waktu tunggu pengisian lebih singkat, meski tetap bergantung pada adaptor yang disertakan dalam paket penjualan. Untuk urusan performa, chipset yang digunakan berada di kelas yang sama dengan para pesaingnya, sehingga kemampuan bermain gim berat perlu disesuaikan dengan pengaturan grafis. Layar 120Hz di perangkat ini paling terasa saat menggulir antarmuka dan menjelajah konten multimedia.
3. Itel RS4
Itel RS4 menawarkan kombinasi layar 120Hz dan chipset yang cukup bertenaga untuk kelas harganya. Ponsel ini menyasar pengguna muda yang aktif bermain gim, dengan penekanan pada keseimbangan antara performa dan harga. Panel layarnya mendukung refresh rate tinggi sehingga gerakan dalam gim kasual terlihat lebih halus.
Kapasitas memori yang disediakan tergolong besar untuk kelas entry-level, memungkinkan penyimpanan banyak aplikasi dan berkas media. Baterai berukuran jumbo menjadi pendamping layar berkecepatan tinggi agar daya tahan tetap terjaga sepanjang hari. Sama seperti dua perangkat sebelumnya, harga jualnya dapat berubah mengikuti kebijakan penjual dan ketersediaan stok di masing-masing daerah.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli
Meski menawarkan layar 120Hz, konsumen sebaiknya tidak hanya berpatokan pada satu spesifikasi tersebut. Kualitas panel, termasuk jenis panel, resolusi, dan tingkat kecerahan, menentukan pengalaman penggunaan sehari-hari. Panel 120Hz dengan resolusi rendah tidak selalu lebih baik dibandingkan panel 90Hz beresolusi lebih tinggi.
Aspek lain yang tak kalah penting adalah dukungan perangkat lunak, kualitas kamera, ketahanan baterai, serta ketersediaan layanan purna jual. Pengguna juga perlu memeriksa apakah refresh rate tinggi dapat diatur secara manual atau berjalan adaptif, karena pengaturan ini berpengaruh pada konsumsi daya.
Terakhir, harga di segmen ini sangat dinamis. Promo daring, potongan harga musiman, dan perbedaan kanal distribusi membuat harga tiga perangkat di atas bisa berbeda antara satu toko dan toko lainnya. Membandingkan penawaran dari beberapa penjual menjadi langkah paling masuk akal sebelum memutuskan pembelian.
Kehadiran layar 120Hz di kelas di bawah Rp2 juta menunjukkan bahwa fitur premium terus bergerak ke segmen yang lebih terjangkau. Bagi konsumen, pilihan semakin terbuka, dengan konsekuensi perlunya seleksi yang lebih cermat agar tidak terjebak pada angka spesifikasi semata.
Komentar (0)