Truk Pengangkut Teh Hantam Dapur MBG di Cianjur, Tiga Pegawai Luka-luka
CIANJUR - Sebuah truk pengangkut teh kemasan menabrak dapur Program Menuju Bahagia (MBG) di wilayah Cianjur, Jawa Barat, pada Rabu (12/10/2023). Kejadian ini mengakibatkan tiga pegawai yang sedang berada di dapur mengalami luka-luka. Didalam penyelidikan sementara, kecelakaan tersebut diduga akibat rem blong yang dialami oleh pengemudi truk.
Truk bermuatan minuman teh kemasan itu terlihat menabrak dapur MBG dengan keras di lokasi kejadian. Akibat hantaman tersebut, bagian dapur yang terbuat dari seng dan kayu rusak parah. Beberapa perabot dapur seperti kompor dan lemari pecah hancur tertimpa truk yang berhanyut setelah menabrak.
Korban luka-luka dalam insiden ini adalah tiga pegawai MBG yang sedang melaksanakan tugas di dapur. Mereka adalah Rudi (45), Siti (38), dan Budi (42). Ketiga korban mengalami luka gores dan memar di bagian tubuhnya. Merela langsung dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Kronologi Kecelakaan
Menurut keterangan saksi mata, truk pengangkut teh kemasan sedang melaju menuju lokasi penyerahan barang di MBG. Ketika akan memasuki area kompleks, pengemudi diketahuli mengalami kesulitan mengendalikan kendaraan karena remnya tidak berfungsi dengan baik.
"Truk itu tiba-tiba mengerem tapi tidak berhenti, malah melaju lebih kencat," kata salah satu saksi mata yang tidak mau disebutkan namanya. "Saya lihat pengemudi mencoba mengendalikan tapi tidak bisa, hingga akhirnya menabrak dapur MBG."
Truk yang berusaha dihentikan pengemudinya ini akhirnya menabrak dapur MBG dari samping. Hantaman keras tersebut membuat dapur runtuh sebagian dan menimpa tiga pegawai yang sedang berada di dalamnya.
Tanggapan Pihak Terkait
Kepala Polsek setempat, AKP Ahmad Yani, langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengamankan truk bersama pengemudinya. Ia mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan tersebut.
"Dari hasil pemeriksaan sementara, diduga rem truk mengalami kerusakan atau blong sehingga pengemudi tidak bisa mengendalikan kendaraannya," jelas AKP Ahmad Yani. "Kami masih mengumpulkan keterangan dari saksi dan pengemudi untuk memastikan kronologi kejadian."
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cianjur, Drs. H. Ema Sumarna, meminta agar pihak transportasi segera mengecek kondisi kendaraan yang digunakan untuk mengangkut barang agar tidak terjadi kecelakaan serupa di kemudian hari.
"Kami minta para pengemudi dan pemilik kendaraan untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum beroperasi, terutama sistem pengereman yang sangat vital untuk keselamatan," ujar Ema Sumarna.
Dampak dan Tindakan Lanjutan
Insiden ini mengakibatkan aktivitas MBG terganggu sehari penuh. Selain kerusakan dapur, beberapa program yang rencananya dilaksanakan di lokasi tersebut juga harus ditunda. Pihak pengelola MBG masih mengevaluasi kerugian yang ditimbulkan akibat kecelakaan tersebut.
"Kami masih menghitung kerugian baik material maupun non-material akibat insiden ini," kata Kepala MBG setempat, Hj. Siti Aminah. "Yang terpenting adalah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kami bersyukur korban hanya mengalami luka ringan."
Truk beserta muatannya sudah diamankan di Mapolsek setempat untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian masih membuka peluang untuk memeriksa pengemudi truk yang diduga dalam keadaan syok pasca kejadian.
Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya keselamatan dalam mengoperasikan kendaraan berat. Pemerintah daerah diimbau untuk lebih meningkatkan supervisi terhadap operasional kendaraan pengangkut barang untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan.
Komentar (0)