Universitas Airlangga (Unair) melalui Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi membuka layanan bedah hewan bagi masyarakat. Layanan tersebut menangani berbagai kasus, mulai dari tumor, patah tulang, hingga gangguan reproduksi pada hewan peliharaan maupun ternak.
Kolaborasi Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat
Program ini merupakan bagian dari implementasi tri dharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui layanan bedah hewan, FKH Unair menurunkan tim dokter hewan bersama mahasiswa koas untuk terjun langsung membantu masyarakat Banyuwangi yang membutuhkan penanganan medis bagi hewan kesayangan atau ternaknya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi menyatakan bahwa kehadiran tim dari Unair sangat membantu, terutama karena tidak semua wilayah di Banyuwangi memiliki akses mudah ke dokter hewan spesialis bedah. Selama ini, pemilik hewan harus membawa hewannya ke kota lain, seperti Surabaya atau Malang, untuk mendapatkan penanganan yang memadai.
Dengan adanya layanan ini, masyarakat dapat mengakses tindakan operasi dengan biaya yang jauh lebih terjangkau. Bahkan, sebagian layanan diberikan secara gratis bagi hewan ternak milik petani kecil yang dinilai membutuhkan bantuan.
Jenis Layanan dan Penanganan Kasus
Layanan bedah hewan ini menangani beragam kasus yang cukup kompleks. Beberapa kasus yang paling sering ditemui antara lain tumor atau benjolan abnormal pada jaringan hewan, patah tulang akibat kecelakaan atau benturan, kasus distokia atau kesulitan melahirkan pada hewan betina, serta infeksi luka yang membutuhkan tindakan pembedahan.
Tim dokter hewan Unair juga menangani kasus ortopedi, seperti perbaikan fraktur dengan pemasangan pen atau pelat logam. Tindakan tersebut memerlukan peralatan khusus dan keterampilan bedah yang mumpuni, sehingga kehadiran spesialis dari universitas menjadi nilai tambah bagi masyarakat setempat.
Selain tindakan operasi, para pemilik hewan mendapatkan edukasi mengenai perawatan pascabedah, pemberian antibiotik, serta pentingnya menjaga kebersihan kandang untuk mencegah infeksi lanjutan. Edukasi ini dianggap penting agar hasil operasi dapat optimal dan hewan bisa segera pulih.
Antusiasme Masyarakat
Sejak dibuka, layanan ini mendapat sambutan positif dari warga. Puluhan hewan tercatat telah menjalani pemeriksaan dan tindakan bedah dalam beberapa hari pelaksanaan. Hewan yang ditangani tidak hanya anjing dan kucing sebagai hewan peliharaan, tetapi juga sapi, kambing, dan domba yang merupakan hewan ternak.
Seorang peternak asal Kecamatan Rogojampi mengaku terbantu dengan adanya layanan tersebut. Sapinya yang mengalami patah kaki akibat terseret tali kandang akhirnya bisa ditangani tanpa harus menjual murah hewan kesayangannya. Menurutnya, biaya operasi di kota besar sangat memberatkan, sehingga layanan ini menjadi solusi.
Pemilik kucing yang mengalami tumor di bagian perut juga menyampaikan hal serupa. Ia sempat khawatir kondisi kucingnya memburuk, namun setelah dioperasi oleh tim Unair, hewan tersebut berangsur pulih. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat digelar secara berkala, tidak hanya sekali dalam setahun.
Peningkatan Kapasitas Dokter Hewan Lokal
Selain memberikan pelayanan langsung, kegiatan ini juga menjadi sarana transfer ilmu bagi dokter hewan dan paramedis di Banyuwangi. Tim FKH Unair mengadakan sesi diskusi dan pelatihan singkat mengenai teknik bedah dasar, manajemen anestesi, serta penanganan pasien darurat.
Dokter hewan setempat mengaku mendapatkan wawasan baru, terutama dalam menghadapi kasus-kasus yang jarang ditemui. Pendampingan dari akademisi dinilai memperkuat kapasitas layanan kesehatan hewan di daerah, sehingga ketergantungan pada rujukan ke luar kota dapat dikurangi secara bertahap.
Model kolaborasi seperti ini diharapkan bisa direplikasi oleh perguruan tinggi lain. Pemerintah daerah juga berencana menjalin kerja sama jangka panjang dengan Unair agar layanan bedah hewan dapat berlangsung lebih rutin dan menjangkau lebih banyak kecamatan.
Dukungan Pemerintah Daerah
Pemkab Banyuwangi menyatakan komitmennya untuk terus memfasilitasi kegiatan serupa. Dukungan yang diberikan meliputi penyediaan lokasi, koordinasi dengan kelompok ternak, serta sosialisasi kepada masyarakat melalui dinas terkait dan aparat desa.
Menurut pemerintah daerah, kesehatan hewan tidak bisa dipisahkan dari kesehatan manusia. Penanganan yang baik terhadap hewan ternak dan peliharaan berkontribusi pada pencegahan penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Oleh karena itu, investasi dalam layanan kesehatan hewan merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Ke depan, kedua pihak berencana memperluas cakupan layanan, termasuk penambahan jenis tindakan medis dan penyuluhan kepada peternak mengenai manajemen kesehatan hewan secara mandiri. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan peternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Harapan Keberlanjutan
Program bedah hewan ini menjadi contoh nyata sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Kehadiran tenaga ahli dari Unair tidak hanya menyelesaikan persoalan medis hewan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif akan pentingnya kesehatan hewan.
Masyarakat berharap kegiatan ini tidak bersifat sementara. Mereka menginginkan adanya jadwal tetap layanan bedah hewan, sehingga pemilik hewan memiliki kepastian dan dapat merencanakan perawatan dengan lebih baik. Selain itu, transparansi informasi mengenai jenis layanan, persyaratan, dan biaya juga dinilai penting agar program ini tepat sasaran.
Dengan keberlanjutan program, Banyuwangi berpotensi menjadi contoh daerah yang memiliki sistem layanan kesehatan hewan terpadu, didukung oleh kolaborasi lintas sektor antara universitas, pemerintah, dan masyarakat. Upaya ini menjadi bagian dari pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kesejahteraan hewan dan manusia secara berkelanjutan.
Komentar (0)